
This new actually has been reported several week ago in Kompas but strangely it was put in a very little column, as if the media was trying to avoid wuss and possibly, tension. In 21 February 2008, Kompas wrote a distrubing article about the military in singapore, it appears that foreigners who applied for permanent residence might be forced to enter military service as said by Widya Rahmanto, first secretary of Embassy of Indonesia for Singapore.
In short, Indonesian who is aged 16,5 years and having permanent residence might be forced to enter Singapore’s military service. This is governed under Singapore’s Enlistment Act. Ironic? Yes it is. If you are Indonesian you probably aware already that the citizen here currently experiencing crisis of nationalism, thanks to cleptocrat in government, and misuse of authority, we begin to question who actually owns this country? The citizens or only the government?
Anyway, I have two interpretation of this policy:
1. Singapore did a symbolic diplomacy, moking that our nationalism is so low that we don’t mind to switch our citizenship for better economic proseperity.
2. Singapore frustated and still percepts Indonesia as its biggest threat. Despite of high living standard that rivals developed countries, the manpower of Singapore is relatively low compared to Indonesia, and with declining birth rate, it will be natural if Singapore feels threatened.
I’m pretty sceptical of possibility toward open warfare in Southeast Asia because the economic interdepence and the growth is relatively high. I don’t think the decision makers would want to drop the regional stability for sake of blind nationalism.
Or perhaps, this is also a good opportunity to test Indonesians’ nationalism (yeah, nationalism, not patriotism)? I’m sure I’m not the only one frustated with the stagnancy and the bireaucracy here. What could we expect when a state is governed by cleptocrats?
Reference:
Military Service in Singapore
Permanent Residence (Wikipedia)
___________
Sebetulnya saya ingin mengposting ini semenjak beberapa hari yang lalu, tapi tidak kesampaian karena terlalu malas. Tapi berita ini toh belum basi. Kompas pada tanggal 21 Februari 2008 memberikan pemberitaan yang agak menohok: WNI Berizin Tinggal Tetap Tekena Wamil Singapura, demikian kata Widya Rahmanto, sekretaris satu KBRI untuk Singapura. Anehnya kok berita sepenting ini tidak dimasukkan ke headline, apa mungkin karena dianggap belum terlalu penting?
Intinya, penduduk Indonesia laki-laki yang berusia16,5 tahun, dan mendapatkan izin tinggal tetap dapat dikenai pendaftaran bela negara, hal ini diatur dalam Enlistment Act milik Singapura. Agak ironis bukan? Disaat negara ini sedang memiliki krisis kepercayaan militer, Singapura, negara tetangga kita yang memiliki masalah jumlah penduduk, dengan cerdik memberikan kebijakan seperti ini. Seperti yang kita ketahui, Singapura saat ini mengalami masalah dengan jumlah penduduk. Akibat dari tingginya biaya hidup, penduduk Singapura jadi mirip seperti negara maju, mereka lebih memilih melajang dan mengakibatkan pertumbuhan penduduk menjadi sangat rendah.
Saya memiliki beberapa interpretasi untuk menyikapi kebijakan ini:
1. Singapura melakukan diplomasi simbolis, yang mau mengejek bahwa nasionalisme penduduk Indonesia sangat rendah, sehingga mereka mau-mau saja ikut wajib militer Singapura.
2. Singapura frustasi dan ketakutan pada Indonesia. Walau Singapura memiliki taraf hidup dan pendapatan yang tinggi, tapi tidak boleh dilupakan, hal itu terjadi karena wilayah mereka yang sangat kecil dan jumlah penduduk yang sangat sedikit. Secara natural, Indonesia sebagai negara penduduk terbesar di kawasan Asia tenggara adalah ancaman untuk Singapura.
Sebetulnya saya pesimis akan ada perang besar di Asia tenggara dalam waktu dekat, toh kita sedang mengfokuskan pada integrasi kawasan. Memang kasus persengketaan wilayah masih menjadi masalah di antara negara-negara ASEAN, tapi belum cukup untuk mengakibatkan perang dalam skala besar.
Tapi mungkin juga ada baiknya hal ini untuk mengetes komitmen nasionalisme penduduk Indonesia. Jika anda memiliki anak, apakah anda mau mengajukan izin tinggal tetap di Singapura? Apakah anda rela-rela saja ikut wajib militer di negara lain ketika anda sebetulnya penduduk negara Indonesia?
Yaah, dibandingkan Indonesia, fasilitas militer milik Singapura tentu jauh lebih baik. Mungkin ada juga orang Indonesia yang beranggapan wamil ini cuma latihan fitness gratis?
Referensi:
WNI Berizin Tinggal Tetap Terkena Wamil Singapura
Wajib Militer di Singapura
Popularity: 11% [?]
Tags: Indonesia, Military, SingaporeIf you would like to make a comment, please fill out the form below.
Kalo g sih, mau-mau aja deh ikutan wamil di Singapura daripada di Indonesia kalau bisa tetap menetap di sana… ~.~
Lebih pantas untuk dipertahankan!
Di artikel ini tertulis bahwa kalo WNI ikutan wamil luar negeri, status kewarganegaraannya akan hilang.
http://www.eramuslim.com/berita/nas/8222165422-deplu-ingatkan-wni-singapura-tidak-ikut-wamil.htm
Berkah.
Lagian, kok manusia suka perang ya?
Belum perang, eh sudah siap-siap duluan, dasar sekumpulan mahluk aneh!
Menurut g sih ini juga kembali pada pilihan masing-masing. Siapa tahu sebagian besar dari ratusan permanent resident kena wamil S’pore kebanyakan berniat untuk menetap di sana daripada kembali ke …you-know-where?
Hmm, jangan2 karena ada kebijakan itu, WNI yang tidak nasionalis punya alasan untuk pindah negara? Tidak boleh dilupakan, bagaimanapun juga Singapura sedang kekurangan SDM (khususnya yang mau jadi militer)
Wah, membuka kesempatan nih lol ^^
gue tetep orang Indonesia
tapi kalo disuruh wamil di sana kayaknya gue ayo-ayo aja..bener kata elu…gue jarang olahraga sih…(sambil membayangkan fasilitas militer Singapur yang yahud-yahud)