Google
 

Should We Forgive Soeharto?

Calvin Michel Sidjaja on January 13th, 2008

The atmosphere of Indonesia could be best described as mixture of uncertainty and curiosity, this is especially true considering the critical ondition of ex-President Suharto. The bastard ex-dictator’s health condition has become spotlight of headlines among media since last week.

It noticeably also has been source of discussion among Indonesian Bloggers. (this post was marked as latest top post in my wordpress dashboard). People who took benefit of Suharto’s long reign would probably feel sorry or sympathize his critical, near-vegetative condition.

I won’t give preach about the corruption he has done during his one-third reign in here, public knows better. I won’t preach about the long list of his violation toward human rights I’m sure you know it better than I do.

There is only one thing I won’t forget, one thing I consider his gravest sin, personally: Javanization.

I don’t want to spark useless debate about racial issues, but I can’t help but associate Suharto with cultural genocide, especially toward Chinese minority in Indonesia. There are many third generation Chinese here who forget to speak their ancestor’s tongue, and alienated from their big family who still speak Chinese language.

I know there are cases when a Chinese descent feel shameful because they have physically Chinese attributes, but don’t speak Chinese speak at all. Maybe they speak Javanese more fluently than they supposed to be toward their ancestor’s language. Some maybe also feel confused about their identity, are they Javanese? Are they Chinese?

That’s one of the saddest fate of Chinese descent who live in Indonesia, they lost their cultural identity, all because ambition of one man.

I admit that Soeharto had been a great President. He was almost a Leviathan, but too bad he wasn’t. He is a man with Javanese-centric mentality. He considered himself a great king and all other were his vassals. He is nowhere a Leviathan.

He built this country in weak foundation, making us fell on the trap of great debt. His superiority complex made us non-Javanese to act and behave like one. Chinese descent may not spoke their language, and they miss the chance to take benefit of the rising China. Get the big picture?

I might forgive Soeharto if he gonna passed out real soon. Forgiven not forgotten. He’s suffering a great pain anyway. He might win and beyond the reach of the law, but he was beaten by himself, by his existence of human being.

I guess his fate only left with two options: to live and be judged by law, die and be judged by God.

Thank you Suharto, your cultural genocide has been a great success now. We don’t speak Chinese anymore. We are integrated as Indonesian now! We forget we are actually Chinese! Happy?

Reference:

BBC News - Suharto Condition, Very Critical

___________

Suasana harap-harap cemas tampaknya menyelimuti segenap penduduk negara ini, bagaimana tidak? Dalam satu minggu terakhir koran terus menerus mengupas kondisi kesehatan mantan presiden Soeharto. Blogger Indonesia juga sedang banyak mengulas mengenai kondisi Soeharto (di dashboard saya, postingan ini sedang menjadi top post). Bagi orang-orang yang kecipratan berkah finansial sewaktu Soeharto masih berkuasa, mungkin akan merasa kasihan dengan kondisi sang mantan presiden.

Saya tidak perlu berceloteh mengenai dugaan korupsi yang dilakukan Soeharto selama ia berkuasa, publik lebih banyak tahu. Saya juga tidak perlu mengingatkan mengenai rentetan pelanggaran hak asasi manusia yang ia lakukan selama berkuasa di negeri ini, Anda juga pasti lebih banyak tahu.

Satu-satunya yang membuat saya tidak akan melupakan perbuatan Soeharto hanyalah satu: JAWANISASI.

Saya tidak ingin memancing perdebatan soal rasial, tapi faktanya, kalau saya mengingat Soeharto, saya mau tidak mau mengingat pada genosida kultural yang ia lakukan pada etnis China di Indonesia. Anda yang keturunan China apakah pernah merasa teralienasi dari keluarga Anda yang masih menggunakan bahasa mandarin? Anda merasa malu karena anda memiliki mata sipit tapi tidak bisa mengucapkan kata-kata dalam bahasa nenek moyang Anda sepatah katapun? Atau mungkin anda malah lebih fasih dengan bahasa Jawa dibandingkan bahasa nenek moyang anda? Anda merasa bingung apakah Anda etnis China atau etnis jawa?

Jika ya, mungkin anda sama seperti minoritas orang China generasi ketiga lainnya yang kehilangan bahasa dan kultur mereka.

Saya mengakui Soeharto sebagai presiden yang hebat selama ia berkuasa. Dia nyaris menjadi presiden sempurna, sayang ia hanya manusia bermental raja jawa , bukan Leviathan. Dia membangun negeri kita di atas pasir, gali lubang tutup lubang. Kebanggannya sebagai seorang jawa membuat semua orang di nusantara harus memakai kebaya dan makan nasi. Orang keturunan China tidak boleh meneruskan kultur nenek moyang mereka.

Akhir kata, jika mantan presiden (mungkin) akan berpulang, saya (mungkin) akan memaafkan, tapi tidak akan melupakan. Toh dia sedang dan akan mengalami penderitaan lebih hebat lagi secara fisik. Dia mungkin menang di atas hukum. Dia tidak melewati proses hukum yang mungkin bisa memperbaiki nama baiknya.
Tapi akhirnya dia kalah oleh keterbatasan dirinya sebagai manusia yang akan mati dan sakit-sakitan.

Atau mungkin penduduk Indonesia akan lupa sejarah seperti biasanya? Membiarkan suatu kasus lenyap, lalu kasus Soeharto dilupakan begitu saja? Beruntung sekali diktator yang bangsanya lupa sejarah.

Jadi? Sudah mati atau belum?

Popularity: 25% [?]

Tags: , , , , ,

Related posts

26 Responses to “Should We Forgive Soeharto?”

  1. Hmm, salah satu tokoh Anda dalam cerpen RepBabi, ternyata tidak lebih kuat dibanding manusia mana pun melawan degenerasi usia..

    Forgive, not forget. Saya kiranya setuju. Apa yg terjadi selama pemerintahannya adalah bagian dari diri kita, bagian sejarah Indonesia, tak perlu dilupakan.

    Saya sedang ragu, perlukah saya tidur atau begadang menunggu breaking news “itu”? Saya ingin jadi saksi sejarah, mangkatnya presiden Indonesia ke-2, yg lbih meriah di mana2 dibanding ktika Bapak Proklamator mangkat? Paling tidak, Soeharto belajar dari sejarah. Buktinya, ia berhasil “menghindari” akhir hidup seperti Soekarno. Jadi, perlukah tidur atau cukup menunggu headline koran?

    32 tahun, manis-asem-pahit. rame rasanya. dramatis endingnya.

  2. Calvin Michel SidjajaJanuary 13th, 2008 at 9:53 pm

    Using Opera Opera 9.23 on Windows Windows XP

    hmm ada gosip berseliweran selama selama 24 jam terakhir. saya dengar gosip kalau dia sebenarnya sudah meninggal, tapi ditunda oleh alat-alat medis.

    Saya sendiri sebenarnya menganjurkan lebih baik ia pergi saja, toh dia sudah terlalu tua untuk hidup lebih lama lagi. Kematian adalah hal yang alami, dan akan datang pada saat waktunya, bahkan seorang Soeharto akhirnya akan meninggal.

    Kalau saya sih nunggu headline saja, karena setelahnya pasti televisi manapun akan menayangkan berita ini dengan agak non-stop (plus komentar-komentar mengenai kebaikan yang dilakukan soeharto dari kerabat dekat atau mantan teman politiknya)

  3. phrostypoisonJanuary 13th, 2008 at 10:06 pm

    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.7 on Windows Windows XP

    Soeharto adalah bagian dari sejarah Indonesia. Dan hal itu nggak bakal saya lupakan.

  4. hapsariJanuary 13th, 2008 at 10:24 pm

    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.8 on Windows Windows XP

    Terlepas dari keluarga saya yang sangat membanggakan ke-Jawa-annya ;p Sekarang setiap ada berita mengenai Soeharto di televisi, semua orang di rumah hanya bereaksi, “Jadi, udah mati belum?”

  5. Calvin Michel SidjajaJanuary 13th, 2008 at 10:29 pm

    Using Opera Opera 9.23 on Windows Windows XP

    @sari
    sama, gw juga ne. sayang tv gw gambarnya kaya kena tsunami.

  6. TedyJanuary 14th, 2008 at 9:28 am

    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.11 on Windows Windows XP

    sama, saya juga jadi penasaran terus pengen tahu udah meninggal atau belum…

  7. adeJanuary 14th, 2008 at 8:17 pm

    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.11 on Windows Windows XP

    the good/best president is always the dead president

  8. v!n+January 14th, 2008 at 9:10 pm

    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.11 on Windows Windows XP

    waktu lewat RSPP kemaren, saya juga penasaran bgt pengen lemparin kamarnya dengan sesuatu… hehe..

  9. VerdinandJanuary 15th, 2008 at 1:31 pm

    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.11 on Windows Windows XP

    emang Suharto pernah salah ama gue?
    gue masih kecil dan Suharto nggak pernah nabok, boong dan marahin gue. Jadi Suharto nggak perlu dimaafin.

  10. eminaJanuary 16th, 2008 at 3:46 pm

    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0 on Windows Windows XP

    maafkanlah suharto ^^
    kta semua manusia, tak ada yang sempurna.
    mari maafkan beliau, sebagai sesama manusia. secara manusiawi.

  11. ernestoJanuary 24th, 2008 at 5:20 am

    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.11 on Windows Windows Vista

    Kalau anda seorang beriman dan beragama apapun agama anda, anda pasti diajar untuk memaafkan dan mengampuni siapapun yang bersalah kepada anda…supaya Tuhanmu pasti mengampuni dosa dan kesalahan anda.Andaikan anda seorang atheis sekalipun…,karena anda manusia yang tak lepas dari dosa dan kejahatan pasti anda mengharapkan orang lain memaafkan kesalahan anda.Jadi takaran yang anda kenakan pada orang lain akan digunakan juga buat anda.Soal memaafkan aalah sangat personal, pribadi dan manusiawi…Martabat dan kepahlawanan anda diukur dari kemampuanmu mengampuni sesama…Berdoalah buat Pak HARTO…Di situlah integritas dan intelektualitas anda diukur. Soal Pak Harto harus diadili secara in absencia, karena diduga melakukan pelanggaran hukum, karena setiap orang sama
    di hadapan hukum…itu soal lain. Jadi jangan campur adukan antara satu dengan yang lain.Coba lihat permasalahan secara jeli dan benar…apalagi anda-anda sekalian yang adalah sarjana-sarjana di negri ini…

  12. hapsariJanuary 27th, 2008 at 7:28 pm

    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.8 on Windows Windows XP

    vin, pak harto [akhirnya] meninggal hari ini…

  13. LamsijanJanuary 27th, 2008 at 8:37 pm

    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.11 on Windows Windows XP

    Soeharto itu salah apasih ? kok ribut-ribut harus dimaafkan. Bagi adik-dik yang baru umur belasan tahun, mungkin belum tahu, bahwa Presiden Soeharto adalah Bapak pembangunan, Kalau nyebut Soeharto langsung inget SD INPRES, baru dibangun 6 bulan sudah ambruk, ya kira-kira kualitasnya bapak pembangunan kita seperti itu. Yang paling terasa hasil pembangunannya adalah pembangunan Hutang luar negri +/- US$200 milyar pada saat beliau lengser, hebatkan bapak pembanguanan kita.
    Hayo siapa yang nggak bilang hebaaat . . . . pasti tidak normal.

  14. elingJanuary 28th, 2008 at 3:12 am

    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 1.5.0.4 on Windows Windows XP

    makanya jd orang harus eling,..hidup ada batasanya
    buat jendral soeharto selamat jalan, sayangnya mggu lalu(masih hidup) udah tobat(minta maaf ama yg disalahin/dizalimi) belom? kl belom berarti masuk?…

  15. Calvin Michel SidjajaJanuary 28th, 2008 at 7:51 am

    Using Opera Opera 9.23 on Windows Windows XP

    @sari
    lagi ga bisa update blog nih, atap rumah gw baru roboh -_-

  16. hansyahJanuary 28th, 2008 at 10:53 am

    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.4 on Windows Windows XP

    ya udah orang sudah mati msih di cela ,jangan mencela orang yang sudah mati euy….kemarau 100 thn bisa basah bila hujan satu hari itu lah beliau,jasa2 beliau sangat besar untuk negri ini kita tidak akan seperti ini kalau tidak ada beliau !!!!!

  17. kateJanuary 28th, 2008 at 12:09 pm

    Using Internet Explorer Internet Explorer 6.0 on Windows Windows XP

    kLo kaTa gw oRang2 indoNesia tuh sok tau.
    uDahLah tOh dia ga ada urusan langsung sama loe2 smua.
    Emg dia pernah nembak bapa ibu lo?
    Ga usah sok kritis..
    pikirin dulu ajja ttg diri kita smua yg banyak dosa.
    Dia udah meninggal masii aja digunjingin.
    pas hidup pada diem2 ajja loe. skarang udah mati mau diapa-in?

  18. Calvin Michel SidjajaJanuary 28th, 2008 at 8:26 pm

    Using Opera Opera 9.23 on Windows Windows XP

    @kate
    anda membela soeharto? anda memaafkan soeharto? Sah-sah saja. jika posisi anda demikian, itu hak anda, saya hanya menyuarakan pendapat.

    Mungkin bagi etnis lain, jawanisasi adalah hal-hal biasa saja. Tapi bagi saya pribadi, itu genosida kultural.

    Sayang dia mati terlalu cepat, penyiksaan dua mingu kurang lama dibandingkan penyiksaan yang didapatkan tahanan politik yang disekap semasa ia memerintah.

  19. FennyJanuary 30th, 2008 at 5:32 pm

    Using Internet Explorer Internet Explorer 6.0 on Windows Windows 2000

    @Calvin
    Saya setuju banget dengan opini anda soal genosida kultural. Sebagai seorang Tionghoa generasi ketiga yang lahir di tanah Jawa, saya mengalami krisis budaya sejak kecil. Dalam lingkungan keluarga tidak pernah dibiasakan berkomunikasi dengan bahasa Tionghoa maupun Hakka (karena ortu terlalu takut sama pemerintah :P), namun di luar rumah selalu sedih karena di-cina2kan. Saya sampe mikir, dosa apa sih saya lahir jadi orang Cina (dulu kan tulisan ‘China’ aja dikorup ‘h’-nya, bukti penistaan terhadap suatu etnisitas sampai hal2 paling kecil). Anyway, saya rasa etnis Tionghoa sudah kehilangan satu generasi. Mungkin anak2 saya kelak akan lebih beruntung dapat merasakan kebebasan ekspresi kultural dan tidak perlu malu terhadap identitasnya sendiri.
    Soal maaf-memaafkan, saya setuju dengan Wimar yang mengatakan “Hanya korban2 Soeharto yang berhak memaafkan semua tindakan Alm.” Jadi untuk anda2 yang dengan ringan mengatakan ‘maafkanlah Soeharto’ saya akan bertanya, “Siapakah Anda? Apakah Anda korban penculikan, keluarga anda diasingkan, dibunuh, dicap PKI, dianggap GAM?” Kalau bukan, mengapa Anda merasa berhak memaafkan Soeharto?

  20. anasoeJanuary 31st, 2008 at 11:18 pm

    Using Internet Explorer Internet Explorer 7.0 on Windows Windows Vista

    “There is only one thing I won’t forget, one thing I consider his gravest sin, personally: Javanization.

    I don’t want to spark useless debate about racial issues, but I can’t help but associate Suharto with cultural genocide, especially toward Chinese minority in Indonesia. There are many third generation Chinese here who forget to speak their ancestor’s tongue, and alienated from their big family who still speak Chinese language.

    I know there are cases when a Chinese descent feel shameful because they have physically Chinese attributes, but don’t speak Chinese speak at all. Maybe they speak Javanese more fluently than they supposed to be toward their ancestor’s language. Some maybe also feel confused about their identity, are they Javanese? Are they Chinese?”

    for sure. I’m having this feeling now around this environment where mostly they speak chinese among others, and wondering why I can’t speak chinese too before talking with me in english at the end, hahaha~

  21. Calvin Michel SidjajaJanuary 31st, 2008 at 11:45 pm

    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 1.5.0 on Windows Windows XP

    @ana
    sama, gw juga merasa gitu. apalagi tiap imlek gw ngumpul ama keluarga besar. banyak sepupu gw yang ngomong mandarin, gw merasa malu rasanya, mata sipit, tapi ngomong hokkian aja ga bisa.

  22. ikaFebruary 1st, 2008 at 11:25 am

    Using Opera Opera 8.51 on Windows Windows XP

    32 taun emang waktu yang terlalu panjang untuk sebuah pemerintahan otoriter.,,,bleh

  23. TeguhFebruary 6th, 2008 at 11:23 pm

    Using Internet Explorer Internet Explorer 6.0 on Windows Windows XP

    Sebagai WNI keturunan tionghoa , saya merasa sedikit terdiskriminasi oleh Soeharto .

    Namun saya tetap menghoramti Pk Harto , karena menurut pandangan orang China , Pak Harto memilki takdir untuk menyatukan “Langit dan Bumi” . Jadi saya merasa “rela kalah” karena “dikalahkan” oleh orang yang benar - benar kompeten . Tidak seperti zaman sekarang Lembaga pemerintahan dijangkiti oleh orang - orang tidak kompeten yang yhanya bermodal menjilat .

  24. TeguhFebruary 6th, 2008 at 11:41 pm

    Using Internet Explorer Internet Explorer 6.0 on Windows Windows XP

    Persoalan pak Harto korup atau tidak , saya rasa iya Pak Harto memang korupsi uang negara tapi tetap melihat dengan pendapatan negara . Namun saya menolak spekulasi bahwa Pak Harto mengkorupsi uang hingga menimbulkan hutang luar negeri Indonesia yang luar biasa banyak .

    Sebab itu semua hanyalah konspirasi Barat untuk menjatuhkan Pak Harto dengan melalui tangan IMF yang menciptakan kondisi krisis yang luar biasa di seluruh dunia sehingga , Indonesia juga terkena imbasnya (salah satu yang terbesar) , kemudia IMF datang seperti dewa penolong melalui Michell Camdessus yang menawarkan hutang kepada Indonesia . Kemudian “finishing” dari kejatuhan pak Harto adalah pengkhianatan Harmoko , HAbibie dkk serta jajaran AD yang bisanya selalu mendukung Pak Harto .

    Jadi saya tidak menyarankan Pak Harto dimaafakan , “Wong Harto iku gak salah” .

  25. TeguhFebruary 6th, 2008 at 11:55 pm

    Using Internet Explorer Internet Explorer 6.0 on Windows Windows XP

    Alhasil kebijakan Harto terhadap etnis Tionghoa melahirkan sebuah kultur baru . Misal : nama Wijaya , Tanoko , Tedja , dll akan mengsumsikan bahwa seseorang tsb berasal dari Indonesia dengan etnis Tionghoa .

    Saya bangga denagn itu semua (nama saya merupakan nama Jawa , Teguh berarti kuat tidak tergoyahkan) . Saya merasa ada hutang budi (hutang moral) disertai kewajiban untuk dapat berguna bagi negara yang telah melahirakn saya , saya anggap itu takdir saya . Saya tidak mau menjadi Yahudi yang tidak tahu sopan santun di negara orang , karena saya Tionghoa bukan Yahudi .

  26. utuhJuly 14th, 2008 at 12:51 pm

    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.3 on Windows Windows XP

    SATU AYAT.

    Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri melainkan telah tertulis didalam kitab sebelum kami mewujudkannya.
    Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah.
    “alhadid 22″

    Semua telah ditakdirkan di suatu data yang berisi catatan aksi reaksi sempurna. Data yang berisi ilmu pengetahuan yang terus kita coba singkap tabirnya. Mustahil ataupun logis telah ada jawabannya.
    Sample and simple, air yang turun dari langit karena malaikat yang diberi nama mikail diperintahkan untuk menurunkannya ataupun karena kita tahu itu hasil dari penguapan air di bumi ini dan element lainnya yang berkumpul diatas sana kemudian bereaksi menjadi air hujan.
    Maka, jika kita ingin hasil yang kita inginkan hasilnya. Tentunya kita harus berusaha dengan :
    end - pasrah dan ber doa kepada pencipta hasil yang kita inginkan itu ataupun start - tawakkal dan ber aksi dengan kemampuan kita yang ada untuk mendapatkan hasil ciptaan yang diinginkan.
    Ada apa dengan banjir yang yang melanda tempat kita berada yang membuat anda basah kuyup tersiram terendam air. semuanya tidak luput dari pengabulan doa, permintaan kita dengan usaha pada tindakan alam sekitar kita.

Trackbacks/Pingbacks

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>