Google
 

Tips: Cara Efektif Menyelesaikan Skripsi

Calvin Michel Sidjaja on May 30th, 2008

Ah, hari jumat ini akhirnya saya mengumpulkan tiga soft cover Skripsi saya ke fakultas. Sebenarnya proses masih setengah jalan karena besok saya harus ke kampus lagi untuk mengurus syarat administrasi lain.

Nah, saya ingin membagi tips pengalaman menulis skripsi saya di blog ini. Bagi teman-teman yang akan, atau sedang menulis skripsi, mungkin mau mempertimbangkan tips-tips ini agar bisa menyelesaikan skripsi tepat waktu (4 tahun).

Skripsi: Mau Topik Sulit atau Topik Gampang?

Di Unpar, terdapat tiga mata kuliah yang harus dilalui sebelum lulus, yakni Metode Penelitian Sosial (MPS), Seminar, dan tentu saja Skripsi.

Metode Penelitian Sosial adalah mata kuliah tersulit sepanjang HI Unpar. Ga bohong.

Kenapa? Alasannya simpel, yakni ujian-nya yang hanya melatih Short-term-memory. Metode hapalan mati. Amat sangat menyebalkan. Saya mengulang karena dapat C di semester 8, dan saya menyesal setengah mati. Mending ga usah ngulang deh, kata-kata tidak cukup untuk menggambarkan penyesalan saya saat mengulang mata kuliah yang amat membosankan dan kurang berguna ini.

Nah, setelah melalui MPS, kita harus mengambil Seminar. Namanya aneh ya? Di beberapa tempat mungkin namanya Proposal penelitian atau semacamnya. Tapi pada dasarnya ini adalah mata kuliah dimana kita menyiapkan bab 1 dari skripsi kita. Nah, pada saat memilih topik, anda harus memikirkan topik tersebut matang-matang, karena resikonya cuma ada dua: lulus cepat atau lulus lama.

Apakah topik yang mau anda ambil original? Butuh research intensif tidak cukup dengan studi dokumen? Apakah topik yang anda ambil mungkin bahkan masih terlalu sulit untuk S2? Pikirkan!

Disinilah saya berpikir: Jangan terlalu idealis, skripsi hanya formalitas. Saya sudah mendapat ilmu yang lebih banyak selama kuliah, dan skripsi hanyalah sebuah tuntutan administratif, bahwa kita sudah dapat menciptakan suatu tulisan akademik berbobot.

Itu sebabnya saya mengambil topik “Pola Hubungan Konfliktual Jepang-China 2001-2007″.

Alasannya gampang, pertama saya suka membahas perpolitikan Asia, dan kedua, bahannya berlimpah. Bahkan pada saat anda membaca titel itu, anda mungkin tidak usah berpikir karena jawabannya jelas. Ya, disinilah kunci utamanya: saat memilih topik skripsi, anda sudah harus tahu jawabannya. Saya tidak mau membuang-buang waktu untuk membuat skripsi dengan topik super berat. Kita membayar untuk bikin skripsi, bukannya dibayar. Anda mau terlalu lama menulis sesuatu yang masih belum bisa dijadikan profit?

Bahasa: Indonesia vs Inggris

Di unpar kita bisa memilih membuat skripsi dalam bahasa Indonesia atau Inggris.

Saya memilih inggris, kenapa? Karena sepengalaman saya, orang Indonesia pada umumnya selalu meng-overestimate apa-apa yang bahasa Inggris, walau mungkin isinya biasa-biasa saja. Lebih bagus lagi kalau dosen pembimbing/penguji kita tidak memiliki kemampuan bahasa inggris yang baik, sehingga tanpa sadar kita memiliki kesan superior di mata mereka. Menurut saya ini juga harus dipertimbangkan untuk kelancaran proses bimbingan.

Selain itu, menulis skripsi dalam bahasa inggris sangat membantu meningkatkan proses kemampuan penulisan kita. Saya sendiri awalnya tidak yakin dengan kemampuan bahasa inggris saya, tapi lama kelamaan, proses menulis itu menjadi sangat natural, dan saya bisa mengeksplorasi kemampuan bercerita.

Tidak mungkin sebagus native atau orang-orang yang tiap harinya nulis bahasa inggris, tapi setidaknya, saya sudah berani menulis dalam bahasa Inggris, bahasa kedua saya.

Keuntungan menggunakan bahasa inggris juga adalah… rephrase.

Yup, ini adalah teknik “melakukan plagiat legal”. Sudah fakta umum bahwa kita selalu menggunakan sumber internet sebagai sumber makalah dan skripsi, saya yakin tidak sedikit yang bahkan mengkopi-pes. Tapi sayangnya, kemudahan ini bisa menjadi kekurangan sendiri, karena kita akhirnya terbiasa kopi-pes.

Untuk mengakalinya, biasanya kita bisa menggunakan teknik rephrase, atau kutipan tidak langsung.

Cara ini jauh lebih aman dan kita tidak bisa dituduh melakukan plagiarisme karena kita tidak mengopi mentah-mentah.

Konsistensi: Wajib Dimiliki

Saya memulai bimbingan skripsi pada 23 Februari 2008, dua bulan setelah semester 8 dimulai, dikarenakan dosen pembimbing saya memiliki kesibukan. Dia sendiri memiliki jadwal yang strict, bimbingan hanya boleh dilakukan pada hari kamis atau sabtu.

Karena saya ingin lulus secepat mungkin, saya membuat target, bahwa tiap hari kamis saya harus mengumpulkan sesuatu dan sabtu bimbingan, idealnya, tiap bulan saya menyelesaikan satu bab. Untunglah konsistensi saya terbayar, saya berhasil menyelesaikan bab 2,3,4,5 secara berurutan pada bulan Maret, April, dan Mei.

Mencatat isi pertemuan kita dengan dosen pembimbing adalah hal yang mutlak dilakukan, hal ini diperlukan agar kita tidak lupa ngomong apa sama dosen saat bimbingan, dan yang kedua, kalau dosen tersebut minggu depannya mengatakan hal yang tidak sesuai dengan yang ia katakan minggu lalu, kita bisa menggunakan catatan kita untuk mengingatkan bahwa itu tidak sesuai dengan hasil dari bimbingan sebelumnya.

Kenali Tipe Dosen

Saya beruntung karena dosen pembimbing saya cukup memberikan kebebasan pada anak-anak bimbingannya untuk menulis apa yang kita mau, bukan apa yang mereka mau. Saat saya bimbingan pun, dia mengatakan bahwa kita “diskusi”.

Saya cukup cocok dibimbing oleh dosen tersebut. Jika teori saya salah, dia akan menjelaskan saya mengenai konsep teori tersebut, dan apakah teori tersebut justru mendukung/melemahkan skripsi saya.

Tapi ada teman-teman saya yang lain yang mendapat dosen yang amat sangat detail. Mulai dari a sampai z dibantai habis-habisan oleh dosen tersebut. Tentu saja ini juga hal yang baik karena kita tidak dibantai di ruang sidang, tapi terkadang ada juga dosen yang memaksakan teori tertentu yang menjadi teori favoritnya walau mungkin ada teori lain yang lebih cocok.

Kalau itu yang terjadi, mendingan nurut saja, “tulis apa yang dosen mau”, biar lancar. Kalau karakter dosen itu sok menggurui dan merasa paling benar, atau kalau didebat akan memperparah keadaan, menurut saya tidak usah didebat. Dosen seperti ini, tampaknya tidak pernah mau dicap bahwa dia salah, dan bisa-bisa kita dipersulit.

Mengenali karakter dosen menurut saya diperlukan agar kita bisa memprediksi proses kita kedepannya.

Lingkungan: Tetap Berada di Suasana Akademik

Saya cukup beruntung karena sebagian besar teman-teman main saya juga teman belajar. Kita semua memiliki target untuk lulus 4 tahun dan secara periodik bertemu untuk membahas skripsi. Hal ini diperlukan agar kita selalu ingat: kita mahasiswa semester akhir, dan kita butuh nuansa tersebut agar terpacu untuk menyelesaikan target.

Yang perlu dihindari adalah masuk ke atmosfir dimana orang-orangnya “calon swasta”. Mungkin mereka teman main yang menyenangkan, tapi kalau kata-kata mereka menyiratkan pesimisme, ketidaksanggupan, dan tidak serius dalam menyelesaikan skripsi, hati-hati.

Saya tidak akan heran kalau ada seseorang yang skripsinya tidak selesai-selesai karena teman-temannya selalu bilang skripsinya terlalu sulit, dia stress tapi ga melakukan apa-apa, atau lebih sering terlihat main dibandingkan serius mengerjakan skripsi.

Kata “ntar aja”, terkadang tanpa kita sadari adalah sebuah denial, keinginan untuk melarikan diri dari tanggung jawab. Sekali dua kali mungkin tidak apa-apa. Tapi bagaimana kalau terus-terusan? Skripsi tidak beres, dan kita menjadi orang yang takut menghadapi tanggung jawab kita, lalu akhirnya muncul kata-kata “Jangan ngomongin skripsi deh” saat kita ditanya bagaimana progres skripsi kita.

Tentu kita tidak mau hal itu terjadi, jadi menurut saya, selama proses skripsi, bicarakanlah proses skripsi dengan teman-teman karena anda mau menyelesaikan halangan saat menulis skripsi, bukan curhat karena skripsinya mentok dan terjebak dalam rasa kasihan pada diri sendiri.

Untuk mengusir ketakutan, yang harus kita lakukan adalah simpel, hadapi rasa takut itu, hadapi writer’s block saat menulis skripsi, jangan justru dijadikan subyek untuk meminta simpati dari teman-teman atau orang lain (ada juga tipe orang yang begini, jadi mari kita tidak melakukan seperti itu).

Cerdik-cerdiklah Menggunakan Internet

Google merupakan teman terbaik saya pada saat mengerjakan skripsi. Saya heran juga, kenapa orang-orang bisa kesulitan data karena google telah meng-index semuanya? Bisa jadi karena orang tidak mengetahui teknik google hacking.

Ya, misalnya saya mencari sebuah berita yang spesifik, saya akan menggunakan integer tanda kutip pada pencarian agar memaksa google menampilkan hasil yang saya inginkan.

Atau kalau saya ingin mencari dari site tertentu, saya menggunakan integer
site:Kompas.com "Junichiro Koizumi"

Google akan mencari semua artikel yang ada di dalam tanda kutip, dan hanya pada kompas.com. Menghemat waktu dibandingkan menggunakan search engine kompas yang tidak terlalu bagus.

Berhubung saya membahas mengenai konflik Jepang-China, saya mencari data secara kronologis dari tahun 2001-2007. Untuk kasus ini, google tidak terlalu efektif, karena itu saya menggunakan BBC. Coba lihat contoh bookmark dari search result saya. Search result BBC sangat rapi dan sangat kronologis. Berguna bagi mereka yang mencari data kronologis sebuah kejadian.

Untuk data-data resmi negara seperti pernyataan elit politik, akan sangat bagus jika kita bisa mendapat langsung dari situs resmi negara tersebut. Hampir sebagian besar negara menengah dan maju memiliki situs resmi berisi pernyataan elit politiknya (umumnya memakai .go). Hal ini membantu agar meningkatkan krediblitas skripsi kita.

Jika kita berbicara mengenai kebijakan resmi, kita bisa mengamankan diri kita dengan mencari pernyataan langsung dari situs tersebut, misalnya dari pidato, atau dari buku putih pertahanan negara tersebut.

Dosen penguji tentu akan lebih sulit membantah bila kita mengutip dari sumber resmi bukan?

Teori: Yang Umum atau Yang Jarang Dipakai?

Saat saya menulis skripsi saya, awal-awalnya saya diberi saran menggunakan konstruktivisme, tapi sayangnya itu adalah teori besar, terlalu sulit untuk diaplikasikan dan saya sendiri tidak memiliki sumber mengenai konstruktivisme.

Akhirnya saya diberi saran oleh seorang dosen, yakni menggunakan Regional Security Complex, milik Barry Buzan. Kenapa saya menggunakan teori ini? Karena RSC milik Buzan mengatakan bahwa aspek sejarah juga mempengaruhi hubungan antar negara.

Selain itu saya juga disarankan menggunakan Strategic Culture, teori milik Iain Johnston, sebuah teori yang berargumen bahwa elit politik suatu negara tidak selalu rasional (memaksimalkan profit dan meminimalkan kerugian), tapi terpengaruh oleh sejarah dan budaya. Sangat cocok bukan untuk skripsi saya yang membahas Jepang-China? Dua negara yang memiliki banyak kemiripan tapi berantem mulu secara politik.

Kedua teori itu tentunya belum lengkap. Karena judul skripsi saya menggunakan kata “konflik“, saya diwajibkan mencari definisi konflik. Dalam hal ini saya mencari definisi paling simpel dari tokoh terkenal di dunia HI (Letner), lalu saya menguatkan argumen saya dengan menggunakan teori resolusi konflik, yakni teori Segitiga Konflik milik Galtung dan diperkuat dengan “Stages of Conflict”. Hal ini diperlukan untuk melihat apakah memang ada variabel bahwa konflik terjadi? Jika ya, konfliknya sampai mana?

Poin-poin mengenai teori tersebut adalah, cari teori yang sesuai dengan isi skripsi kita, dan bisa diaplikasikan. Hati-hati juga jika dosen memberikan saran untuk mengganti teori kita dengan teori yang sangat asing atau malah baru, soalnya kita bisa kesulitan untuk mencari sumber teori tersebut, dan belum lagi waktu untuk mengerti konsepnya.

Jika itu terjadi, cobalah meminta dosen untuk menyebutkan nama tokoh/penulis teori tersebut, lalu cari di google.

Jika beruntung, mungkin teori tersebut sudah umum dan bisa didapatkan dimana-mana. Tapi bagaimana kalau sedikit yang memakai? Apa boleh buat, coba cari jurnal/essay yang memakai teori tersebut. Kita bisa menggunakan deskripsi teori dari essay orang lain yang sudah menggunakannya, seakan-akan kita memiliki sumber aslinya.

Setelah mendapatkan teori, putar otak bagaimana cara menurunkan teori itu dalam variabel. Salah satu kesulitan yang paling sering terjadi adalah, kita lupa meng-konkritkan teori itu, sehingga teori tersebut rasanya ngawang-ngawang dan tidak bisa dipakai. Jika itu terjadi, tanyakan pada dosen pembimbing pada gagasan anda untuk mengaplikasikan teori tersebut dalam skripsi. Apakah teori tersebut tepat? Apakah teori tersebut sesuai dengan isi skripsi? Itu tidak boleh disepelekan.

Detail Teknis Skripsi: Jangan Lupakan Persayaratan Administratif

Minggu ini merupakan waktu yang sangat menegangkan, soalnya saya harus cuci cetak foto, menjilid skripsi, memasukkan dokumen-dokumen yang diperlukan, dan lain-lain. Hal ini tidak terpikirkan sebelum menjelang akhir-akhir.

Membuat kover, abstrak, merapikan daftar pustaka, footnote, tanda tangan dosen, dll merupakan hal yang cukup menyita waktu. Faktor ini tidak boleh anda lupakan, karena sama menjengkelkannya dengan menulis isi skripsi itu sendiri. Mungkin bisa selesai dalam sehari, tapi bayangkan perasaan saat anda sudah mulai merasa lega, tapi tiba-tiba teringat bahwa ada hal abcdefgh belum selesai.

Oh ya saya meng-print kopi skripsi saya sendiri (tiga kali), karena lebih hemat. Semenjak harga BBM naik, biaya fotokopi dan biaya kertas naik, kalau dihitung-hitung, sekarang lebih murah mengprint dengan membeli kertas A4 sendiri dan tinta suntik karena harga fotokopi di kampus kami sekarang harganya sekitar 125 rupiah/lembar. Setelah dikalkulasikan, totalnya jauh lebih hemat menggunakan print sendiri dan tinta suntik.

Anda lagi down karena skripsi belum beres? Pikirkan kemenangan yang anda raih sewaktu menulis skripsi. Bayangkan kebebasan beban finansial dan kebebasan berkarir yang akan anda dapatkan setelah semua beban ini berakhir. Itulah yang membuat saya mau lulus secepat mungkin. :)

Saya belum mendapatkan jadwal sidang, asumsi saya adalah minggu depan atau dua minggu kedepan. Apa ada yang punya tips pas sidang skripsi? Membayangkannya saja sudah bikin tegang!

Akhir kata, bagi teman-teman yang saya sedang menulis skripsi, selamat
berjuang! Semoga kita semua bisa lulus tepat waktu, dan saya harap
pengalaman saya menulis skripsi bisa membantu dalam proses pengerjaan
skripsi.

Oh ya sebelum lupa, Unpar memiliki persyaratan menulis skripsi minimal 100 lembar, bagaimana dengan kebijakan kampus anda?

Popularity: 36% [?]

Tags:

Related posts

17 Responses to “Tips: Cara Efektif Menyelesaikan Skripsi”

  1. Andika PutraditamaMay 30th, 2008 at 11:12 pm

    Using Safari Safari 525.17 on Mac OS Mac OS X

    Adduuuhhh…

    gw tau ini sebenernya posting curhatan pribadi yg dibungkus sedemikian apik menjadi topik “tips-n-trick”….

    HWAHAHHA!!

  2. Calvin Michel SidjajaMay 30th, 2008 at 11:19 pm

    Using Opera Opera 9.25 on Windows Windows XP

    iya nih curhat, gw lagi kehilangan diri sendiri. ingin segeranya berlalu. :((

  3. ToniMay 31st, 2008 at 11:29 am

    Using Camino Camino 1.5.4 on Mac OS Mac OS X

    Intinya gak beda2 amat waktu S1 di Unpad dan S2 di UI, tapi tetep Metode Penelitian kudu jago terutama dalam operasionalisasi variabel beserta alat ukurnya. Ini yang paling asyik menurut saya. Bagaimana berat badan selama mengerjakan skripsi, turun gak ? Salam.

  4. Calvin Michel SidjajaMay 31st, 2008 at 11:50 am

    Using Opera Opera 9.25 on Windows Windows XP

    oh saya dari dulu memang kurus, jadi skripsi atau ga skripsi tetep saja 51 kg. :)

  5. verdinand robertuaJune 1st, 2008 at 3:06 pm

    Using Internet Explorer Internet Explorer 7.0 on Windows Windows Vista

    Emang super lu Vin,
    meskipun ngeblog, skripsi tetap lancar
    Gue aja udah pusing mikirin skripsi, ditambah lagi kudu update portalHI.
    Tapi, I do enjow blogging. I love blogging.
    Atau mungkin ngeblog juga bisa jadi salah satu tips biar skripsi lancar?

  6. hapsariJune 2nd, 2008 at 7:26 am

    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows XP

    “Anda mau terlalu lama menulis sesuatu yang masih belum bisa dijadikan profit?”

    Hahahahahaha, parah lo Vinnnnn :)
    Btw, asyiikkk yang bentar lagi sidang, makan-makan lah kita ya ;)

    ps. itu postingan yang atas dilindungi password? kenapa?? kan mau baca, hehe….

  7. Cicimu yang maniezJune 2nd, 2008 at 9:43 am

    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows XP

    Vin, skripsi lebih dari sekedar formalitas.
    Menurut Prof Irwanto, dosen pembimbingku di S1 dulu, skripsi adalah latihan penelitian.
    Aku setuju dengan pendapatnya.. memang bener yang kamu pelajari di perkuliahan adalah yang esensial. Nah, di skripsi ini kamu diuji dan dilatih - baik secara content ilmu yang kamu miliki PLUS kemampuan di luar ilmu kamu (self management, daya juang, hub interpersonal dengan orang lain, dll)
    Jadi skripsi lebih dari sekedar formalitas.
    Enjoy your S1 final exam, ntar di S2 kamu akan rasakan S2 final exam lebih ringan, karena kamu udah ‘kepoles’ di S1.

    Sukses sidangnya ya
    tetap tenang walau ga ngerti teori
    dosen lebih menghargai kalau kamu akui kelemahan skripsi kamu daripada kamu terus pertahankan tapi salah.

  8. Calvin Michel SidjajaJune 2nd, 2008 at 12:36 pm

    Using Opera Opera 9.25 on Windows Windows XP

    @verdinand
    ngga ngeblog ga asik, gw mikirnya, kalau skripsi jadi harus gw tulis buat blog gw nantinya. Iya donk, gw ga pernah kerja gratis :))

    @sari
    di protect karena mau ngetes fitur password, itu postingan dummy. Ntar juga kedelete kok.

    @cici
    yaaah punya cici mungkin begitu, tapi syangnya kalau di unpar, ntar dulu deh, belom terlalu applicable, banyak skripsi masih dalam ranah teoritis, itu sebab aku ga mau lama2.

  9. TephyJune 2nd, 2008 at 5:43 pm

    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows XP

    Tips ngerjain skripsi a la gw:

    1. Make everyday a deadline day (which was most effective when it really approached the REAL deadline date)

    2. Don’t go to too many professors, especially those who can potentially spin your head even faster (Hai, Mas Adri. Kalo saya ngedengerin Mas terus, saya belom lulus sampe sekarang. Hai mas Aleks, kalo sama Mas, saya ngedengerin apaan yah? La lieur.). Just trust your advisor (Hai Mas Pur, ailapiyu banget dah!). —SEBUT MEREK AJA HOY!

    3. Siapkan perlengkapan perang: internet anti lelet, printer, dan 2 komputer- satu as work station, the other as data back-up.

    4. Siapkan doping, mulai dari kopi sampe sari ginseng (seriusan), sampe extra joss campur You-C 1000 rasa jeruk (kalo dicampur enak loh) . LENGKAP!

    5. Ulang mantera sampe gila: GW. HARUS. LULUS. GW HARUS. LULUS. SEKARANG. JUGA!

    Hahaha,,, ih jadi teringat masa2 gw menderita jiwa raga gara2 ngerjain skripshit. Jadi inget juga malam tahun baru kelabu dimana gw dan Sari malah bikin bibliography… hiks Sari makasih yah! —jadi curhat!

  10. BrahmJune 2nd, 2008 at 11:26 pm

    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows XP

    Wew, skripsi berbahasa Inggris? Seandainya dulu di kampusku ada pilihan itu, pasti kuambil deh (meski aku yakin kelarnya bakal dua kali lbh lama :P). Alasannya kurang lebih sama dgmu. Ditambah lagi, hasilnya nanti kan bisa dikirim ke jurnal2 internasional. Jd nggak numpuk berdebu di pojokan perpus doang.

    Btw, inilah asyiknya blog multitema. Kita bisa nulis apa pun. Tak pernah kekurangan bahan. Tiap hari posting pun oke aja. Nggak ada pemikiran yg mubazir (semua bisa tertuang). Jd ngiri, hehehe.

  11. Calvin Michel SidjajaJune 3rd, 2008 at 7:35 pm

    Using Opera Opera 9.25 on Windows Windows XP

    @teph
    weits teph, disinilah bedanya gw dan loe. gw ga begadang! hwahaha, kebanyakan kopi ntar bikin mayat gw jadi kopi instan, hwahahaha.

    @brahm
    iya mas, tapi tentu saja diedit lagi, karena bhasa blog dan skripsi kan beda. ngomong2 kenapa mas ga bikin blog pribadi aja? kan warungfiksi memang temanya spesifik, jadi mas bisa bikin blog lain yang isinya yah kaya saya ini, macem2 :D

  12. BrahmJune 3rd, 2008 at 9:41 pm

    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows XP

    Wah, aku nggak berani bikin blog kyk gini. Soalnya diriku (dan alter-ego-ku) kan nggak menjual, hehehe.

  13. WendaJune 4th, 2008 at 11:08 pm

    Using Internet Explorer Internet Explorer 6.0 on Windows Windows XP

    wow ..

    Calvin yang sangat memberikan inspirasi bagi orang2 yang hendak menulis skripsi (termasuk saya ..!!)
    Semoga topik yang saya pilih tidak menyusahkan saya untuk secepatnya keluar dari UNPAR !!!
    hahahaha

  14. Meutia AnandaJune 6th, 2008 at 2:18 pm

    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0 on Windows Windows XP

    waaaaaaaaauuuuuwww… after i read this tips and tricks, gua langsung meng ’save-page’ nya. mungkin akan dibutuhkan 3 taun kedepan.
    bagus banget.
    apalagi tentang tips ngegoogle nya, sangat2 bermanfaat. gua suka banget nh. hope can hear another tips and trick from ya.

  15. yudiJune 8th, 2008 at 11:56 pm

    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.11 on Windows Windows XP

    wew….
    gila nih postingan tips and trick yg bagus
    jd semangat lagi buat nyusun skripsi.
    lgsg save as nih page biar jd smakin smangat
    oiy, mas ngbahas soal jepang pada skripsinya mas?
    hmmm…. kebetulan saia juga interest dengan jepang dan saat ini saia lagi menyusun skripsi dan topik yg bakal saia angkat seputar kebijakan shinzo abe membentuk kementrian pertahanan jepang. setelah skian lama searching d google dan ckp byk dpt bahan sih tp kyk na tidak mencukupi. kira” mas bisa bantu saia? mohon bantuannya mas. :D

  16. Calvin Michel SidjajaJune 9th, 2008 at 12:24 pm

    Using Opera Opera 9.25 on Windows Windows XP

    @yudi
    saya membahas pola konflik jepang-china pada tahun 2001-2007 (Koizumi dan Abe)

    anda mau membahas mengenai pln jepang di bawah shinzo abe? hati2, shinzo abe terlalu singkat untuk dikaji, mungkin anda mau tidak mau mengaitkan pln di bawah abe sebagai kelanjutan dari pln jepang di menteri2 sebelumnya. apakah kebijakan ini hanya baru dicanangkan saat abe naik? atau sebelumnya, sudah ada ide mengenai ini? hal itu yang mungkin harus dipertimbangkan

  17. IhwanJuly 31st, 2008 at 5:12 pm

    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.16 on Windows Windows XP

    Thx setidaknya dapet ilham dari artikel ini.
    Saya skg bernasib seperti ini… d tuntut menyelesaikan segera Tugas Akhir! hiks…

Trackbacks/Pingbacks

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>