87 Parties for Legislative Election?
In 2009, Indonesia will hold executive election to choose its next President and Vice-President, though it must be proceeded by Legislative election first (supposedly held in 5 April 2009, according to Indonesia.go.id)
Now, now, the problem occurs if you’re reading this list. That is official list of registerd local parties which will participate in our upcoming legislative election. 87? Doesn’t it sound too absurd? In 2004 we had about 24 parties participated, and I didn’t participate in the legislative election. I don’t know anything about the candidates, I eventually decided not to give my voice to anyone. Others can do. I’m only worth 1 vote anyway.
Anyway, scroll down the list, and you could see the silliest party name ever:
31. PARTAI KARYA PELITA SOEHARTO
K : PANDARA HR
S : SALADIN PADANTA RANGKUTI
B : MURSIN
Bekasi Regensi II, Jl. Cermai V No. 9, Cibitung- Bekasi
Telp/HP : 081585456095, 08161633235
Partai Karya Pelita Soeharto. If you could speak in Indonesia language, you probably say “WTF”. It’s literally means “Soeharto’s Pelita Works Party”. Pelita could mean two: either it’s Soeharto’s famous “Pembangunan Lima Tahun (Five years development)” or it means “Heart”. It’s basically micro… err… nano party. I think it’s not matter of importance, at least they popped out with some nonsensical name anyway.
Anyway, I don’t think I will participate in legislative election, since many of the candidates actually bought degree from universities because they are mostly no-brainer and think could be elected if having fake Ph. D. I really loathe this practice, I’m still struggling to get my Bachelor degree, and these retards, they are purchasing degree to be elected. Hello?
Oh well, for your information, the salary of legislative here reaches $70,000 per year. Basically, if you’re too lazy to work, and you’re cunning, be an Indonesian legislative member. You will be paid handsomely to sleep during assembly.
_________
Seperti yang sudah kita ketahui, tahun 2009 nanti kita akan mengikuti pemilu pemilihan presiden. Suatu pesta demokrasi yang tampaknya sudah ditunggu berbagai kalangan yang menantikan perubahan. Tadinya saya berencana untuk mengulas calon presiden dan parpolnya satu-satu karena saya yakin ini akan bisa membuat saya mengerti politik lokal lebih baik (saya agak awam dalam politik lokal, jujur saja).
Tapi kayaknya ngga deh, pada saat saya mencari informasi di internet mengenai parpol, hasilnya tidak disangka: sudah ada sekitar 87 Parpol yang terdaftar dalam Departmen Hukum. 87? 87???? Padahal tahun 2004 saja, parpol yang berpartisipasi “cuma 24“. Dan sekarang cuma mereka naik hampir 3,5x lipat. Oh ya, ada satu partai yang punya nama anomali abis:
31. PARTAI KARYA PELITA SOEHARTO
K : PANDARA HR
S : SALADIN PADANTA RANGKUTI
B : MURSIN
Bekasi Regensi II, Jl. Cermai V No. 9, Cibitung- Bekasi
Telp/HP : 081585456095, 08161633235
Partai Karya Pelita Soeharto. Masya allah. Nama yang pintar sekali. Sangat pintar sampai saya tidak bisa berkomentar lebih jauh lagi. Suatu ke-absurd-an yang luar biasa. Oh ya daftar parpol pemilu ini juga kurang bagus karena parpol-parpol tersebut tidak punya situs sendiri, jadi kita belum bisa mendapatkan informasi terlalu banyak kecuali nomor telepon mereka. Kira-kira mereka bisa menggunakan wordpress ngga ya?
Saya pernah membaca suatu teori saat kuliah di semester lalu, bahwa terlalu banyak parpol bukan indikasi baik perkembangan demokrasi suatu negara. Justru banyaknya parpol menunjukkan adanya persaingan perebutan kekuasaan yang luar biasa parah. Hal ini disebabkan tingkat kepercayaan rendah dari publik pada pemerintah. Tanya kenapa.
Karena tidak semua partai tentunya berpartisipasi dalam pemilu presiden dan wakil presiden, saya rasa sebagian besar akan tereliminasi pada pemilu legislatif 2009 (yang katanya diharaakan akan diselenggarakan 5 April 2009). Tapi perkembangan ini terlalu mengejutkan. Saya tidak yakin saya akan berpartisipasi dalam pemilu legislatif, soalnya saya tidak kenal sama sekali anggota DPR yang bakal jadi wakil kita di pemerintahan.
Alasan lain? Yaah, yang paling utama sih saya trauma dengan kasus pembelian Ijazah yang marak di negeri ini. Lulusan SD saja apakah bisa jadi politikus?
Mungkin kedepannya saya akan lebih banyak membahas mengenai politik lokal, soalnya saya ingin mengetahui siapa saja calon-calon yang akan tampil, dan apakah mereka cukup kredibel untuk dipilih. Semoga ada yang kredibel. Semoga.
Referensi:
Daftar Sementara Parpol 2007
KPU Temukan Indikasi Jual Beli Ijazah Caleg
Pemilu Legislatif Diharapkan 5 April 2009
Popularity: 16% [?]
Tags: election, Indonesia, local politicRelated posts
Subscribe to this blog's RSS feed







