So, just today I read in Koran Tempo 27 Maret 2008 (Indonesian Language). I was horrified by the information. What’s wrong? The report metioned that in 2001, 16,6 percent of Indonesians don’t brush their teeth.
It’s data on 2001, what about present? According to Suara Karya Online, 25 Agustus 2007 the amount seems dramatically rose in the last survey: 77% Indonesians don’t brush their teeth! (According to University of Indonesia at least, who conducted a survey in 2004)
the problem is, we don’t know whether this survey is valid or not. The percentage is just too high to be believed. 77%? C’mon, could I believe there 150 millions people out there never brush their teeth since the day they were born?
___________
Ga sengaja baca di Koran Tempo 27 Maret 2008. Saya baru tahu ada juga orang-orang yang sejorok ini. Ngga gosok gigi? Apa gigi mereka ga rusak yah? Mengerikan
Dari data survei kesehatan rumah tangga (SKRT) 2001, 61,5 persen penduduk Indonesia tidak menyikat gigi dengan benar atau sesuai dengan anjuran (setelah makan dan sebelum tidur malam). Yang lebih parah lagi, 16,6 persen penduduk Indonesia tidak menyikat gigi. “Kondisi gigi dan mulut yang tidak sehat ini bisa semakin memperparah berbagai penyakit sistemik,” Tri Erri memaparkan.
Ngomong-ngomong itu tahun 2001 yah, bagaimana perkembangannya kemudian? Makin menjijikkan saja, setidaknya menurut berita dari Suara Karya Online, 25 Agustus 2007.
Sayangnya mayoritas orang Indonesia cenderung abai dalam memelihara kesehatan giginya. Drg Zaura Rini Matram MDS praktisi kedokteran gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) menyebut 80 persen orang Indonesia mengidap penyakit gigi berlubang. Ini bukan sesuatu yang mengejutkan karena menurut Rini 77 persen orang Indonesia ternyata malas gosok gigi alias tak pernah gosok gigi.
Datanya agak simpang siur, data tahun 2001 SKRT mengatakan 16,6%, data tahun 2007 dari FKG UI mengatakan 77%. Jadi ada kenaikan signifikan? Saya berusaha mencari data SKRT 2004, tapi melalui di google pun ga ketemu2. Saya tidak tahu seberapa valid penelitian itu. Kalau seandainya emang 77% orang Indonesia ga sikat gigi, berarti ada sekitar 150 juta orang lebih ga gosok gigi. Produsen sikat gigi kayaknya bakal rugi tuh, karena pangsa market mereka dikalahkan oleh budaya malas gosok gigi. ![]()
Ngomong-ngomong saya sikat gigi dua hari sekali, sehabis bangun pagi dan sebelum tidur. Dan kalau rajin, tiga kali. Kenapa? Soalnya saya sering ngemil sebelum tidur, dan menurut teman saya yang kuliah kedokteran gigi, itu bisa meningkatkan jumla karang gigi. Oh my God!.
Saya sendiri jadi agak paranoid setelah membaca berita mengenai gingivitis (gadang gusi) tersebut, pasalnya, gusi saya sering ngilu, dan kalau sikat gigi, kadang-kadang berdarah. Saya tahu saya harus ke dokter gigi, tapi lagi-lagi merasa belum ada waktu. ![]()
Tapi memang, saya akui, saya sendiri mengabaikan masalah gigi ini, saya menganggap rasa sakit di gigi adalah hal yang sepele. Setelah membaca ini saya rasa tidak ada salahnya untuk check up ke dokter gigi.
Eh anda bukan termasuk golongan 77% itu kan?
Popularity: 6% [?]
Tags: Health















Using
maksud loe dua kali sehari kali man, bukan dua hari sekali, haha. gw meragukan keabsahan pernyataan si Rini itu, terlebih setelah melihat kenaikan signifikan jumlah orang yang tidak menggosok gigi, respondersnya dia berapa orang sih?
Using
@yuki tobing
oops iya itu typo, koreksi ntar deh.
saya juga ragu ama validitasnya. 77%?? bisa2 produsen sikat gigi bangkrut