Google
 

Mau Menyembuhkan Hexakosioihexekontahexaphobia?

Calvin Michel Sidjaja on May 10th, 2008

Hexakosioihexekontahexaphobia adalah penyakit fobia pada angka 666. Gejala ini agak wajar terjadi pada orang-orang yang semasa hidupnya mengasosiasikan angka tersebut dengan angka 666. Itu sama halnya dengan prinsip makan orang Indonesia: Kalau belum makan nasi belum kenyang.

Nah bagi yang memiliki penyakit Hexakosioihexekontahexaphobia (singkat kata: fobia angka 666), mending anda lihat statistik saya pas sembilan mei deh:

Yup, lucu kan? Pas tanggal asembilan mei kemarin statistik yang ditunjukkan statpress adalah angka 666. Tapi laptop saya ngga kenapa-kenapa tuh. Tak ada mati lampu, tak ada intervensi entitas spiritual yang katanya muncul dan mencabut nyawa korbannya secara misterius.

Masih fobia angka 666?

Kalau anda masih terdemonisasi, cobalah lakukan yang saya lakukan: meng-de-demonisasi angka itu sendiri. Mulailah pakai angka 666 sebagai hal yang biasa.

Andaikan alkitab itu salah cetak, dan menulis angka 555 sebagai angka Mark of the Beast, mungkin dunia ini sedang fobia angka 555. Adilkah suatu kebenaran yang harusnya bersifat relatif, menjadi satu kebenaran absolut hanya karena satu ajaran yang mendominasi dunia?

Salah satu contoh yang cukup menarik adalah kesalahan penerjemahan di perjanjian lama, dimana Musa diterjemahkan menjadi bertanduk setelah bertemu dengan tuhan di padang gurun, hal itu disebabkan karena alefbet yang tidak memiliki vokal (mirip bahasa arab). Tulisan “cahaya” dan “bertanduk” memiliki susunan huruf yang sama di kitab aslinya. Namun akhirnya dikoreksi. Tapi bayangkan jika hal tersebut disadari. Bisa-bisa semua referensi mengenai santo bercahaya menjadi “santo bertanduk”. Bisa dibayangkan betapa beresikonya jika tidak ada niat untuk mengkritisi dan mengkoreksi nilai yang dianut.

Memang sulit karena dogma telah membentuk struktur berpikir kita. Nah mulailah berpikir: bahagiakah saya dengan dogma di kepala saya? Bahagiakah karena cara berpikir saya dikekang?

Tentu saja, kalau seseorang selamanya ingin melihat angka 666 sebagai angka setan atau terasosasi dengan hal-hal jahat lain, dekonstruksi otak tidak usah dilakukan. Ada orang yang bahagia dengan terus hidup dengan ketakutannya. Ada orang yang bahagia bahwa ia hidup dan memandang dunia dengan kacamata kuda, dan tak mendengarkan opini objektif dari orang lain.

Tapi saya yakin banyak dari anda tidak demikian. :)

Boleh sedikit jujur? Saya 17 tahun hidup sebagai Katolik, 2 tahun hidup di lingkungan Kristen. Tidak terhitung jumlah ketakutan yang diciptakan oleh orang-orang di lingkungan tersebut. Yang paling parah mungkin pemberian komik ultra-konservatif bernama Chick tract. Kalau dalam bahasa Indonesia adalah traktat, isinya adalah komik-komik pendek mengenai ajaran kristianitas. Doktrinnya cukup mengerikan.Saya tidak tahu siapa yang lebih setan. Setan yang digambarkan gereja atau gereja yang menyetankan ajaran di luar gereja?

Andaikan Romawi tidak menjadi hegemoni dan menyebarkan katolik, kira-kira kristen/katolik akan masih menjadi agama atau dianggap sama dengan mitos? Andaikan dunia ini misalnya didominasi Hindu, Buddha, Islam, Animisme, Shinto, dst, kira-kira akankah ada dunia yangfobia dengan angka 666? (Ngomong2, Ivan menulis artikel menarik mengenai agama di Indonesia)

Extra Ecclesiam nulla salus tampaknya masih akan terus menjadi kebenaran absolut. Tapi saya bersyukur saya sudah keluar dari doktrin itu.

Popularity: 28% [?]

Tags:

Related posts

Subscribe to this blog's RSS feed

Free Web Hosting

Your Ad Here

Demonisasi Kartu Axis: Upaya Menjatuhkan Pemain Baru?

Calvin Michel Sidjaja on April 30th, 2008

Tidak salah kalau sebutan “Republik Hantu” bisa ditujukan kepada Indonesia, atau mungkin sebagian penduduknya yang masih amat mempercayai yang namanya hal-hal spiritual.
Saya yakin beberapa dari anda sudah mendengar kabar tidak enak mengenai Kartu Axis. Promosi yang gencar dengan menggunakan angka 600, 60, dan 60 disalah artikan sebagai angka setan. Lalu namanya seenak saja dibalik dan […]

Popularity: 69% [?]

Continue Reading...