Google
 

Saya sempat membaca sebuah artikel di Newsweek edisi 2 april. Bahwa keadaan psikologi tentara AS yang sedang bertugas di Irak saat ini mengkhawatirkan. Pasalnya, tidak sedikit veteran tentara AS yang mengalami post-traumatic disorder setelah bertugas di Iraq dan Afghanistan. Tidak hanya tentara AS, namun tentara Inggris pun mengalami hal yang serupa.

Mungkin kita bisa berbeda sudut pandang dalam melihat masalah ini. Semenjak Bush menjabat dan membuat sebuah kebijakan luar negeri “War on Terrorism”, kekaisaran-haus minyak ini tampak semakin unilateral dalam menjalankan kebijakannya. Mungkin karena sifat Bush yang megalomania, atau mungkin juga karena Bush memiliki kabinet yang memiliki kepentingan terhadap minyak.

Yang pasti, tindakan AS yang menginvasi Irak (yang secara resmi dinamkan Iraq Liberation Act. Namun akronim yang lebih populer di internet adalah Operation Iraqi Liberation (OIL)), apapun alasannya, baik itu ladang minyak yang sayangnya diambil oleh China, India, Vietnam dan Indonesia ataupun ingin membuat pemerintahan petrodollar di Irak, yang pasti sudah membuat sentimen anti-Amerika sudah meningkat belakangan ini. Jangan salahkan publik non-Amerika jika menganggap negara ini memiliki citra negatif (walau tentunya hegemoni piranti lunak membuat kita lebih baik tidak berkata kita benci Amerika, kita butuh Amerika walau pemerintahan mereka memang tidak bersahabat, mari berusaha tidak melakukan generalisasi).

Pemberitaan mengenai kondisi tentara AS ini pun bisa dipandang sebagai propaganda. Apakah tidak ada cara lain lebih efektif untuk mengjustifikasi tindakan AS dengan memperlihatkan kondisi tentara AS di Irak?

Dengan memperlihatkan sisi kemanusiaan tentara, otomatis, kita sebagai manusia biasa pun mau tak mau melihat kasus perang Irak lebih objektif. Tentara AS juga manusia, mereka juga tidak mau mati tiba-tiba, meninggalkan keluarga mereka di medan perang. Beberapa tentara bahkan lebih muda usianya dari kita, namun mereka menjadi korban perang ini.

Saya sendiri tidak terlalu berminat mendebatkan apakah lebih baik kita memaafkan (tentara) AS atau tidak. Mereka hanya membela negara mereka, dan saya yakin, jika kita berada di posisi mereka, kita akan serba salah jika menentang keinginan Bush untuk menyerang Irak.
Malang benar tentara AS, tapi itulah konsekuensi sebuah perang yang harus(nya) dibayar Bush.

——
I just read in Newsweek 2nd April issue that the psychology of deployed US soldier in Iraq is constantly getting worse. There has been increasing case of post-traumatic disorder toward these who have previously deployed in Iraq, or Afghanistan. It’s not only US, even the english soldiers suffer similiar problem.

We might have different  point of view when looking at this issue. Since the great George W. Bush Jr. pledged his ”War on Terrorism” this oil-thirsty-empire becomes more unilateral in conducting its foreign policy. Perhaps because Bush is a megalomania? Or maybe because his reign simply wants oil?

Obviously, US Invasion toward Iraq (which officialy named Iraq Liberation Act, though Operation Iraqi Liberation (OIL) is far more appropriate) is useless. Whatever it’s reason, either it’s Iraqi’s oil field (which has been taken by China, India, Vietnam dan Indonesia) or establishing petrodollar government in Iraq, there has been great rising of anti-americanism in the world. Oh maybe not America, but Bush and his cronies. I’m still using a copy of Windows XP anyway. It’s not Americans we hate. You know who.

The reportage about the soldier’s condition is pretty much disturbing. This is potentially propaganda. Is there no more pathetic way to justifying US Invasion by adding symphaty toward the problematic US soldier?

By showing the human side of these soldiers, we are forced to view this war more objectively. We also begin to remember. These US Soldier are also like, Human. I’m sure, they also don’t want to day in the battlefield, leaving their families behind. Many of them are younger than us, yet they future is forever shut. All because ambition of one person.

I don’t want to debate whether we should forgive these soldiers or not. They only do what they must do: Protecting their country. I’m sure there are times when they also having doubts about this invasion, well at least I hope so.

It’s surely pathetic. In the end, the soldiers in the battlefeld pay most of the price that should be paid by Bush.

Popularity: 8% [?]

Tags: , , , , ,

Related posts

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>