Google
 

Praktik Diplomasi (bag. 2)

Calvin Michel Sidjaja on October 25th, 2007

Pada 23 Desember 2007, peserta Praktik Diplomasi mendapat sebuah Short Diplomatic Course (SDC). Kuliah dilaksanakan di ruang Audio Visual FISIP. Tujuan dari kursus sehari ini adalah memberikan pengetahuan singkat pada peserta mengenai etika, etiket umum, dan cara-cara berdiplomasi dalam diplomasi konferensi.

SDC ini dimulai pada 08.30, dan dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pemakaian baju konvensional dalam tataran formal. Saya mendapatkan pengetahuan-pengetahuan menarik seperti bagaimana cara berjalan, menyapa diplomat, pemakaian baju, etiket dan sopan santun umum (misalnya kalau lawan bicara kita bau mulut, kita lebih baik tahan saja derita tersebut dalam hati).

Pada sesi kedua, peserta mendapat kuliah tamu dari orang Deplu, yakni Eko Junor. Beliau memberikan pengetahuan-pengetahuan menarik dari pengalamannya dalam berkarir sebagai diplomat Indonesia (Salah satunya adalah Korea Utara, delegasi saya saat ini). Yang paling menarik dari kursus sehari ini adalah saya Eko Junor mengatakan bahwa hubungan interpersonal antar diplomat sangat berpengaruh dalam diplomasi, bukannya diplomasi yang berada di meja konferensi.

Dengan kata lain, apa yang terjadi pada sebuah sidang sebetulnya sudah diketahui oleh masing-masing pihak, namun diplomasi yang asli terjadi luar ruang sidang. Mungkin ini bisa dikatakan sebagai backdoor diplomacy?

Pak Eko Junor juga sempat mengungkapkan bahwa Israel sebetulnya sangat antusias membuka hubungan diplomatik dengan Indonesia. Diplomat Israel (katanya) sering mengadakan kontak informal dengan diplomat Indonesia agar ide tersebut bisa terlaksana.

Namun karena alasan solidaritas untuk Palestina, saya rasa ide tersebut akan masih lama terwujud. Secara simbolis, dengan tidak mengadakan hubungan diplomatik dengan Israel, Indonesia menolak kebijakan Israel di Palestina. Pada umumnya, orang-orang Israel yang mau berkunjung ke Indonesia akan mengganti paspor mereka di kedutaan besar AS di Singapura sehingga mereka bisa masuk ke Indonesia dengan aman. Cukup menarik!

Sidang Praktik Diplomasi akan diadakan pada tanggal 19 dan 28 November 2007. Sidang pertama masih belum jelas akan diadakan dimana karena gedung merdeka Unpar sedang direnovasi, dan sidang utama akan dilaksanakan di Hyatt.

Saya sendiri sejauh ini agak mengalami kesulitan dengan data karena delegasi saya adalah Korea Utara, negara yang sangat tertutup, dan situs utama milik negara mereka hanyalah berisi data-data Kim Jong Il (yang sudah diglorifikasi tentunya).

Popularity: 9% [?]

Tags: , ,

Related posts

4 Responses to “Praktik Diplomasi (bag. 2)”

  1. kalo datanya susah..
    ya udah, nanti waktu praktik juga jadi tertutup aja
    biar kayak delegasi Korut yang asli, hehe

  2. @ade
    ehh yang itu juga jangan, hehehe. ntar bisa2 gw ga dapat nilai. kemarin ada ide buat ke kedubes korut sih… tapi mengingat gw di bandung… kayanya malas banget deh, bolak balik cuma demi wawancara.

  3. iya..
    ngapin juga ke kedubes korut
    mereka juga nggak bakal jawab pertanyaan Calvin.
    Mereka khan nggak bisa bahasa Inggris
    kalaupun bisa, pasti bilang: I’m sorry It’s not my duty to answer your questions”. Semuanya tertutup dahhh

    (kasian amat yakk dapat negara Korut..)

  4. @verdinand
    ama wartawan biasa aja mereka emoh, apalagi mahasiswa yah.

Trackbacks/Pingbacks

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>