Google
 

[Book] Laporan Road Show Gagas Media

Calvin Michel Sidjaja on June 23rd, 2008

Pada 21 Juni 2008 saya mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Cirebon. Seperti yang saya tulis di postingan ini, saya berkesempatan ikut acara talk show yang diselenggarakan atas kerja sama Gagas Media dan beberapa stasiun di Cirebon. Acara ini tampaknya rangkaian dari acara Road Show Gagas Media untuk mempromosikan buku-buku terbarunya. Saya merasa beruntung karena boleh berpartisipasi dalam acara ini.

Tragedi pertama dimulai saat saya pergi ke bandung dengan Cipaganti Travel yang datang menjemput saya pada pukul 07.30, karena waktunya sangat pagi, saya tidak sempat sarapan dan hanya minum ensure. Ya sudahlah tidak apa, pikir saya, toh Ensure cukup mengenyangkan dan bisa menjadi ganjalan sementara. SALAH BESAR.

Entah bagaimana ceritanya, entah apa yang terjadi dengan perut saya, tapi saya mabok darat… selama enam jam. Wah mengerikan. Mengerikan. Mengerikaaaaaan. :(( Setiap kali perut saya terguncang karena tikungan, kepala ini rasanya mau pecah, dan seluruh isi perut tampaknya bersiap keluar. Dan itulah yang terjadi, saya benar-benar tidak enak pada Cipaganti Travel dan seluruh penumpang yang ada bersama saya, ya saya muntah berkali-kali, dan tentunya itu sangat menganggu kenyamanan. Beruntung mereka cukup baik dan mengerti kondisi saya, beberapa memberikan minyak kayu putih, permen jahe, dll. Anda tak akan mau tahu fakta agak menjijikan lain yang tak patut diceritakan di blog ini.

Setelah perjalanan 6 jam yang terasa seperti pelanggaran HAM dan pembunuhan pelan-pelan, akhirnya saya sampai di hotel Zamrud dan disambut oleh mbak Resita dari Gagas Media yang dengan baik hati menyediakan saya makan siang berupa nasi dan sayap ayam dari Wendy’s. Setelah beristrahat sejenak jam 15.40 saya pergi ke Radio Gratia Cirebon, dan disambut oleh Nunu, yang tengah mewawancarai mbak Ita Semiring dan Christian Simomora.

Selepas dari Radio Gratia, kami lalu pergi ke Kis FM dan disambut oleh mas Emi yang abis main Futsal. Mungkin karena mas Emi masih cape abis main futzal, dia baru ngeh kalau dia ngewawancarain mbak Ita dan mas Christian yang sebenarnya sudah cukup menghasilkan banyak novel.

Pada jam 18.00 kami lalu diwawancarai oleh Henny dan Icha dari Hitz FM, berhubung kondisi tidak memungkinkan kami pergi ke stasiun radio, kami diwawancarai dengan alat perekam.

Bagaimana dengan substansi wawancaranya sendiri? Substansi yang ditanyakan tidak jauh berbeda satu sama lain, seperti bagaimana inspirasi novel kami berasal, bagaimana pengalaman penerbitan novel kami, dan lain sebagainya.

Saya sendiri menceritakan bahwa saya pertama kali menulis karena cerpen pertama saya dari guru SMU saya dicap “plagiat”. Kata-kata itu membuat saya terbakar dendam lalu memutuskan untuk membuktikan diri bahwa saya bukan seorang plagiator, saya seorang penulis yang membuat cerita original.

Saya juga menceritakan pengalaman saya menerbitkan Jukstaposisi, seperti bagaimana naskah saya ditolak oleh Elex Media, atau dikirim ke Grasindo tanpa ada balasan, dan akhirnya saya ditawari untuk diterbitkan oleh Gagas Media. Bagi teman-teman yang sudah mengenal saya dan proses penerbitan jukstaposisi, tampaknya tidak ada hal yang terlalu baru untuk diceritakan, toh pada dasarnya acara ini adalah bagian dari promosi penulis.

Mas Christian dan mbak Ita Sembiring juga adalah penulis novel yang sangat-sangat produktif. Sebagai catatan, mas Christian telah menulis sekitar 6 novel, dan mbak Ita Sembiring sekitar 9 novel (novel kesepuluh sedang atau sudah diterbitkan nih mbak?).

Setelah kegiatan yang cukup melelahkan selama seharian, kami lalu mengisi perut dengan makan di Top, wisata kuliner, sebuah food court yang memiliki berbagai makanan. Bodohnya saya terlanjur memesan nasi goring ayam kripsi, padahal salah satu makanan yang saya incer adalah Empal Gentong atau nasi Lampang. Tapi tidak apa-apalah soalnya saya bisa nyicip-nyicip dari makanan teman lain.

Hari ini saya juga berkenalan dengan teman-teman baru dari tim gagas media, yakni Resita, mas Eko, Amel, mas Arifin, mas Christian, mas Roy, mbak Ita beserta suami dan anak-anaknya. Sebagai penyegar suasana, saya membawa tarot, hehehe, tebak saja apa yang terjadi :D.

Esoknya, 22 Juni 2008, setelah semalaman tidak bisa tidur karena sekamar dengan Christian yang ngorok dengan tingkat kebisingan +/- 30 db sepanjang malam, saya sarapan dengan teman-teman lalu jam 8.30 AM pergi ke Daya Bumi FM, kami diwawancarai oleh Nata sekitar satu jam, lalu setelah itu kembali ke hotel, menunggu untuk berangkat ke acara Diskusi Budaya yang diselenggarakan di Gramedia Cirebon.

Acara dimulai pada pukul 13.30, setelah kami makan siang di food court bersama teman-teman lain.

Acara berlangsung cukup lancar, MC memperkenalkan nama kami dan karya-karya yang kami tulis. Mba Ita dan mas Christian tentu sudah cukup tidak asing di kalangan pembaca karena mereka sudah menghasilkan banyak novel.

Diskusi menjadi seru karena ada seorang sastrawan bernama Alwy yang mengungkapkan pendapatnya mengenai perkembangan sastra Indonesia, dan pengaruh komik Jepang yang sangat kuat di kultur pop remaja. Alwy mengatakan bahwa remaja jaman sekarang menulis tanpa mengindahkan peraturan yang ada dan membuat sastra tidak serius.

Kami menjawab bahwa memang terdapat pergeseran sastra di Indonesia. Kultur tulis menulis yang tadinya dimiliki hanya oleh sekelompok orang sekarang bisa dilakukan oleh siapa saja, kesempatan menjadi penulis sekarang menjadi lebih besar dibandingkan masa sebelum-sebelumnya.

Berhubung saya sudah lumayan lelah dengan diskusi yang agak berat, saya tidak bisa menuliskan seluruh isinya, mbak Ita lebih banyak menjawab di sesi pertanyaan ini, Beliau juga pernah beberapa kali berbicara di Belanda mengenai sastra Indonesia. Berhubung saya sudah lost dan lebih mikirin kapan acara berakhir saya pasang muka nyimak, padahal sebenarnya konsentrasi ada di tempat lain. :D

Acara berakhir pada pukul 15.00, dan kami pulang ke Jakarta, nuansa perjalanan cukup meriah karena mbak Ita memiliki stok humor yang tampaknya mendekati tak terhingga, saya juga senang karena beliau menceritakan pengalaman hidupnya di Belanda, dan bagaimana akhirnya dia memutuskan untuk tidak menerima Green Card Belanda.

Saya rasa itu saja yang bisa diceritakan, tidak ada yang terlalu istimewa dalam acara ini untuk orang lain, tapi acara ini cukup istimewa untuk saya, karena bisa mengobati trauma saya yang mendapat B pada ujian skripsi kemarin, dan ini pengalaman pertama saya tampil menjadi pembicara di diskusi budaya. :D

Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada pihak Gagas Media: mbak Resita, mbak Amel, mas Eko, mas Arifin, dan mas Roy yang membuat saya mendapat pengalaman baru selama dua hari kemarin.

Foto-foto belum bisa diupload karena bandwidth dan kecepatan terbatas, saya akan mengupdate postingan ini nanti setelah saya pulang ke rumah :D.

Popularity: 21% [?]

Tags:

Related posts

Subscribe to this blog's RSS feed

Free Web Hosting

Your Ad Here

[Book] Diskusi Budaya di Gramedia Cirebon, 22 Juni 2008

Calvin Michel Sidjaja on June 16th, 2008

Pagi ini saya menerima telepon dari Gagasmedia untuk mengkonfirmasikan transportasi yang akan saya pakai untuk ke Gramedia Cirebon. Hah Cirebon? Ya, saya baru tahu kemarin kalau saya… jadi pembicara diskusi Budaya di Gramedia Cirebon pada 22 Juni 2008, dengan kata lain, hari minggu nanti.
Berikut ini iklan yang tersebar di milis-milis (yang tak sengaja saya temukan […]

Popularity: 27% [?]

Continue Reading...

Simbol-Simbol Dalam Jukstaposisi

Calvin Michel Sidjaja on April 29th, 2008

Beberapa waktu yang lalu, teman saya sempat menanyakan saya mengenai cerita Jukstaposisi. Seperti yang saya duga, ia menanyakan mengenai simbol-simbol yang saya gunakan dalam cerita tersebut. Berhubung penjelasan secara lisan tampaknya kurang efektif, maka saya putuskan untuk membahas buku saya sendiri.
Seperti yang saya katakan sebelum-sebelumnya. Jukstaposisi adalah novel “what if…”, benar-benar suatu cerita yang saya […]

Popularity: 25% [?]

Continue Reading...

Diskon Buku Import di Gramedia Jl. Ir. Haji Djuanda/Merdeka

Calvin Michel Sidjaja on April 10th, 2008

Ah diskon, saya paling cinta dengan kata-kata tersebut. Bunyinya bahkan jadi terdengar tambah indah kalau pake kata “buku import”.
Setelah berlelah-lelah mengsurvey harga laptop di BEC, saya pergi ke Gramedia yang ada di seberang BEC, dan iseng-iseng melihat ada sale buku import di Gramedia, mulai dari harga sekian: Rp. 12,000, Rp. 24,000, Rp. 36,000 Rp. […]

Popularity: 14% [?]

Continue Reading...

[Book] dan Hujan Pun Berhenti

Calvin Michel Sidjaja on April 5th, 2008

Pada 4 April 2008, saya berkesempatan untuk ke Paris van Java dan membeli buku yang sudah lama saya incar: Dan Hujan Pun Berhenti.
Novel ini ditulis oleh Farida Susanty yang namanya mungkin tidak asing lagi bagi kita, karena pada tahun 2008, Farida mendapatkan penghargaan “Penulis Muda Berbakat” dari Khatulistiwa Literary Awards 2007. Terus terang sudah lama […]

Popularity: 15% [?]

Continue Reading...

Ayat-Ayat Cinta - Novel Pengecut?

Calvin Michel Sidjaja on March 25th, 2008

Tadi ngga sengaja iseng-iseng ngobrol dengan David di YM, dan kita ngobrolin ayat-ayat cinta. Baru tahu saya kalau Ayu Utami memberikan vonis bahwa Ayat-Ayat Cinta adalah Novel pengecut, dan dibalas dengan bereneka ragam, misalnya “Ayu Utami sirik ama sastra islam”, “ga obyektif”, dll.
Terus ada lagi komentar dari Ahmadun Yosi Herfanda bahwa AAC adalah puncak dari […]

Popularity: 14% [?]

Continue Reading...

Ayat-Ayat Cinta, Kok Filmnya Dalam Bahasa Indonesia?

Calvin Michel Sidjaja on February 25th, 2008

Tampaknya blogosphere di Indonesia sedang heboh dengan peluncuran film Ayat-Ayat Cinta. Kemarin saja di dashboard wordpress.com yang memantau blogosphere wordpress berkonten Indonesia, ada 4 postingan bertitel Ayat-Ayat Cinta. Kenapa heboh? Soalnya filmnya sudah keluar di Internet. Kebobolan atau disengaja nih? Secara nama file-nya .vob (format DVD). Anda menggoogle dengan string ”Download film Ayat-ayat cinta” saja akan […]

Popularity: 22% [?]

Continue Reading...

Crazy Discount From Periplus

Calvin Michel Sidjaja on February 6th, 2008

Ah what a happy day. Just today I went to college and found out some book shops opened one-day stands in our Plaza because today was a book festival. One of them is Periplus, a well known book chain store that usually selling japanese translated books (they have a lot books published by Tuttle)
Anyway, I […]

Popularity: 19% [?]

Continue Reading...

Macet 40 Menit Menuju Gramedia Matraman

Calvin Michel Sidjaja on January 7th, 2008

Pada tanggal 2 januari kemarin saya bersama keluarga sepupu saya berkesempatan mengunjungi toko buku Gramedia yang baru dibuka di jalan Matraman. Pada waktu kami menuju toko buku tersebut, terjadi kemacetan yang amat sangat parah, kami stuck sekitar 40 menit di jalan raya. Ada sekitar 3-4 kilometer deretan mobil parkir di sepanjang jalan menuju Gramedia Matraman […]

Popularity: 17% [?]

Continue Reading...

Jukstaposisi: Cerita tuhan Mati | Juxtaposition: Tale of Dead god

Calvin Michel Sidjaja on October 19th, 2007

ISBN 9789797801779
Harga: Rp. 30.500,00
Ini adalah catatan mengenai proses penerbitan novel pertama saya yang diterbitkan gagas Media pada oktober 2007.
Popularity: 19% [?]
Tags: Book

Related posts

[Book] Laporan Road Show Gagas Media (9)
[Book] Diskusi Budaya di Gramedia Cirebon, 22 Juni 2008 (6)
[Book] dan Hujan Pun Berhenti (1)
Simbol-Simbol Dalam Jukstaposisi (12)
Macet 40 Menit Menuju Gramedia Matraman (5)
Gerakan Kritisme Kekristenan Dalam […]

Popularity: 19% [?]

Continue Reading...