Prakdip, UNPAR, United Nations

Praktik Diplomasi (bag 1)

Di jurusan hubungan internasional Unpar, terdapat mata kuliah unik yang (katanya) belum ada di universitas manapun yakni Praktik Diplomasi/Diplomacy in Practice. Pada dasarnya mata kuliah ini adalah simulasi diplomasi konferensi yang dilakukan para diplomat dalam pertemuan-pertemuan multilateral.

Mata kuliah ini dibagi menjadi dua bagian, pertama adalah sidang UTS dan sidang UAS. Sidang UTS adalah sidang yang dipecah sesuai jumlah kelas (tergantung jumlah murid yang mengambil mata kuliah tersebut, di periode ini terdapat tiga kelas). Karena jumlah peserta terbatas, maka umumnya sidang UTS mengambil model Dewan Keamanan PBB.

Kelas saya kebetulan sekali mendapatkan topik nuklir Iran, dan saya kebetulan sekali mendapat delegasi Rusia. Sidang dilaksanakan jam 15:00 pada hari Selasa 18 Agustus 2007 di ruang 3501 gedung Fisip.

Agenda sidang cukup simpel, yakni evaluasi dari sanksi yang diberikan pada Iran (mengacu pada resolusi 1696, 1737, dan 1747) dan apa yang harus dilakukan kepada Iran. Setiap delegasi juga diharuskan membuat positioning paper yang menunjukkan sikap negaranya dalam sidang tersebut.

Sidang ini sebetulnya sidang yang penuh anomali, kenapa? Karena delegasi Iran tidak dimasukkan dalam sidang entah karena alasan apapun, padahal pada pertemuan yang menghasilkan resolusi 1747 pada maret 2007 kemarin, menteri luar negeri Iran datang walau tidak memiliki hak untuk voting.

Saya mendapat banyak pengalaman dari sidang UTS ini, terutama mengenai mengatur pompa adrenalin. Mungkin karena UTS ini menurut saya tidak terlalu serius, saya agak santai sehingga pas sidang saya tidak berkeringat dingin seperti beberapa teman saya yang lain.

Kekurangan dari sidang ini? Ada beberapa hal yang bisa saya catat:

  1. Entah bagaimana ceritanya, delegasi Iran tidak ada, suatu hal yang sangat bodoh, karena kita membahas Iran tanpa keberadaan Iran sendiri.
  2. Tidak ada judul sidang maupun timeline yang jelas
  3. Aturan mengenai introducing draft resolution tiba-tiba dibatalkan, pertemuan pada security council hanya menghasilkan chairman statement

Saya sendiri jadi berpikir, apakah dosen yang mengurus sidang ini sebetulnya paham betul mengenai PBB?

Tidak terlalu banyak yang bisa diceritakan pada sidang ini, soalnya ini baru sidang UTS dan tidak terlalu serius. Nanti saya akan ceritakan lagi mengenai sidang UAS yang (biasanya) lebih glamour dan panas.

Referensi Lain:
Harvard National Model United Nations
Glossary of Security Council Meetings

12 Comments

speak up

Add your comment below, or trackback from your own site.

Subscribe to these comments.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*Required Fields