Google
 

Normalisasi Hubungan Korea Utara-AS?

Calvin Michel Sidjaja on November 4th, 2007

Perkembangan konflik antara Korea Utara dan AS tampaknya sudah mencapai titik terang. Korea Utara berjanji akan menghentikan program senjata nuklirnya dan ini bisa mengarah pada normalisasi hubungan Korea Utara-AS.

Namun apa sebetulnya kepentingan AS terhadap Korea Utara? Negara ini adalah salah satu negara termiskin di dunia, AS nyaris tidak memiliki kepentingan ekonomi apa-apa terhadap Korea Utara. Hal ini agak kontras dengan Iran dan Myanmar dimana beberapa perusahaan dari AS mengadakan investasi walau jumlahnya sangat kecil (hal ini bisa dilihat secara detail di artikel ini).

Nuklir Korea Utara menjadi momok bukan untuk AS sendiri, namun karena efek domino yang potensial bila kekuatan militer Korea Utara meningkat. Disinilah terjadi suatu kondisi Dilema Keamanan (Security Dilemma), suatu kondisi dimana masing-masing negara meningkatkan anggaran militer mereka karena suatu negara meningkatkan kapabilitas militer mereka. Ini cukup relevan dengan konsep security complex dimana keamanan suatu negara merupakan ancaman untuk negara lain, terutama yang berdekatan.

Dalam konteks Korea Utara, kita menemukan setidaknya empat negara yang bisa merasakan dampak langsung jika Korea Utara meningkatkan kapabilitas militernya, yakni Rusia, China, Jepang dan Korea Selatan.

Korea Utara memiliki hubungan buruk dengan Jepang karena sejarah penjajahan Jepang di negara tersebut. Jepang walaupun merupakan salah satu pasar utama ekspor Korea Utara, merupakan salah satu negara yang terancam dengan kapabilitas militer Korea Utara. Gertakan simbolistis seperti pengiriman Tae Po Dong (yang dengan memalukan, tenggelam ke laut saat diluncurkan) bisa memicu ketegangan wilayah. Hal ini bisa membuat Jepang merasa tambah terancam, dan meningkatkan kapabilitas militer mereka.

Jika Jepang meningatkan anggaran militer mereka, otomatis China dan Korea Selatan, dua negara terdekat yang memiliki hubungan sejarah buruk dengan Jepang, akan meningkatkan anggaran militer mereka. Pada akhirnya, hal ini akan berakibat buruk untuk AS karena Asia Pasifik merupakan pasar utama ekonomi AS.

Mungkin ini pertama kalinya semenjak tahun 2003, Korea Utara bisa memegang janjinya. Fasilitas nuklir Korea Utara sendiri akan mulai dihentikan terhitung pada hari senin.

Pak Gil Yon, duta besar Korea Utara untuk PBB juga mengatakan bahwa mereka sudah siap melakukan menghentikan program nuklir mereka pada pertemuan komite pertama PBB pada 15 Oktober 2007. Korea Utara juga berani mengsponsori dua draf resolusi untuk komite satu, yakni “Prevention of an arms race in outer space” (A/C.1/62/L.34) dan

“United Nations Regional Centre for Peace and Disarmament in
Asia and the Pacific” ” (A/C.1/62/L.35). Cukup aneh, karena Korea Utara selama ini adalah negara yang isolasionis dan sangat menutup informasi mengenai kekuatan militernya.

Dengan transparansi yang masih dipertanyakan, Korea Utara masih bisa mengsponsori sebuah ide untuk disarmament di Asia Pasifik (walau perlud digarisbawahi lagi, nuclear disarmament dan transparansi militer adalah dua hal yang berbeda)

Namun perkembangan terakhir akan menjadi menarik, karena dengan menghentikan program nuklirnya, Korea Utara bisa memperbaiki hubungannya dengan AS, dan ini akan mengarah ke normalisasi. Jika Korea Utara menjalin hubungan normal dengan AS, maka konstelasi kekuatan di Asia Timur akan berubah, dan China khususnya, akan mulai terancam jika Korea Utara mulai tidak tergantung lagi pada negara tersebut.

Popularity: 11% [?]

Tags: , , ,

Related posts

2 Responses to “Normalisasi Hubungan Korea Utara-AS?”

  1. Memang sebuha perkembangan yang luar biasa melihat Korea Utara mau mematikan reaktor nuklirnya..
    Sebuah anggapan pesimis kini ditepis oleh Korea Utara.

  2. apakah ini berarti korut lebih rasional ketimbang iran?
    hehe, tapi iya bener itu..iran beda sama korut, menyangkut banyaknya kepentingan yang bermain

Trackbacks/Pingbacks

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>