Beberapa waktu yang lalu, teman saya sempat menanyakan saya mengenai cerita Jukstaposisi. Seperti yang saya duga, ia menanyakan mengenai simbol-simbol yang saya gunakan dalam cerita tersebut. Berhubung penjelasan secara lisan tampaknya kurang efektif, maka saya putuskan untuk membahas buku saya sendiri.
Seperti yang saya katakan sebelum-sebelumnya. Jukstaposisi adalah novel “what if…”, benar-benar suatu cerita yang saya comot dari novel saya yang belum selesai, itu sebabnya masih banyak karakter yang belum muncul, atau kalau muncul pun, role-nya masih sedikit.
Bagi anda yang belum atau mau baca Jukstaposisi, hati-hati yah, soalnya mungkin ada spoiler. Tapi kalau anda sudah selesai membaca, mungkin artikel ini bisa menjawab pertanyaan di benak anda. Selamat membaca!
Karakter
Ashra Trivurti. Ashra bisa berasal dari kata Asura, atau Asra. Artinya bisa berarti “Setan” atau “Sepuluh”.
Nenek Vahni. Vahni berasal dari kata Sansakerta artinya Api.
Silma Syailendra. Silma berasal dari kata dalam bahasa Finnish yang artinya “mata”. Syailendra tentu saja, referensi dari keluarga Syailendra yang menciptakan Borobudur.
Chhya. Ini merupakan imajinasi saya sendiri. Di dunia Enshao
Anadi, ada satu tuhan yang merupakan pemilik Cahaya. Namun cahaya tidak
bisa selamanya terang, harus ada Waktu, harus ada siang dan malam.
Chhya menjadi cahaya milik kegelapan, dan Shilma menjadi cahaya milik
terang. Keduanya menyimbolkan yin dan yang. Ada kegelapan dalam cahaya,
dan ada cahaya dalam kegelapan.
Noah Saintclear. Karakter penting dalam cerita asli dunia Énshäo Anadi yang muncul sebagai karakter tambahan. Nama dia berasal dari kata Noir yang artinya hitam.
Lufian Saintclear. Saudara milik Noah Saintclear yang belum sempat masuk dalam cerita ini. Arti namanya adalah Cinta.
Rion Shigami . Karakter penting juga dalam cerita asli Enshao Anadi. Arti nama keluarganya adalah “tuhan yang sesungguhnya”. Nama depannya berarti “dendam tersembunyi”
Marya Yeshwa. Marya, tentu saja, Maria. Dan Yeshwa adalah nama aramaic dari Yesus.
Leonore Koehler. Mahasiswa Indonesia-Jerman, generasi ketiga. Mahasiswa Psikologi dan magang di St. Lucas.
Fransesco Clement. Suster kepala sekolah St. Lucas. Memiliki otoritas tertinggi di seluruh sekolah. Suster super galak. Akan menjadi karakter penting di cerita berikutnya.
Jasmon Jonada. Dianagramkan dari Somnia yang berarti Tidur. Dan Adonai yang berarti tuhan. Putra Malam. Hypnos, dewa Yunani, dewa yang membuat dewa lain tertidur.
Tuhan Para Mimpi. Dalan bahasa tuhan yang saya ciptakan, dia dipanggil Oshavaad. Simbolisme dari Morpheus, anak dari Hypnos, dewa mimpi.
Pintu. Phantasos. Salah satu dari Oneiroi, saudara dari Morpheus.
Tuhan yang membuat mimpi buruk. Phobetor, salah satu Oneiroi, dan memang muncul dalam mimpi manusia, menciptakan mimpi buruk.
Itwasha Aiv Lletwaveh. artinya
air hidup. Simbolisme dari air hidup, tuhan pencipta kehidupan. Mengenai
tuhan ini, akan dibahas lebih banyak di Enshao Anadi.
Bhumi. Ibu Pertiwi. Secara historis, bumi diindetikkan dengan perempuan.
Kala. Waktu. Salah satu personifikasi waktu adalah pria tua berjenggot panjang, dan sering dipanggil sebagai Chronos (awas, bukan Chronus). Kala adalah bentuk tua (archaic) waktu dalam bahasa Indonesia dan cukup jarang digunakan.
Sigmund Freud. Dikenal sebagai bapak dari Psikoanalisa, muncul sekilas saat Silma merasa dia gila.
Objek, Tempat, Konsep
Bola Mata yang Dimakan Ashra. Wadjet. Mata penglihat segalanya, referensinya adalah mata milik Horus dan juga mata yang muncul di piramid Illuminati.
Kronopolis. Harafiahnya adalah “Kota Waktu”. Berasal dari kata Chronos (waktu)+Polis (kota). Dalam novel ini, menggambarkan dunia tuhan.
Causa Prima. Simbolisme mengenai tuhan tertinggi yang merupakan pencipta pertama segala sesuatu.
Sungai yang membuat lupa. Referensi dari Sungai Lethe, sungai yang membentang di Hades, dan memang bisa membuat lupa.
Naga. Referensi dari Leviathan, salah satu dari empat makhluk yang memanggul dunia (mitologi Iran).
Diehvaiivimer. Bahasa yang dimiliki tuhan, yang direferensikan di novel ini sebagai Anadi. Tidak ada yang mengerti susunan gramatikalnya. Simbolisme dari Bahasa Adamik. Bahasa ini adalah setengah constructed. Diciptakan dengan pengaruh bahasa Hibru dan bahasa perancis.
TEMPLI OMNIVM HOMINVM PACIS ABHAS. Tuhan segala kedamaian di dunia. Disingkat menjadi Temp. ohp. Ab. Dibaca terbalik adalah Baphomet. Dewa yang membelah bulan dan bintang.
Cawan. Salah satu referensi kitab wahyu, dimana pada akhir jaman, tuhan menumpahkan murkanya ke dunia.
Borobodur. Borobodur memiliki tiga tingkat, Kamadhatu, Rupadhatu, dan
Arupadhatu. Pada tingkat tertinggi, stupa tidak berlubang dan melambangkan kesempurnaan. Tapi ini juga bisa berarti, apa yang berada dalam stupa itu, tidak mau mau melihat hal lain selain dunia luarnya.
Sefira. Sefirot, Kabbalah. Salah satu konsep kosmologi tertua yang dilahirkan oleh orang Yahudi. Dalam novel ini, menjadi jalan bagi Ashra untuk menjadi tuhan. Akan dibahas lebih lanjut lagi di Enshao Anadi.
Shatkona. Heksagram. Lambang kesempurnaan pria dan wanita, simbol lahir milik Ashra. Nantinya akan hilang dan digantikan Wadjet (mata penglihat segala)
Tuhan Mati = Tuhan Sempurna?. Dalam dunia ciptaan saya. Ada dua dunia, yakni dunia tuhan dan dunia material. tuhan dan Manusia tidak hidup di dunia yang sama. Namun keabadian tuhan membuat mereka terperangkap dalam dunia tuhan mereka sendiri. Kenapa demikian? Karena diatas dunia tuhanada suatu tempat yang melahirkan segalanya, tempat dimana segala Ada dan Tiada bercampur menjadi satu, dan bermanifestasi menjadi nyata di dunia tuhan dan dunia material. Dalam pemikiran saya, tempat ini bernama Nihil. Konsep ini muncul dalam cerpen Kenangan di Atas Awan dan Sancti.
Simbol-Simbol Pemisah
Jujur saja, saat saya menulis novel ini, saya juga sempat kesulitan mengikuti track cerita saat muncul tiga dunia yang berbeda. Untuk mengatasi itu, saya bereksperimen menggunakan pemisah-pemisah berbeda tergantung setting tempat.
)+( = Melambangkan pergantian tempat, yakni dunia tuhan
)-( = Melambangkan pergantian tempat, yakni dunia mimpi
)o( = Melambangkan saat Ashra masuk ke dalam Sefira untuk menemui ujiannya menjadi Anadi.
Akhir kata, moga-moga dengan postingan ini anda bisa lebih memahami novel Jukstaposisi.

Judulnya: Membuka Rahasia Diri
…ya Vin? Haha
heh?? ngga kok, judulnya… masih rahasia
Wah ternyata si Calvin nulis buku, udah lama kayaknya yah?
Nanti kita cek di Gramedia, bulan depan sudah di Indonesia.
Aaah, gue suka bgt tu lo jelasin arti nama2 tokoh2 n tempat2 di novel lo vin!
Believe it or not, i haven’t bought ur book yet! Soalnya gue uda puas dgn lo mnjdkan gue org yg baca buku itu sblm lo krm ke lomba DKJ…hohohoho
@yuki
iya, dari tahun lalu, sayang tidak mendapat atensi yang cukup, maklum, kebanyakan orang tidak terlalu suka sesuatu yang tidak mainstream
@edna
hahaha dasar, tapi sekarang loe ngerti kan?? Ngomong2, gw ga nulis semua informasi yang ada karena gw masih nulis Enshao Anadi
Ah, saya sih suka malah yang berbeda, ceritanya agak unik kalau baca-baca resensinya di blog ini.
Sepanjang ada di toko buku sih pasti saya cari.
hehehe terima kasih yuki, ngomong2 saya baru tahu kalau yuki kuliah di jepang!
[...] PS: (08/05/01): Jika anda ingin tahu simbol-simbol yang saya gunakan di novel ini, coba baca postingan ini. [...]
kalo yg penanda prgantian tempat itu gw tahu, tapi kalau arti2 namanya ga semua gw tau. ckkckck banyak sekaliii. apalagi tar yg berikutnya. hati2 pusing :p
@ana
waah benarkah? btw beneran loh, itu gw bikin murni karena gw sendiri emang pusing dan berusaha mengeksplorasi kemungkinan2 yang tidak dipikirkan sebelumnya dalam nulis novel.
Whoa. Calvin,gw uda baca jukstaposisi. Tipe novel yg ga-segampang-itu-dimengerti,tapi ko nempel di tangan gw? ga bisa dilepas. hehe. pgnnya baca terus. Oia,baca arti karakter di blog ini ngasi pencerahan bgt..hoho. I’m waiting for the next lho!
@retta
waah makasih loh sudah baca, moga2 panduan ini membantu. hehehe.
k’calvin,,,
novelmu memusingkan sekali,,,
baru kli ini aq baca nvl tapi kebingungan,,,
@chyan
terima sudah baca, moga2 itu bukan hal negatif, semoga anda menikmati jukstaposisi, karena novel berikutnya akan… tunggu aja deh :p
[...] bahwa saya terpengaruh Kabbalah dalam pembuatan novel itu, ya, saya mengakui saya cukup banyak terpengaruh oleh Kabbalah, kosmologi, dan mitologi timur tengah pada saat pembuatan novel itu (ditambah mitos [...]
Dear Calvin,
Saya telah membaca beberapa artikel anda, dan saya menangkap kesan bahwa anda banyak sekali membaca dan mengolah informasi di dalam pikiran anda dengan logika-logika dan analisa-analisa sejauh yang anda pahami.
Menurut saya, lebih baik anda telusuri semua penulis buku yang anda baca tersebut mendapatkan ide buku yang ditulisnya tersebut dari mana ? Mereka belajar apa ? Berguru pada siapa ? Bagaimana cara belajarnya ?
Dengan kata lain, belajarlah mengenai cara belajar = learning how to learn
Kenapa ?
semisal,
1. Agama Hindu – BAgaimana bisa tercipta Kitab Agama Hindu, kalau pengetahuan jaman sekarang lebih canggih dari jaman dulu ? Darimana mereka mendapat pengetahuan tersebut ? Bagaimana caranya pengetahuan tersebut diperoleh ? Hingga bisa tetap dipegang oleh orang yang percaya hingga sekarang.
2. Agama Budha, sama juga dengan komentar saya mengenai Agama Hindu… Bagaimana caranya pengetahuan tersebut diperoleh ? Hingga bisa tetap dipegang oleh orang yang percaya hingga sekarang.
3. Kongfuism, sama juga Hindu, Budha, Kristen dan Islam, Yahudi dan apapun agamanya dengan doktrin mereka masing2
Dengan kata lain, saya menyarankan (kalau boleh) agar anda mencoba untuk “menyelami” asal-usul agama dengan tidak menggunakan logika. Rata-rata mereka (pembawa agama) adalah menciptakan logika ! Jadi kita harus keluar dari kotak logika dan data empirik yang bersifat materiil)untuk bisa memahami “sudut pandang” yang sesungguhnya dari semua agama tsb di atas.
Saya ingatkan bahwa setiap pembawa agama “menciptakan” pola logika dan kebenaran masing2. Kalau dibanding2kan, saya yakin nggak akan pernah selesai.
Jadi “mencobalah untuk keluar dari “kotak logika”". Carilah kebenaran dengan “penyaksian / SEEING” anda tentu lebih tahu mengenai ungkapan ini”
“seeing is believing, even it is not make a sense”
not make a sense yet !
Semoga bermanfaat.
Salam Sahabat
saya melakukannya kok, saya mempelajari mitologi komparatif dan secara tidak langsung mempelajari teologi komparatif.
kesimpulan saya? agama yang paling universal dan masuk akal adalah Buddha.
Klo aku bilang calvin udah bagus koq mencari-cari informasi, pengetahuan mengenai agama-agama. itu usaha yg patut diacungi jempol calvin!
namun, aku blg pdpt dr sahabat itu bs dipertimbangkan vin!inti pdptnya kan bhw kamu memandang sgl sesuatu mnrt cara pandangmu(akal)mu aja buktinya kamu ngmng bhw:”agama yang paling universal dan masuk akal adalah Buddha.”
ini kan artinya kamu hny menggunakan akal/logikamu aja bkn bdsrkn akal/logika yg ditawarkan oleh para pembw agama! sdgkn mksd si sahabat kamu hrs bs mengikuti alur pemikiran (logika) dr para pembw agama utk bs menyelami agama2 itu!
ada baiknya dirimu mulai skrg bs melihatny dr kacamata ajaran2 para pmbw agama tsb bkn bdsrkn penilaian2mu(msk akal/tdk)
terima ksh calvin..
oh,iya calvin di sini aku bicara dalam posisi aku mau mjd sahabatmu,jd klo kamu ada kesulitan2 aku pasti mau membantu kamu.
salam,
ririn
pada akhirnya, yang penting adalah kita memilih mau melihat dunia dan diri sendiri dari sudut pandang mana, tanpa mengganggu orang lain bukan?
salam
Yup..stuju bgt vin! tidak sampai mengganggu org laen adl tindkn bijaksana & mau mendengar masukan dr org lain utk dipertimbangkan jg suatu kebijksanaan lainnya!
btw ada almt ym ato apalah gt biar aku bs chattingan ama kamu?aku tertarik mjalin hub persahabatan dgmu krn sptny dr tlsn2 di blogmu ini (yg di fb sampe skrg blom bs liat
) kamu pmikir hebat vin!
salam,
ririn