Pada 21 Juni 2008 saya mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Cirebon. Seperti yang saya tulis di postingan ini, saya berkesempatan ikut acara talk show yang diselenggarakan atas kerja sama Gagas Media dan beberapa stasiun di Cirebon. Acara ini tampaknya rangkaian dari acara Road Show Gagas Media untuk mempromosikan buku-buku terbarunya. Saya merasa beruntung karena boleh berpartisipasi dalam acara ini.
Tragedi pertama dimulai saat saya pergi ke bandung dengan Cipaganti Travel yang datang menjemput saya pada pukul 07.30, karena waktunya sangat pagi, saya tidak sempat sarapan dan hanya minum ensure. Ya sudahlah tidak apa, pikir saya, toh Ensure cukup mengenyangkan dan bisa menjadi ganjalan sementara. SALAH BESAR.
Entah bagaimana ceritanya, entah apa yang terjadi dengan perut saya, tapi saya mabok darat… selama enam jam. Wah mengerikan. Mengerikan. Mengerikaaaaaan.
Setiap kali perut saya terguncang karena tikungan, kepala ini rasanya mau pecah, dan seluruh isi perut tampaknya bersiap keluar. Dan itulah yang terjadi, saya benar-benar tidak enak pada Cipaganti Travel dan seluruh penumpang yang ada bersama saya, ya saya muntah berkali-kali, dan tentunya itu sangat menganggu kenyamanan. Beruntung mereka cukup baik dan mengerti kondisi saya, beberapa memberikan minyak kayu putih, permen jahe, dll. Anda tak akan mau tahu fakta agak menjijikan lain yang tak patut diceritakan di blog ini.
Setelah perjalanan 6 jam yang terasa seperti pelanggaran HAM dan pembunuhan pelan-pelan, akhirnya saya sampai di hotel Zamrud dan disambut oleh mbak Resita dari Gagas Media yang dengan baik hati menyediakan saya makan siang berupa nasi dan sayap ayam dari Wendy’s. Setelah beristrahat sejenak jam 15.40 saya pergi ke Radio Gratia Cirebon, dan disambut oleh Nunu, yang tengah mewawancarai mbak Ita Semiring dan Christian Simomora.
Selepas dari Radio Gratia, kami lalu pergi ke Kis FM dan disambut oleh mas Emi yang abis main Futsal. Mungkin karena mas Emi masih cape abis main futzal, dia baru ngeh kalau dia ngewawancarain mbak Ita dan mas Christian yang sebenarnya sudah cukup menghasilkan banyak novel.
Pada jam 18.00 kami lalu diwawancarai oleh Henny dan Icha dari Hitz FM, berhubung kondisi tidak memungkinkan kami pergi ke stasiun radio, kami diwawancarai dengan alat perekam.
Bagaimana dengan substansi wawancaranya sendiri? Substansi yang ditanyakan tidak jauh berbeda satu sama lain, seperti bagaimana inspirasi novel kami berasal, bagaimana pengalaman penerbitan novel kami, dan lain sebagainya.
Saya sendiri menceritakan bahwa saya pertama kali menulis karena cerpen pertama saya dari guru SMU saya dicap “plagiat”. Kata-kata itu membuat saya terbakar dendam lalu memutuskan untuk membuktikan diri bahwa saya bukan seorang plagiator, saya seorang penulis yang membuat cerita original.
Saya juga menceritakan pengalaman saya menerbitkan Jukstaposisi, seperti bagaimana naskah saya ditolak oleh Elex Media, atau dikirim ke Grasindo tanpa ada balasan, dan akhirnya saya ditawari untuk diterbitkan oleh Gagas Media. Bagi teman-teman yang sudah mengenal saya dan proses penerbitan jukstaposisi, tampaknya tidak ada hal yang terlalu baru untuk diceritakan, toh pada dasarnya acara ini adalah bagian dari promosi penulis.
Mas Christian dan mbak Ita Sembiring juga adalah penulis novel yang sangat-sangat produktif. Sebagai catatan, mas Christian telah menulis sekitar 6 novel, dan mbak Ita Sembiring sekitar 9 novel (novel kesepuluh sedang atau sudah diterbitkan nih mbak?).
Setelah kegiatan yang cukup melelahkan selama seharian, kami lalu mengisi perut dengan makan di Top, wisata kuliner, sebuah food court yang memiliki berbagai makanan. Bodohnya saya terlanjur memesan nasi goring ayam kripsi, padahal salah satu makanan yang saya incer adalah Empal Gentong atau nasi Lampang. Tapi tidak apa-apalah soalnya saya bisa nyicip-nyicip dari makanan teman lain.
Hari ini saya juga berkenalan dengan teman-teman baru dari tim gagas media, yakni Resita, mas Eko, Amel, mas Arifin, mas Christian, mas Roy, mbak Ita beserta suami dan anak-anaknya. Sebagai penyegar suasana, saya membawa tarot, hehehe, tebak saja apa yang terjadi
.
Esoknya, 22 Juni 2008, setelah semalaman tidak bisa tidur karena sekamar dengan Christian yang ngorok dengan tingkat kebisingan +/- 30 db sepanjang malam, saya sarapan dengan teman-teman lalu jam 8.30 AM pergi ke Daya Bumi FM, kami diwawancarai oleh Nata sekitar satu jam, lalu setelah itu kembali ke hotel, menunggu untuk berangkat ke acara Diskusi Budaya yang diselenggarakan di Gramedia Cirebon.
Acara dimulai pada pukul 13.30, setelah kami makan siang di food court bersama teman-teman lain.
Acara berlangsung cukup lancar, MC memperkenalkan nama kami dan karya-karya yang kami tulis. Mba Ita dan mas Christian tentu sudah cukup tidak asing di kalangan pembaca karena mereka sudah menghasilkan banyak novel.
Diskusi menjadi seru karena ada seorang sastrawan bernama Alwy yang mengungkapkan pendapatnya mengenai perkembangan sastra Indonesia, dan pengaruh komik Jepang yang sangat kuat di kultur pop remaja. Alwy mengatakan bahwa remaja jaman sekarang menulis tanpa mengindahkan peraturan yang ada dan membuat sastra tidak serius.
Kami menjawab bahwa memang terdapat pergeseran sastra di Indonesia. Kultur tulis menulis yang tadinya dimiliki hanya oleh sekelompok orang sekarang bisa dilakukan oleh siapa saja, kesempatan menjadi penulis sekarang menjadi lebih besar dibandingkan masa sebelum-sebelumnya.
Berhubung saya sudah lumayan lelah dengan diskusi yang agak berat, saya tidak bisa menuliskan seluruh isinya, mbak Ita lebih banyak menjawab di sesi pertanyaan ini, Beliau juga pernah beberapa kali berbicara di Belanda mengenai sastra Indonesia. Berhubung saya sudah lost dan lebih mikirin kapan acara berakhir saya pasang muka nyimak, padahal sebenarnya konsentrasi ada di tempat lain. ![]()
Acara berakhir pada pukul 15.00, dan kami pulang ke Jakarta, nuansa perjalanan cukup meriah karena mbak Ita memiliki stok humor yang tampaknya mendekati tak terhingga, saya juga senang karena beliau menceritakan pengalaman hidupnya di Belanda, dan bagaimana akhirnya dia memutuskan untuk tidak menerima Green Card Belanda.
Saya rasa itu saja yang bisa diceritakan, tidak ada yang terlalu istimewa dalam acara ini untuk orang lain, tapi acara ini cukup istimewa untuk saya, karena bisa mengobati trauma saya yang mendapat B pada ujian skripsi kemarin, dan ini pengalaman pertama saya tampil menjadi pembicara di diskusi budaya. ![]()
Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada pihak Gagas Media: mbak Resita, mbak Amel, mas Eko, mas Arifin, dan mas Roy yang membuat saya mendapat pengalaman baru selama dua hari kemarin.
Foto-foto belum bisa diupload karena bandwidth dan kecepatan terbatas, saya akan mengupdate postingan ini nanti setelah saya pulang ke rumah
.
Popularity: 21% [?]
Tags: Book







Using
Vin, lain kali kalau mau melakukan perjalanan lewat darat dan berliku-liku jalanannya, coba tempel koyo di *maaf* pusar/udel-nya deh. Katanya sih ampuh, hehehehehe…
ps. oleh2nya mana?
Using
oh iya, gw juga dikasih tahu itu, ntar gw bawa salonpas deh kalau pergi lagi. Tapi kaga akan pernah lagi gw ke cirebon pake cipaganti travel via bandung. itu tiket untuk membuat gw mati muda.
Using
wah ke Cirebon ya, first time ke Cirebon? nyobain makan nasi jamblang gak?
Using
@mas tedy
sayangnya saya baru sempat makan empal gentong doank, kebablasan mesen nasi goreng pas makan malam
Using
Bung Calvin coba kunjungi situ saya di http://asrudiancenter.wordpress.com/
Using
yah, acaranya ngaret….
*pengen ikutan juga*
*pengen liat manusia yang membuat Jukstaposisi*
Using
Msh untung mabuk gara2 sarapan seadanya. Aku sarapan nggak sarapan tetep pemabuk. Darat? Laut? Udara? Sama saja! Hrs sedia Antimo. Parah kan, hehehe.
Eh, baru tahu nih. Ternyata Jukstaposisi sempet ditolak dan digantung jg. Kupikir begitu menang DKJ semua bakal mulus.
Using
@brahm
tenang mas, anda tidak sendiri, percaya ngga kalau saya juga bisa mabok… oleh angkot? hahaha.
Using
Selamat vin, anda sudah mulai menjadi penulis terkenal.
giliran lo bantu gue untuk msk penerbit donk.
hahahaha
pengalaman muntah lo itu cukup menjijikkan. hahaha
saran gue, coba minum tolak angin sblm jalan.
baca blog gue ya, gue baru posting pengalaman menjijikkan gue…hehhe