Google
 

[Misc] Jangan Remehkan Atap Bocor

Calvin Michel Sidjaja on January 30th, 2008

Seminggu di Jakarta ternyata menimbulkan (sedikit) malapetaka saat saya kembali ke bandung. Pasalnya, saya menemukan kejutan yang amat tidak menyenangkan pada saat pulang ke Bandung: Atap kamar saya bocor, dan setengah dari tempat tidur saya basah! Awalnya saya tidak ngeh apa yang terjadi karena memang atap saya “agak” bolong, tapi selama ini belum pernah ada tetes air yang masuk ke kamar. Tapi ternyata, selama saya liburan ke Jakarta, ternyata Bandung hujan terus menerus sehingga atap tersebut akhirnya lapuk dan alhasil, setiap kali hujan, kamar saya kena tergenang air setetes demi setetes. Lebih gilanya lagi, listrik saya semua dalam keadaan menyala. Untung saja tidak ada korsleting!

Pengurus kos saya lalu mengatakan bahwa papan atap kamar memang sudah sangat lapuk karena air hujan. Setelah sedikit bla-bla-bla singkat, pengurus kos saya merekomendasikan untuk menghancurkan papan yang lapuk tersebut. Setelah mengalasi semua perabot kamar dengan koran, saya lalu melihat adegan demi adegan dimana papan kamar saya dijatuhkan dan menghasilkan puing-puing debu ke seluruh sudut kamar. Rasanya pengen pingsan beneran. :((

Selama dua hari saya menunggu agar kamar saya dibereskan, dan saya berpindah ke kamar lain untuk sementara waktu. Untungnya kondisi kamar saya sudah kembali seperti semula, tapi dua hari terakhir saya benar-benar merasa sedang mimpi buruk. (foto-foto menyusul)

Moral dari cerita ini adalah: jangan remehkan atap bocor, beneran. Jangan menunggu sampai atap rumah anda lapuk dan akhirnya gampang hancur seperti cerita tragis saya, jika bisa dicegah, cegahlah, sangat tidak enak mengalami hal seperti ini.

Koneksi internet saya juga baru saja beres, sehingga saya baru mulai bisa mengupdate blog ini, sayangnya saya kehilangan momentum untuk menulis opini saya tentang kematian Soeharto. Di Kompas hari ini juga ditulis bahwa aset negara yang dikorup Soeharto adalah yang tertinggi diantara 10 besar koruptor dunia senilai 10-35 milyar us dollar.

Untung bukan saya sendiri yang membenci Soeharto, saya tidak bersedih sedikitpun saat dia meninggal. Justru sangat menyayangkannya, dua minggu siksaan untuk dipaksa hidup menurut saya kurang lama, mengingat pelanggaran ham yang ia lakukan saat dia hidup.

Popularity: 14% [?]

Tags: , ,

Related posts

Subscribe to this blog's RSS feed

Free Web Hosting

Your Ad Here