
26 Juli 2008 merupakan hari yang cukup spesial untuk saya, kenapa? Karena hari ini saya diwisuda tentu saja. Saya bangun jam 6.15 pagi, pergi ke kampus jam 7.30 (karena katanya disuruh standby jam segitu) dan tentu saja… foto-foto!
Acara wisuda Unpar ini dimeriahkan oleh tari Merak, upacara Adat khas Sunda dan tentu saja paduan suara mahasiswa Unpar.
Rangkaian pidato pembukaan dari eksekutif Unpar mendominasi acara wisuda ini, karena pidatonya amat sangat membosankan, saya dan teman-teman lebih berkonsentrasi untuk bergosip karena kami masih harus menunggu sekitar 1 jam sebelum acara pelantikan dimulai.
Setelah acara selesai saya keluar dan mencari orang tua saya dan teman-teman lain untuk foto-foto-an, beberapa teman seperti Sari bahkan memberi saya bunga. Saya mendapat total lima bunga dari lima orang teman. Hehehe, makasih ya Sar.
Nah, sekarang saya telah lulus, saya sudah menyelesaikan kuliah empat tahun di Unpar, dan sama seperti Verdinand, saya sendiri masih belum bisa memutuskan saya mau meniti karir seperti apa nantinya. Saya sebenarnya sangat menyukai segala hal yang berhubungan dengan kultur dan bahasa, tapi orang tua saya mengatakan bidang tersebut kurang memberikan profit dibandingkan bidang lain seperti finansial.
Untuk informasi, saya menghabiskan kira-kira 110 juta selama empat tahun hidup di bandung.
Hitungannya kira-kira begini:
Biaya Hidup Bulanan = 1,5 juta x 12 x 4 = 72 juta
Biaya kuliah di unpar = 4-5 juta x 8 = 32-40 juta
Total sekitar 110-120 juta. Pendidikan adalah investasi yang cukup mahal dan memiliki nilai ekonomis untuk jangka panjang. Dalam pikiran saya, kalau saya tidak bisa memberikan minimal 110 juta pada orang tua yang telah membiayai saya, maka investasi mereka di pendidikan masih belum kembali.
Bagaimana kesan saya selama studi di HI Unpar? Wah, susah digambarkan dengan kata-kata. Yang pasti saya sangat bersyukur bisa masuk ke Unpar, terlepas oleh kelambanan birokrasinya ataupun pengalaman tidak enak diajar oleh Dosen-dosen yang ngajar seperti tembok.
Tapi menurut saya, yang utama adalah bukan cuma substansi pendidikannya. Di HI Unpar saya belajar bersosial, belajar bagaimana berinteraksi dengan orang-orang, bagaimana mengenal siapa kawan, siapa lawan, mengenal backstabber, dll. Semua itu menjadi persiapan berguna untuk menghadapi dunia kerja di depannya. Singkat kata, kita diajar berpolitik.
Banyaknya kegiatan di HI unpar seperti prakdip, juga memberikan pengalaman yang tidak bernilai. Saya yakin saya akan mengenang masa-masa kuliah saya sebagai salah satu masa terbaik dalam hidup saya (kecuali skripsi yang dapat nilai B tentunya).
Oh ya, ijazah saya keluar september, birokrasi Unpar terpaksa membuat saya terancam jadi pengangguran selema sebulan. Kalau di kampus anda, apakah ijazah langsung keluar setelah anda wisuda atau memang lazimnya, kita harus menunggu beberapa waktu sebelum akhirnya keluar? Saya berharap sekali ijazah langsung keluar begitu wisuda, tapi tampaknya tidak bisa.
Bayangkan, teman saya kemarin harus mengancam akan melaporkan kelambanan Unpar pada surat pembaca Kompas sebelum akhirnya dia mendapatkan transkrip nilai yang dilegalisir! Prosesnya hanya lima menit, tapi tanpa ancaman tersebut, kami harus menunggu dalam durasi hanya-tuhan-yang-tahu. Lumayan parah, parah, atau parah sekali?
Memang faktanya, ada hal yang harus dibikin repot daripada dibikin mudah, saya rasa itu tidak terjadi hanya di pemerintahan, tapi di Unpar juga ada. :(
Tapi ya sudahlah, moga-moga Surat Keterangan Lulus bisa memberikan saya pekerjaan untuk sementara ini.
Dan akhir kata, sampai jumpa Unpar, Sampai jumpa teman-teman kuliah di HI Unpar. Dunia kecil, jadi kita pasti bertemu lagi, entah kapan. :D


Popularity: 23% [?]
Tags: Misc, UNPARIf you would like to make a comment, please fill out the form below.
congratulation calvin!
mengenai surat ijazah yang keluar lama, HI UI juga mengalami yang serupa..
minggu kemarin semua administrasi sudah lengkap dan ijazahnya baru keluar bulan depan.
tapi lu cepet juga wisudanya ya, gue baru wisuda tanggal 30 agustus (kok lama? tanyakan saja rektor UI)
anyway, mengenai investasi 110 juta itu jangan terlalu dipikirkan terlalu serius..
just find what job do you like..
uang itu pasti akan kembali.. hanya masalah waktu saja..
sekali lagi, selamat calvin!
verdinand -yangtetapbahagiameskipunmendapatstatus
pengangguran
sekali lagi, selamat ya!
Halah, kagak usah diitung juga Vin pengeluarannya, hahahahahaha.
Eniwey busway, selamat yaaaaa Calvinnnnnn :)
@verdinand
sama-sama ver, eh gw ngitung gitu supaya gw ada target pemasukan. sori ini bawaan dari lahir :D
@sari
hehehe thanks ya sar, bunganya udah gw abadikan kok. pengeluaran harus dihitung biar gw tahu harus akumulasi gaji berapa :))
ehehe “mengenal backstabbers”
tapi backstabber bukan cuma ada di kampus, melainkan di setiap tikungan koridor office dll.
salam kenal
ciao
G.H.
unmacchiato.blogspot.com
Selamat selamat…
selamat dah lulus :D
VIIIINNN!!! *hix*
Materi tetep bakal kumpul bareng kan?? Hxhxhxhx..
You’ve been a good friend to me, and I hope we’ll be able to keep in contact ^^ .. walau cuma titip-titipan salam in future books (cihuy! doain gw dong vin.. hahaha)
btw, my blog: http://moush.multiply.com
you did ask xD
lagi bebenah yang lj dulu.. ntar deh gw kasih linknya ^^
Biasalah molor. Di tempatku sih nunggunya dua minggu. Anyway, bisa kok ngelamar tanpa ijazah. Asal jangan ke institusi2 formal apalagi pemerintahan. Atau kalau ragu, tulis aja di lamarannya; ijazah masih dalam proses.
Selamat ya. Dan semoga cepat BEP :)
@ciao italia
terima kasih juga
@mas tedy
makasihh mas :D
@atri
hehehe pasti donk tri, sapa tahu ntar kita jadi novelis. hwahahaha.
@mas brahm
hehe mudah2an gajinya… Euro :)) *halah*
congratulations!!!
hehehe.. semoga terus sukses dalam hidup! jangan berhenti ngeblog ya. hehehe..
:D
[...] doramimiauw 2:49 pm Kalo anda pikir tulisan ini dibuat oleh seorang yang akan diwisuda, anda salah besar. Doramimiauw memang tidak akan diwisuda semester ini berhubung skripsinya belom [...]
Salam kenal… n selamat atas kelulusan Anda. Saya ingin sedikit berkomentar tentang “investasi” pendidikan. Saya setuju dengan teman2 Anda, tentang uang yang telah dikeluarkan oleh ortu jangan terlalu dipikirkan. Mengapa? Itu mah kewajiban orang tua! Kewajiban orang tua “MEMBEKALI” anak dengan ilmu. Seperti elang mengajari anaknya terbang, seperti singa mengajari anaknya berburu mangsa, seperti… Ya, mereka memberi bekal kepada anaknya. Orang tua tidak pernah berinvestasi pada anaknya. Tahu kan bedanya “investasi” dan “bekal”? Lalu, apakah ada kewajiban anak terhadap orang tua? Ada! Dalam Islam, kewajiban anak adalah menghormati orang tuanya (terutama ibu), dan mengurus saat orang tua mereka sudah uzur. Saya kira, agama-agama lain pun akan mengajarkan hal yang sama. Okay… begitu saja, saya hanya ingin meluruskan makna kata “investasi” dan “bekal” dalam pendidikan anak. Paling tidak, itu yang saya pegang saat menyekolahkan anak-anak saya (1 di SMA dan 1 di SMP)…
salam