
Di dalam paradigma realisme, kita menemukan bahwa kekuatan militer merupakan konsep utama dalam interaksi negara dalam hubungan Internasional. Suatu negara yang memiliki kekuatan militer yang lemah akan dapat dikontrol oleh negara lain yang memiliki kekuatan militer lebih kuat. Ketergantungan militer bahkan lebih buruk lagi, dengan adanya ketergantungan teknologi militer, suatu negara akan berada di posisi yang lebih rendah daripada negara yang memproduksi teknologi tersebut. Konsepnya sama seperti World System Theory milik Wallerstein.
Secara tradisional, Jepang merupakan sekutu AS, khususnya pada masa perang dingin. Kekalahan Jepang pada perang dunia ke-II membuat Jepang berada pada posisi tawar lebih rendah. Amerika memaksa Jepang merubah konstitusinya, dimana Jepang menjadi negara yang pasifis dan hanya diperbolehkan memiliki angkatan bela diri (Japan Self Defense Force).
AS dikatakan sebagai ancaman terhadap kedaulatan Jepang karena
monopolinya dalam teknologi militer sehingga posisi tawar dalam
politik Internasional kurang signifikan dibandingkan kekuatan
ekonominya.
Jepang secara eksplisit menyatakan dalam buku pertahanan putihnya bahwa Kerjasama Pertahanan AS-Jepang merupakan salah kepentingan dalam konteks pertahanan Jepang, namun pada dasarnya, situasi ini tidak menguntungkan Jepang. Ketergantungan militer pada Amerika harusnya dilihat sebagai ancaman, bukan sebagai bagian dari kebijakan pertahanan. Situasi yang tidak menguntungkan ini membuat Jepang mengalami situasi dimana posisi tawarnya lebih rendah dibandingkan negara lain, khususnya Amerika.
Hal ini juga merambat pada perang dagang antara AS-Jepang. Secara unilateral, AS menuduh jepang melakukan praktek dumping pada produksi baja yang dijual di AS sehingga membuat impor baja dari Jepang ke AS dikenakan punitive trade barrier sebesar 32,5%, suatu tindakan yang sesungguhnya melanggar kesepakatan pasar bebas.
Contoh lain terlihat dari pengadaan perlengkapan senjata militer.
Perangkat-perangkat lunak pada perlengkapan tempur jepang berasal
dari AS. Karena hak cipta perangkat lunak tersebut dijaga ketat oleh
AS, maka teknisi jepang tidak boleh melakukan reverse engineering
untuk memperbaiki kerusakan yang ada. Meskipun jepang memproduksi 90% dari kebutuhan militernya, teknologi-teknologi tersebut memiliki lisensi dari Amerika, dan teknisi jepang tidak diperbolehkan untuk mempelajari dan mengkopi teknologi tersebut
Dari contoh tersebut bisa terlihat, bahwa ketergantungan militer pada AS tidak selamanya menguntungkan. Walau Jepang mendapat keuntungan karena tidak perlu membayar maintanance keberadaan pangkalan AS di Jepang, namun dalam banyak hal, Jepang berada di posisi lebih rendah dibandingkan AS.
Jepang harusnya melihat AS sebagai ancaman dalam jangka panjang dan harus secara perlahan menjadi negara mandiri secara militer, namun tidak cukup berbahaya sehingga mengancam
keamanan kawasan.
Secara historis, Jepang pernah membuktikan dirinya sebagai ancaman terbesar di Asia pasifik, termasuk AS yang saat ini menjadi sekutu terdekatnya. Jepang tentunya harus memperlihatkan bahwa proyek remiliterisasi tidak ditujukan untuk mengancam kawasan, namun semata-semata harus dipandang sebagai suatu sikap asertif, dimana Jepang pun harus diperbolehkan menjadi negara yang memiliki
posisi tawar yang serupa di percaturan internasional.
Jepang memiliki kapabalitas untuk menjadi lebih mandiri, karena didukung oleh teknologinya, namun harus dilakukan dengan tidak terlalu cepat agar membuat AS melihat Jepang sebagai ancaman baru yang bangkit dan mengurangi pengaruhnya di Asia Pasifik.
Popularity: 16% [?]
Tags: America, Japan, MilitaryIf you would like to make a comment, please fill out the form below.
Jepang sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia setelah Amrik memang harusnya mempunyai posisi tawar lebih tinggi dibandingkan saat ini. Tapi Jepang juga punya investasi bisnis yang luar biasa besar di Amerika. Pasar terbesar Jepang diluar jepang sendiri adalah Amrik. Saya ga yakin kalo Jepang mau berbuat aneh-aneh sama Amrik karena konsekuensinya terlalu besar tuk dipertaruhkan.
Betul, tapi sebagai salah satu penduduk di negara yang pernah dijajah jepang, saya rasa tidak heran jika kita diuntungkan dengan kondisi Jepang yang sekarang. Saya yakin tidak ada seorangpun dari kita yang ingin melihat sejarah terulang kembali, imperialisme dan nasionalisme buta negara yang pernah menjadi ancaman terbesar di asia-pasifik.
Dalam perspektif tertentu, kondisi jepang tanpa militer menguntungkan negara-negara seperti kita, karena Jepang tidak mendikte kita seperti Amerika.
konsep burden sharing yang dilakukan kedua negara tersebut merupakan simbiosis mutualisme politik. jepang menggunakan amerika sebagai bodyguard atas keamanan nasional jepang dan tentunya jepang juga membayar 5% dari GNPnya kpd AS dan AS juga dapat bebas berhegemoni di asia. sementara jepang dapat berkonsenterasi ke bidang ekonomi tanpa memikirkan keamanannya. dan hal tersebut adalah alasan jepang mengapa jepang dapat menjadi negara kaya dan aman dari berbagai ancaman di kawasan asia timur.
ya memang, jepang itu bisa dibilang negara besar tapi tidak berdaulat 100 %, jadi bargaining posititonnya gak sip
pak.. kenapa jepang memberi nama National
Defense Program GUIDELINES bukan lagi OUTLINE pada nama belakangnya..
apakah bapak dapat menjelaskan perbedaan nama tersebut..
terimakasih.
Sepertinya Jepang yang sekarang sudah berbeda dengan jepang yang dulu. Jepang sekaranglebih mencintai perdamaian dan dapat bersikap lebih manusiawi. sudah terbukati bahwa jepang sangat gemar menyumbang bagi penentasan kemiskinan tanpa adanya maksud lain selain membantu kaum tidak mampu. ini bertolak belakang dengan sikap amerika yang terlalu sombong.. Lihat Saja, suatu saat TUHAN akan membalas perbuatan negara jahat tersebut.
jepang adalah negara maju.apapun dapat mereka ciptakan,sekalipun itu virus.menurut pendapat saya yang kurang mengerti ini,,,jepang seharusnya tidak terlalu tergantung pada amerika,,mungkin untuk urusan ekonomi,,iya,,,tapi untuk keamanan negara dan stabilitas militer serta kedaulatan tidak perlu,,karena jepang adalah negara yang dapat mempertahankan dirinya…buktinya,,kita dapat melihat dari sejarah bangsa kita sendiri yang mampu dijajah oleh jepang..
tapi dengan keadaan jepang tanpa militer,,setidaknya kita negara-negara asia tak perlu khawatir,,karena itu menguntungkan kita…..
makasiih,,,,
maaf kalau tidak dapat dimengerti dan agak tidak nyambung…
we koen g’ sak no ta ambek jepang……………………………..????????