Google
 

Praktik Diplomasi (bag. 4)

Calvin Michel Sidjaja on November 19th, 2007

Pada 19 November 2007, mahasiswa jurusan Hubungan Internasional angkatan 2004 mengikuti sidang pertama dari dua sidang Praktik Diplomasi di gedung Unpar yang berada di jalan merdeka.

Sidang dimulai pada pukul 9.30-12.00 untuk sesi pertama, dan 13.00-15.30 untuk sesi kedua. Sidang pertama membahas mengenai Reduction of Military budget, dan sidang kedua membahas mengenai risk of proliferation in the Middle East. Sesi pertama sebetulnya agak garing karena pembahasan mengenai reduction of military budget dan transparency adalah hal yang menyangkut sovereignty, dan sebagian besar negara enggan menurunkan military budget-nya.

Delegasi Korea Utara berbicara sekitar 5 kali pada sesi ini. Pada sesi ini juga, delegasi Korea Utara meng-propose Moderated Caucus untuk membahas definisi transparansi yang akhirnya passed. Pada sesi ini, Indonesia juga sangat sering meng-propose moderated caucus, tapi sebagian besarnya failed.

Sidang kedua lebih panas karena akhirnya membahas mengenai nuklir di Middle East. Korea Utara sebagai negara yang pernah mengalami masalah nuklir ternyata mendapat kesempatan bicara sekitar tiga kali. Kita mendapat kesempatan untuk masuk ke List of Speaker dua kali, dan melakukan comment satu kali.

Korea Utara, tidak bisa mencaci maki AS karena hubungan kedua negara sedang baik. Delegasi saya akhirya cuma bisa bicara hal-hal retoris seperti kepemilikan nuklir harus tidak diskriminatif, NPT harus tidak boleh dipengaruhi tekanan dari luar sebagai badan yang kredibel dan independen, dll.

Pada sidang ini, saya bisa mencatat hal penting dalam berdiplomasi.

Pertama, hubungan interpersonal antara delegasi memang sangat mempengaruhi. Saya tidak mau bekerja sama dengan beberapa delegasi lain karena alasan sederhana, mereka tidak bisa berdiplomasi dan kepribadian mereka menyebalkan.

Kedua, dalam membuat moderated caucus, harusnya delegasi membicarakan rencana tersebut di luar sidang agar peserta lain bisa mempersiapkan substansi yang akan dibicarakan. Banyak moderated caucus gagal di-approve karena sedikit sekali yang “in favour”. Tapi lebih banyak lagi yang abstain. Hal ini bisa menyimbolkan beberapa hal: antara moderated caucus tidak dibutuhkan, delegasi belum mempersiapkan bahan, atau delegasi yang di ruang sidang malas.

Sebagai catatan, di ruang sidang nyaris tak ada ventilasi, dan saya rasa kami semua mengalami dehidrasi luar biasa. Tapi berhubung makannya enak, jadi tidak bisa complain deh.

Pada tanggal 28 November 2007 akan dilaksanakan sidang kedua di Hotel Hyatt. Kita lihat saja nanti resolusi apa saja yang keluar.

Jargon:

  • List of Speakers: Daftar nama delegasi-delegasi yang diperbolehkan bicara saat sidang.
  • Moderated Caucus: Suatu penambahan list of speaker untuk membahas sesuatu yang lebih spesifik, misalnya definisi terorisme, harus disetujui 1/2+1 dari kuorum
  • Unmoderated Caucus: Permintaan untuk menunda sidang dan delegasi diperbolehkan membahas agenda secara informal, di luar ruang sidang.
  • Yield: Pemberian sisa waktu bicara kepada delegasi lain
  • Comment: Memberikan komentar pada speech delegasi dalam List of Speaker (kecuali Moderated Caucus)

Foto-Foto

Suasana ruang sidang sewaktu sepi


Berfoto sebelum pulang

Popularity: 10% [?]

Tags: , ,

Related posts

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>