Praktik Diplomasi (bag. 3)

By Calvin Michel Sidjaja | Nov 13, 2007
   Show Original   

Belakangan ini saya memang jarang menge-blog, postingan terakhir di blog ini pun pada tanggal 4 November 2007. Hal ini dikarenakan mata kuliah prakdip memakan waktu dan pikiran saya. Pada UAS, terdapat perkembangan yang tak disangka-sangka, terutama berkaitan dengan agenda sidang.

Agenda sidang yang sudah diputuskan adalah:

1. Military Budget Reduction (Agenda 88)
2. Risk of proliferation of nuclear weapons in Middle East (Agenda 101)

Masalah muncul karena saat ini delegasi saya, Korea Utara bukan “hot seat” karena ketegangan antara Korea Utara dan Amerika Serikat sudah mulai berkurang. Korea Utara menutup reaktor nuklirnya di Yongbyon pada Juli 2007 lalu, dan Pak Gil Yon (Duta Besar Korea Utara untuk PBB) sama sekali tidak menyebut nama Iran dalam semua pidato-nya di PBB.

Hal yang paling mengasikkan pada minggu ini adalah lobi antar delegasi. Karena tiap negara memiliki posisi berbeda, negara-negara dunia ketiga umumnya saling berkoalisi dalam satu agenda dan dan dalam membuat draft resolusi (yang butuh ditandangangi 10 negara agar bisa di-Introduce).

Delegasi saya, sejauh ini agak “termarginalkan” karena isu nuklir Korea Utara bisa dikatakan selesai. Delegasi saya tidak bisa menyepet Amerika seperti tahun lalu, tapi lebih bersikap agak netral dalam menanggapi kasus nuklir Iran.

Delegasi Iran, Israel, dan P-5 bisa dipastikan akan menjadi sorotan dalam sidang ini karena mereka semua jelas-jelas berkaitan dengan masa depan keamanan Timur Tengah. Yang paling menarik adalah melihat bagaimana perbedaan Iran dan Israel dalam melakukan Deterrence. Pada 30 October 2007 kemarin, Majelis Umum mengadopsi resolusi A/C.1/62/L.2 dengan titel “The Risk of Nuclear Proliferation in the Middle East dengan hasil 164-3-6. Tiga menolak, Enam Abstain.

Tiga yang menolak adalah Israel, Amerika, dan Micronesia. Sedangkan dari pihak yang abstain adalah India, Kanada, dan Australia. Cukup menarik, karena Iran setuju mengadopsi resolusi ini. Walau resolusi ini sudah jelas tidak ada gunanya, tapi sikap yang diperlihatkan kelima negara tersebut sudah cukup jelas untuk menjelaskan posisi mereka.

Israel akan lebih beruntung dengan mengatakan tidak mau mengikuti NPT, karena mereka memiliki neither confirm nor deny policy. Kepemilikan nuklir disangkal walau bukti-bukti menunjukkan bahwa mereka memiliki arsenal nuklir. Hal ini dapat menimbulkan ketakutan lebih buruk bagi tetangga Israel karena kekuatan mereka tidak bisa diukur.

Amerika sudah jelas, karena keberadaan Israel yang bisa menjadi hegemoni kawasan, dunia Arab akan selamanya terpecah, sehingga tidak ada kekuatan dominan selain Amerika dan  Israel disana.

Untuk India, posisi mereka lebih dikarenakan ketidaksertaan India pada traktat NPT (non-proliferation Treaty) dan menjaga hubungan mereka dengan Israel.

Iran sendiri lebih memilih menyetujui resolusi ini agar mendapat dukungan dari komunitas internasional. Setidaknya, jika Iran terus menerus mendukung resolusi serupa, mereka bisa  berdalih bahwa mereka mengembangkan nuklir untuk tujuan damai, walau kita tidak pernah bisa menduga apakah mereka akan tiba-tiba keluar dari NPT setelah menyelesaikan senjata nuklir mereka seperti yang dipolitisasi oleh Amerika.

Kita lihat saja nanti apakah praktik diplomasi 2007 ini akan menjadi seperti yang aslinya atau tidak.

Popularity: 7% [?]

Tags:

Related posts

3 Comments so far
  1. Ade November 15, 2007 7:46 pm

    yang posisi Iran itu yang agak di luar dugaan gw..
    emang gitu ya?
    iya sih kalo kita itung2 rasional, but…..

  2. Calvin Michel Sidjaja November 15, 2007 11:41 pm

    yup, akan lebih menguntungkan bagi Iran jika ia terus menerus terlihat sebagai negara “damai” dengan mengikuti semua ketentuan standar untuk memiliki nuklir untuk tujuan damai (diinspeksi IAEA, NPT, etc). Tapi menurut gw, isu nuklir bukan isu utama. *ngelirik petroeuro*

  3. qzink666 November 19, 2007 12:40 am

    Bukankah dengan sikap Iran seperti itu hanya akan menyulut konflik baru dgn Amerika, bang?
    Benar-benar sikap yg berani namun konyol, menurut saya..

Leave a Comment

If you would like to make a comment, please fill out the form below.

Name (required)

Email (required)

Website

Comments



© 2007 RepublikBabi, - Daily Blog Tips Themes