Google
 

Praktik Diplomasi (bag. 5 - Tamat)

Calvin Michel Sidjaja on November 28th, 2007

Pada 28 November 2007, mahasiswa jurusan Hubungan Internasional Unpar 2004 menghadiri sidang terakhir mata kuliah Praktik Diplomasi di Hyatt Regency, Bandung.

Urutan Acara adalah sebagai berikut:
07.30-08.45: Registrasi, Morning Tea, dan sesi foto
08.45-09.00: Pembukaan oleh Bonggas Adi Chandra, Sekretaris Jurusan Hubungan     Internasional, dan Mira Permatasari, ketua dari Himpunan Mahasiswa hubungan Internasional 2007-2008
09-12.00: Sesi pertama dari sidang Majelis Umum.
*09-15-11.55: Konferensi Pers (sesi pertama)
12.00-13.00: Makan Siang
13.00-15.30: Sesi kedua dari sidang Majelis Umum
*13.15-15.15: Konferensi Pers (sesi kedua)
16.00-16.30: Cofee Break
16.30-17.00: Closing

Setelah menikmati sarapan yang lezat pada morning tea (sandwich dengan daging asap dan sandwich tuna), sidang agenda pertama dimulai pada jam 09.00.

Chairperson seperti biasa, membuka List of speaker dan menanyakan siapa saja delegasi yang ingin berbicara dalam List of Speaker. Namun berbeda dengan sidang pertama, sidang kedua ini diharapkan menghasilkan resolusi. Ada enam draf resolusi yang lolos (diberi nama draf resolusi A-F dengan sponsor yang berbeda-beda)

Chairperson akan selalu bertanya apakah ada mosi yang ingin diajukan pada sidang. Pada sidang ini, delegasi bisa melakukan mosi introducing draft resolution dan mosi amandemen.

Mosi introducing resolution tentu saja, dibutuhkan agar suatu draf bisa dibahas dalam sidang, sedangkan mosi amandemen adalah dilakukan jika suatu delegasi merasa butuh untuk mengubah operative clauses pada suatu draf resolusi.

Disinilah kebosanan besar terjadi. Karena pada sidang kali ini Chairperson selalu bertanya apakah ada mosi pada setiap kesempatan, List of speaker tidak diproses, sehingga sidang ini berkutat pada mosi amandemen yang jumlahnya bisa mencapai 23 kali lebih. Bisa dibayangkan betapa membosankannya bukan? Pada sidang ini nyaris tak ada perdebatan berarti karena dalam sebuah mosi, comment, yield dan right of reply tidak diperbolehkan.

Setelah 3 jam yang amat membosankan, akhirnya final voting dilakukan dan pada agenda pertama, tidak ada resolusi yang keluar karena tidak ada yang resolusi yang mencapai 1/2+1 dari kuorum. Disela-sela sidang, delegasi saya memberikan konferensi pers kepada “wartawan” sehubungan dengan agenda 1 dan 2.

Saya mendapat kesempatan berbicara pada agenda 1 mengenai penurunan anggaran militer, dan cukup berhasil menjawab dengan diplomatis saat dipancing oleh mas Adrianus satu wartawan yang sebenarnya intel dosen killer mengenai apakah Korea Utara menganggap negara tertentu sebagai ancaman.

Jika kita menjawab dengan menyebut negara tersebut, maka kita terjebak, saya menjawab “Korea Utara tidak merasa adanya negara yang bisa kami anggap sebagai ancaman”.

Setelah makan siang yang cukup lezat (beef black pepper, cumi tepung, ayam tepung, nasi goreng jamur, dessert, dst.) sidang dilanjutkan pada jam 13.00

Sama seperti agenda pertama, List of speaker tidak diproses karena semua delegasi melakukan mosi amandemen. Pada agenda dua ini juga, tidak dihasilkan resolusi. Resolusi E yang dipropose dari Liga Arab (Saudi Arabia, Lebanon, Mesir, dan Qatar) nyaris lolos dengan suara 15:15, tapi karena jumlah suara yang dibutuhkan adalah 1/2+1, maka resolusi tersebut gagal diadopsi.

Banyak hal yang saya bisa dapatkan dari mata kuliah praktik diplomasi ini. Yang paling terlihat adalah kita menemukan banyakt teman baru dan musuh baru. Atau kita berada dalam posisi bermusuhan dengan teman baik kita. Kita dituntut menjadi profesional dan tahu kapan harus membawa hubungan personal dalam profesionalitas.

Dalam diplomasi, hubungan interpersonal dan kepribadian tiap diplomat menentukan hasil negosiasi. Tidak jarang ada sebuah negara kecil yang mampu terlihat mendominasi peserta dari negara-negara besar karena memang kecakapan dan kecerdikan dari peserta delegasi tersebut.

Sebaliknya, tidak sedikit ada satu atau dua negara yang seharusnya punya hubungan baik, tapi hubungan mereka jadi jelek karena kepribadian diplomatnya buruk dan tidak diplomatis (misalnya berbicara dengan nada tinggi, atau merendahkan delegasi lain)

Pengetahuan mengenai data menjadi hal penting. Saya beruntung memiliki akses pada hal-hal kecil yang luput dari pengetahuan peserta lain. Misalnya mengenai transparansi. Kami terus menerus mengatakan bahwa kami transparan, dan cukup sulit dipercaya, tidak ada yang mau meng-cross check pernyataan-pernyataan kami, karena sebenarnya, kami menutupi hal yang tidak diketahui orang lain secara diplomatis. >:)

Lalu ada kejadian-kejadian tak terduga seperti pembuatan musuh bersama yang dibutuhkan agar pihak-pihak yang pecah bisa jadi kompak (walau hanya sementara).

Mata kuliah praktik diplomasi ini menghabiskkan  4 SKS (4×134 rb). Saya sangat salut pada kerja keras panita, angkatan 2005 untuk berhasil mengfasilitasi semua kegiatan kami secara gratis. Bayangkan saja, mereka harus membayar biasa sewa gedung Hyatt yang mencapai 23 juta lebih, belum lagi ditambah ini itu, otak, tenaga, waktu, dll., pokoknya saya sangat salut pada panita.

Akhir kata, saya  mengucapkan selamat kepada Mahasiwa jurusan Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan angkatan 2004, dan saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada segenap panitia yang sudah bekerja ekstra keras (dan sudah cukup tabah menghadapi cercaan dari beberapa peserta yang kelewat bawel).

Untuk panitia tahun depan (mahasiswa angkatan 2006), persiapkan ketabahan hati kalian, karena kalian sudah menebak apa yang kira-kira terjadi nanti.

(Foto2 Menyusul!)

Arsip (situs informasi prakdip, perkembangan bisa dilihat disini, btw ini dibikin tanpa sepengatahuan panitia ataupun dosen 8D)

Powered by ScribeFire.

Popularity: 15% [?]

Tags: , , , ,

Related posts

4 Responses to “Praktik Diplomasi (bag. 5 - Tamat)”

  1. gile seru banget..
    jujur aja d tempat gw simulasi sidangnya nggak sekeren itu..
    (apalagi cumi tepungnya)

  2. ntah kenapa, gw sih ngerasa hari2 kuliah akan segera berakhir setelah sidang 2 prakdip kemarin.
    Overall, it was great. We had a memorable time.

  3. JAdi sebenernya lo mau nulis: “…mas Adrianus yang sebenarnya intel…” kan? Huahahahahahaha…

  4. PierreJune 23rd, 2008 at 3:26 pm

    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows XP

    wah sidang prakdipnya ga seperti di HI UPH >.<

    kita baru pertama kali mengadakan sidang diplomasi ini pada tanggal 2 juni 2008 kemaren. dengan agenda rapat “NPT in Middle East”..
    kita dengan 4 sks belajar diplomasi teori dan praktik. tidak sama seperti di UNPAR dimana dibagi menjadi 2 matakuliah yaitu matakuliah diplomasi itu sendiri dan matakuliah praktik diplomasi.. di UPH untuk matakuliah diplomasi pada saat uts kita lebih diberikan ujian tertulis menguji mengenai teori yang telah kita pelajari . dan untuk UAS itulah puncak dari segalanya yaitu “Sidang Diplomasi itu sendiri”..

    yah overall untungnya kami sebagai angkatan pertama di UPH (angkatan 2005) dapat melaksanakan sidang diplomasi untuk pertama kalinya.. meskipun waktu telah mundur 2 - 3 kali..
    hope next year will better than this one.. ^^

Trackbacks/Pingbacks

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>