Mau Kaya? Jadi DPR Aja! Gaji Setahun = 1 Milyar!

By Calvin Michel Sidjaja | Jan 21, 2008
   Show Original   

Kompas Senin 21 Januari memberikan artikel menarik seputar gaji dan tunjangan anggota DPR (Hal. 3). Berapa jumlahnya? Cukp menakjubkan, coba simak angka-angka berikut:

Gaji Bulanan
Gaji paket = Rp. 15.510.000
Bantuan Listrik = Rp. 5.496.000
Tunjangan Aspirasi = Rp. 7.200.000
Tunjangan Kehormatan = Rp. 3.150.000
Tunjangan Pengawasan = Rp. 2.100.000
Total = Rp 46.100.000/bulan

Penerimaan non bulanan:
Penerimaan gaji ke-13 tiap juni = Rp. 16,4 juta
Dana penyerapan aspirasi setiap masa reses = Rp. 31,5 juta (bisa 4 kali reses dalam setahun)

Penghasilan sewaktu-waktu:
Insentif pembahasan rancangan undang-undang dan honor melakukan uji kelayakan = Rp. 5jt/kegiatan

Singkatnya, dalam setahun pendapatan anggota DPR yang tidak aktif saja bisa mencapai Rp. 761,3 juta (2006). Pada tahun 2007 mencapai Rp. 787,1 juta.

Melihat fakta yang demikian, mungkin kita harus menerima fakta, bahwa DPR kita juga koruptor. Atau mungkin bisa disebut koruptor yang mengatasnamakan rakyat? Padahal nama mereka Dewan Perwakilan Rakyat. Miris sekali saya melihat mereka tanpa kerja saja bisa makan gaji buta. Belum lagi beberapa bisa jadi anggota DPR hanya modal dengkul dan beli sertifikat. Mau ke arah mana yah negeri kita kalau DPRnya saja kleptokrat?

Berita ini membuat saya melirik lagi cerpen Republik Babi. Mungkin memang benar, anggota yang tadinya bersih pun ujung-ujungnya menjadi kotor setelah masuk ke DPR.

Bagi anda-anda yang ingin kaya, cobalah masuk ke DPR. Kalau anda kurang menjual, cobalah beli sertifikat dan ijazah palsu dulu, niscaya anda akan masuk dan bisa kaya dengan cara legal yang murahan.

Popularity: 16% [?]

Tags: , , ,

Related posts

17 Comments so far
  1. Asrudin January 23, 2008 10:45 am

    memang Ironis, kalau melihat gaji anggota DPR dengan kinerja kerja yang ditunjukkan pada rakyat. Dengan gaji sebesar itu anggota DPR seharusnya dapat bekerja dengan maksimal. Tapi apa :Persoalan konstituional, pangan, kemiskinan, pengangguran, pendidikan, kesehatan, semuanya tidak dapat ditangani dengan maksimal karena semua anggota DPR hanya sibuk memikirkan bagaimana caranya cepat kaya sebelum terlempar pada pemilu berikutnya. Dengan melihat perilaku anggota dewan (yang katanya terhormat) seperti itu, saya pikir sangatlah wajar apabila rakyat melakukan protest votes.

  2. Calvin Michel Sidjaja January 24, 2008 12:52 am

    saya sendiri selalu absen dari pemilu legislatif, apa anggota DPR tak pernah mikir kalau gaji sebesar ini bisa menyakiti rakyat ya?

    sayang sekali kita tidak punya sistem untuk menghukum mereka kecuali moral dan cibiran dari masyarakat. ujung2nya mereka tetap saja kaya dan menghisap duit kita.

  3. Ade January 24, 2008 8:48 am

    lo harus tau juga berapa persen dari gaji itu yang masuk partai…dodol seh emang partai2 kita…malakin anggota-anggotanya yg dapet kursi

  4. Calvin Michel Sidjaja January 24, 2008 11:02 pm

    gw kurang tahu informasi itu de, emang parah juga ya? pantes aja image parpol di indonesia makin hari makin menyedihkan yah

  5. Asrudin January 25, 2008 6:38 pm

    Mari bersama-sama kita lakukan protest votes pada pemilu 2009 nanti.

  6. aris susanto January 28, 2008 9:38 pm

    Sekarang saya makin yakin, nama blog yang anda buat pasti terinspirasi dengan keadaan kontemporer dan status quo negeri ini yang memang makin stagnan, dan kelakuan para white-collarnya yang mirip pig!. Ahh… sudahlah…

  7. Calvin Michel Sidjaja January 30, 2008 4:47 pm

    @asrudin
    tapi tahun 2009 itu bukannya pemilu eksekutif ya mas? saya selalu absen dari pemilu legislatif soalnya saya sendiri tidak kenal “wakil” saya di DPR.

    @aris
    ya begitulah, tapi alasan lain, karena namanya belum dipakai pengguna blog manapun, sehingga lebih cepat terindex google :)

  8. Asrudin January 30, 2008 4:55 pm

    yang saya maksud adalah memang pemilu eksekutif (presiden) 2009. Saya hanya ingin mengajak semua pengunjung web anda untuk melakukan protest votes baik terhadap legislatif maupun eksekutif.

  9. Angelina January 31, 2008 10:19 pm

    yang sakit emang strukturnya..jadi mental ikut terpengaruh

    vin, coba bandingin ama gaji legislatifnya negara demokratis yang lain deh
    Jerman kalo memang mewakili
    yang di kawasan juga
    hehe

  10. Calvin Michel Sidjaja January 31, 2008 10:28 pm

    @angel
    sip deh, kalau ada waktu luang akan gw cari tahu.

  11. Sigit Darmawan February 1, 2008 9:20 am

    mas calvin, anda tidak tertarik untuk jadi anggota DPR? he-he-he.
    saya itu bingung, dengan fasilitas dan gaji yang cukup seperti itu, semestinya berkorelasi dengan produktivitas anggota dewan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. menjadi anggota dewan itu perlu totalitas pengabdian. lha kalau masih merangkap-rangkap bisnis sampingan, ya terlantarlah rakyat. tidak ada yg membelanya ketika dizalimi oleh kebijakan yang tidak memihak mereka. dewan oh dewan.

  12. Calvin Michel Sidjaja February 1, 2008 9:35 am

    kayaknya tidak mas, saya khawatir kalau saya bergabung menjadi anggota dpr, saya akan kehilangan kekritisan saya, apalagi kalau saya bergabung dengan pikiran “saya mau jadi kaya, makanya jadi anggota dpr”

    andaikan ada kans, saya ingin menjadi anggota dpr kalau memang sudah kaya, sehingga saya tidak akan dipandang negatif oleh masyarakat.

    sebenarnya saya juga ingin mencari tahu gaji-gaji dari anggota dpr negara lain, tapi informasinya agak sulit dicari.

  13. rumahkayubekas February 18, 2008 7:23 pm

    Wah urusan nyakitin hati rakyat, kita paling jago ya

  14. Calvin Michel Sidjaja February 18, 2008 7:45 pm

    @aki
    yang paling bikin saya tambah geleng-geleng kepala, Jusuf kalla bilang: Tidak Sesenpun kami mengambil Uang dari Papua (Kompas 18 Februari 2008).

    kleptokrat oh kleptokrat…

  15. [...] dan memberikan subsidi lebih untuk pendidikan? Saya miris sekali saat membaca DPR yang digaji sekitar 700 juta per tahun, walau mereka mungkin tidak pernah memperjuangkan aspirasi kita, dan bisanya cuma tidur pas [...]

  16. Syukur Alusduile September 14, 2008 5:20 am

    Syukur, saya sudah memutuskan golput. Saya merasa malu dan bersalah kalau sampai saya ikut ‘nyoblos’ di setiap pemilu. Malu karena apa yang saya pilih nyatanya tidak pernanh menunjukkan perubahan malah kesalahan yang berulang layaknya keledai. Bersalah karena berarti saya telah membantu para BAJINGAN-BAJINGAN yang ada di pemerintahan untuk duduk di kursi empuk nan hangat di parlemen untuk kembali membohongi dan menyengsarakan rakyat dengan keputusan-keputusan yang sama sekali bukan berasal dari keinginan rakyat. Benarlah kata sebuah ‘joke’. “DPR itu gak punya salah sama rakyatnya. Namanya saja ‘DEWAN PERWAKILAN RAKYAT’. Jadi kalau rakyatnya pengen punya duit banyak kan sudah diwakilkan sama anggota DPR, kalo rakyat pengen naik mobil mewah sudah diwakilkan juga sama anggota DPR, kalo rakyat pengen jalan-jalan ke luar negri sudah sering diwakilkan juga kan?”
    Makan TUH PERWAKILAN!!!!

  17. yozzza November 14, 2008 5:33 pm

    wah..dewan perwakilan rakyat…namanya ajah yg mentereng
    guw suka sama nama itu,tapi guw ga suka sama dewannya…itu dewannya isinya hewan semua yang cuma mentingin perut sendere….

Leave a Comment

If you would like to make a comment, please fill out the form below.

© 2007 RepublikBabi, - Daily Blog Tips Themes