Petropolitik dan Dewan Keamanan PBB

By Calvin Michel Sidjaja | Apr 10, 2007
   Show Original   

Reformasi dewan keamanan PBB mungkin sudah lama mencuat, saking berlarut-larutnya, masalah ini mungkin sudah pantas dikategorikan masalah klasik dan sebuah running gag yang tak akan pernah terjadi.

Inti permasalahan yang umumnya dibahas pada tulisan-tulisan akademik adalah mengenai:

  1. Struktur Anggota tetap Dewan Keamanan PBB sekarang tidak menggambarkan konstelasi politik dunia pasca perang dunia II dan perang dingin.
  2. Anggota tetap dewan keamanan tidak representatif dan mewakili kepentingan dunia
  3. Hak veto membuat P5 (Amerika, Rusia, China, Perancis, Inggris Raya) menjadi penguasa dunia.

Tidak ada satupun tulisan yang menentang poin-poin diatas. Namun, Dewan Keamanan terbukti tidak selalu efektif walau satu suara.

Walaupun mengikat, resolusi Dewan Keamanan akan selalu terbentur oleh kepentingan tiap-tiap negara yang bersangkutan. Lihat saja resolusi 1747 yang ditujukan untuk memberi sanksi pada Iran. MP Hamid Reza Hajbabai dengan tegas mengatakan bahwa sanksi itu tidak mengikat Iran. Walau mungkin resolusi itu lebih baik dibaca para kalangan pengstudi Iran, karena menyebutkan entitas-entitas yang terlibat dalam program nuklir Iran pada Annex I.

Sayangnya, Iran bukan negara teokratis lemah yang pasrah saja walau diberi sanksi ini. Iran tahu tidak ada sanksi tegas dalam pemberian resolusi ini. Jika kita melihat konstelasi politik dalam anggota tetap Dewan Keamanan PBB, mungkin kita bisa melihat betapa banyak benturan kepentingan dalam badan yang berusia 61 tahun ini. Rusia, China, dan Perancis, merupakan mitra dagang terbesar Iran. Sebenarnya tidak ada untungnya bagi ketiga negara tersebut untuk mendukung resolusi yang disponsori Amerika tersebut.

China berencana untuk mengolah ladang minyak Iran dengan memasukkan Sinopec dan bekerja sama dengan National Iran Oil Company. Mengingat China tidak pernah peduli apakah negara tersebut melanggar HAM, memiliki program nuklir, atau dibenci Amerika, wajar saja kalau China tidak akan melaksanakan keputusan resolusi ini sepenuhnya. Bahkan pada tanggal 9 April, kedua belah pihak sudah mulai menyepakati untuk mengolah ladang minyak Yadavaran.

Bagaimana dengan Rusia? Rusia sendiri sudah masuk ke Iran melalui Gazprom, dan kedua belah pihak juga berencana untuk mengolah ladang minyak Iran.

Perancis? Perancis saat ini sedang dalam posisi sulit karena CEO perusahaan minyak Total dipanggil oleh US Securities and Exchance Commssion dan Department of Justice karena telah melakukan kontrak dengan Iran.

Tidak ada untungnya bagi anggota Dewan Keamanan PBB, apalagi Amerika untuk memperburuk hubungan dengan Iran. Walau P5 terdiri dari negara-negara maju, tapi Iran memiliki ladang minyak yang terlalu berharga untuk ditinggalkan. Kekaisaran minyak AS membuat Multinational Corporation seperti Exxon tidak bisa mendulang untung di Iran. Untuk sementara, perusahaan-perusahaan AS harus puas karena hanya boleh menanamkan saham tidak lebih dari 20 Juta Dollar karena adanya Iran-Libya Sanction Act. Ya, secara terbatas pun, Amerika masih memiliki kerjasama ekonomi dengan Iran.

Popularity: 8% [?]

Tags: , , ,

Related posts

Leave a Comment

If you would like to make a comment, please fill out the form below.

© 2007 RepublikBabi, - Daily Blog Tips Themes