Google
 

Mengenal Ciri-Ciri “Negara Gagal”: Palestina

Calvin Michel Sidjaja on December 18th, 2007

Negara merupakan aktor utama dalam hubungan internasional. Dalam perkembangannya, negara sendiri diklasifikasi menjadi beberapa tipe dalam hal kestabilan ekonomi dan politik.

Robert Rotberg dalam papernya, Nation-State Failure: A Recurring Problem membagi negara-negara kedalam beberapa tipe, yakni:

  1. Strong States. Negara yang dapat mengontrol teritorial dan penduduk mereka. Umumnya
    mereka memiliki GDP tinggi perkapita.
  2. Weak States. Negara yang pada umumnya memiliki perbedaan etnis, religi, bahasa yang menjadi hambatan untuk menjadi negara yang kuat. Konflik biasanya terjadi secara terbuka, dan korupsi menjadi hal yang umun. Hukum tidak ditegakkan dan privatisasi institusi kesehatan dan pendidikan menjadi bukti nyata kegagalan negara tersebut. Contohnya adalah Irak, Belarus, Korea Utara, dan Libya.
  3. Failed State. Negara yang sangat sukar mencapai targetnya untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Umumnya terdapat non-state actors yang berpengaruh dan membantu memenuhi kebutuhan hidup penduduk. Keamanan nyaris menjadi hal yang tidak ada selain di kota-kota besar. Ekonomi tak berjalan, kualitas kesehatan buruk, dan sistem pendidikan terabaikan. Korupsi menjadi hal yang marak, dan diperparah oleh inflasi.
  4. Collapsed States. Negara-negara gagal dengan situasi dimana tak ada pemerintahan sama sekali.

Salah satu negara yang bisa dijadikan contoh untuk studi negara gagal adalah Palestina. Hal ini berkaitan erat dengan korupsi akut dan rentetan konflik (nyaris) tanpa henti semenjak negara ini terbentuk. Artikel ini akan membahas bagaimana suatu negara dikatakan negara gagal.
Read the rest of this entry »

Popularity: 21% [?]

Tags: , , , , ,

Related posts

Subscribe to this blog's RSS feed

Free Web Hosting

Drama Defisit Perdagangan AS

Calvin Michel Sidjaja on December 14th, 2007

Ekonomi AS sedang mengalami defisit perdagangan besar dengan China. Defisit perdagangan sendiri bisa diartikan sebagai kondisi dimana impor melebihi ekspor suatu negara. Pada saat ini, defisit perdagangan AS sudah� mencapai 230 Triliun dengan China pada tahun 2007.
Salah satu yang menjadi sumber permasalahan AS adalah murahnya nilai tukar Yuan pada Dollar, sehingga produk AS menjadi kalah [...]

Popularity: 13% [?]

Continue Reading...

Apakah Rusia negara maju atau negara berkembang?
Jika melihat posisi Rusia saat ini di dunia internasional, seperti keanggotaan di G8, maupun pendapatan yang mencapai 12,000 dollar (PPP), sudah pasti Rusia dikatakan sebagai negara maju. Namun masalah-masalah dalam negeri Rusia membuatnya berada dalam posisi ambigu, antara negara maju dan negara berkembang. Secara historis, Uni Soviet merupakan salah [...]

Popularity: 28% [?]

Continue Reading...

Mengkaji Politik Luar Negeri Rusia-Korea Utara

Calvin Michel Sidjaja on May 5th, 2007

Rusia merupakan salah satu negara yang terlibat dalam diplomasi Six Party Talks. Hal ini mungkin terasa aneh, khususnya karena Rusia tidak memiliki kepentingan yang cukup signifikan dibandingkan Amerika, Korea Selatan, dan Jepang pada kasus kepemilikan nukli korea utara, namun Rusia memiliki kepentingan untuk menjaga semenanjung korea bebas dari nuklir.
Keikutsertaan Rusia juga dikarenakan oleh situasi geopolitik [...]

Popularity: 16% [?]

Continue Reading...

Perang Atas Air?

Calvin Michel Sidjaja on May 1st, 2007

Kebanyakan dari kita mungkin akan lebih familiar dengan isu kelangkaan minyak yang semakin harinya semakin sedikit, bahkan tidak jarang ada pendapat bahwa peperangan yang terjadi di dunia ini sebetulnya dikarenakan keinginan negara-negara maju untuk mengamankan sumber minyak mentahnya. Itu tidak salah, tapi mungkin ada perlunya sekali-kali kita melirik isu lain yang semakin serius tiap harinya, [...]

Popularity: 4% [?]

Continue Reading...

IPDN dan Kultur Kekerasan

Calvin Michel Sidjaja on April 12th, 2007

Kasus tewasnya Cliff Muntu, seorang Siswa Praja IPDN sedang menjadi topik hangat di surat kabar beberapa minggu ini. Mungkin kasus Cliff Muntu hanyalah gunung es dari kultur kekerasan yang ada di Indonesia. Walau IPDN akhirnbya menunda penerimaan praja baru, namun tindakan ini bukan penyelesaian masalah, tapi penundaan masalah. Empat praja yang dikeluarkan (M Amrulloh, Jaka [...]

Popularity: 5% [?]

Continue Reading...

Hegemoni Intelektual

Calvin Michel Sidjaja on April 11th, 2007

Di dunia ini, ada dua cara untuk menjadi hegemoni, pertama adalah menggunakan kekuatan militer, dengan kata lain, suatu negara menjadi kuat karena ditakuti dan memiliki kapabilitas militer. Namun ada cara lebih baik untuk menjadi hegemoni, yakni melakukan hegemoni atas intelektualitas.
Di dunia ini, mungkin Amerika adalah salah satu contoh terbaik untuk membuktikkan teori milik Gramsci tersebut. [...]

Popularity: 7% [?]

Continue Reading...

Petropolitik dan Dewan Keamanan PBB

Calvin Michel Sidjaja on April 10th, 2007

Reformasi dewan keamanan PBB mungkin sudah lama mencuat, saking berlarut-larutnya, masalah ini mungkin sudah pantas dikategorikan masalah klasik dan sebuah running gag yang tak akan pernah terjadi.
Inti permasalahan yang umumnya dibahas pada tulisan-tulisan akademik adalah mengenai:

Struktur Anggota tetap Dewan Keamanan PBB sekarang tidak menggambarkan konstelasi politik dunia pasca perang dunia II dan perang dingin.
Anggota tetap [...]

Popularity: 7% [?]

Continue Reading...

Tarik Ulur Six Party Talks

Calvin Michel Sidjaja on April 8th, 2007

Wah-wah, pagi ini saya menemukan berita menarik sekali dari International Herald Tribune. Berita ini mengatakan bahwa Amerika secara rahasia telah mengijinkan Ethiopia membeli perlengkapan perangnya untuk melawan Somalia.
Apakah Amerika sebetulnya serius dalam menangani isu nuklir Iran maupun Korea Utara? Pada kasus Iran, Amerika tidak terlihat serius dalam memberikan kebijakan pada Iran, sejauh yang saya baca [...]

Popularity: 9% [?]

Continue Reading...

Revisionisme dan Nasionalisme

Calvin Michel Sidjaja on April 1st, 2007

Pada hari sabtu 31 Maret 2007, Kementerian Pendidikan Jepang mengumumkan akan merevisi buku sejarah yang dipakai pada tingkat SMU, yakni kasus bunuh diri masal yang didalangi oleh keterlibatan tentara Jepang. Menurut kementerian pendidikan Jepang, revisi ini dilakukan karena munculnya teori baru yang mendukung pendapat bahwa tidak ada keterlibatan antara tentara Jepang pada kasus ini. [...]

Popularity: 8% [?]

Continue Reading...