Opinion

Jawaban Kepada Surat Alief Wardhana

Beberapa hari yang lalu ada seseorang bernama Alief Wardhana (alief_wardhana@yahoo.co.id) memberikan komentar panjang lebar di halaman Profile blog saya yang terdahulu yang ada di (wordpress.com). Berhubung blog lama saya sudah tidak aktif, tentu saya tidak akan menjawab disana, sehingga saya menjawab suratnya melalui email. Tapi beberapa hari berlalu dan orang bersangkutan tidak memberikan jawaban. Karena saya rasa tidak akan dijawab, anda mungkin tertarik untuk membaca surat yang diberikan pak Alief kepada saya dan diskusi soal pandangan mengenai agama, agnostikisme, kekristenan, Islam.

Jika ada kata-kata yang menyinggung pihak tertentu, saya mohon maaf karena saya tidak bermaksud demikian karena jawaban saya adalah murni opini pribadi.

Mas Calvin yang terhormat, jika dipikir-pikir ajaran Kristen memang membingungkan. Prinsip-prinsip dasar dari suatu tuntunan manusia saja sampai kini masih menjadi tanda tanya misal,
- Katanya Yesus mati untuk menebus dosa-dosa manusia. Apa ngak ada jalan lain, hingga Yesus harus mati dulu baru dosa manusia terampuni. Tuhan kok kayak gitu, lebih baik mati dari pada terus berusaha menyadarkan manusia. Dan anehnya bisa bangkit lagi. Kematiannya jadi tak berguna dong. Wong dia masih bisa hidup lagi kok. Pengorbanannya dimana ? Sandiwara macam apa ini? Oh ya, jika memang Yesus mati demi menebus dosa manusia maka orang-orang yang membuat Yesus mati perlu diberi ucapan terima kasih tuh. Karena perbuatan mereka manusia jadi bebas dari dosa. Terima kasih ya udah bunuh Tuhan kami.
- Katanya bayi baru lahir udah membawa dosa. Logikanya darimana tuh? Karena dimana-mana orang juga tahu kalau bayi baru lahir itu tidak berdosa. Orang dikatakan berdosa jika telah melakukan kesalahan. Bayi melakukan kesalahan apa hingga di sebut berdosa? Alasannya sih, dosa bayi itu warisan dari Adam ama Eve moyang kita di surga dulu. Tapi masak iya embah kita yang salah kita ikut nanggung dosanya. Memang beliau berdua nenek moyang dan kita harus menghormatinya, tapi ikut menanggung dosanya? Entahlah.
- Orang-orang kristen juga tahu kalau Santa Claus/Sinterklas itu ngak ada. Setiap Natal orangtua umat kristiani membohongi anaknya tentang kado natal dari Sinterklas. Padahal hadiah-hadiah itu mereka sendiri yang menarohnya. Anak-nak sih meng iyakan saja kebohongan itu. Tapi ketika mereka mulai dewasa, mereka baru sadar kebohongan itu. Karena sekarang merekalah yang melakukan kebohongan selanjutnya pada anak-anak mereka. Anda sendiri tahu itukan? Ketika ditanya apa alasan mereka tetap melakukan semua dusta itu? Mereka berdalih bahwa itu hanya dapat di jawab dengan iman. Hmm..iman dari kebohongan?
- Dan yang terpenting tentang Tuhan itu sendiri. Apakah umat kristiani telah punya satu pendapat mengenai Tuhan mereka. Tiga dalam satu (tritunggal)? Katanya Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh Kudus adalah satu kesatuan. Kalau memang satu kenapa harus disampaikan menjadi tiga wujud. Kenapa bingung-bingung memikirkan tiga wujud kalau sebenarnya satu. Sementara kelompok kristen lain seperti pemegang injil Yudas (seperti yang anad ceritakan) mengatakan bahwa Tuhan dengan produk gagalnya adalah jahat dan Yesus adalah penyelamat. Bukankah hal ini menunjukkan Yesus dan tuhan Bapa adalah dua hal yang berbeda. Kadang Yesus berdoa kepada Tuhan Bapa memohon perlindunganNya. Berdoa kepada diri sendiri?
- Kenapa dalam kitab suci injil penuh dengan cerita-cerita jelek tentang prilaku Nabi-nabi terdahulu. Seperti kisah-kisah David (Daud), Loth (Luth) dan lainnya. Nabi berzina? Incest? mabuk? Gambaran persetubuhan? Kisahnya begitu jelas dan maaf, vulgar/porno. Apakah hal seperti itu layak disebutkan dalam sebuah kitab yang dianggap suci?
- Injil Vs ilmu pengetahuan. Begitu banyak ayat-ayat dalam Injil yang bertentangan dengan fakta-fakta alam yang diungkap ilmu pengetahuan sekarang. Baik itu dari bidang astonomi, kimia, biologi, kedokteran, sejarah dan lain sebagainya. Mungkin banyak yang mencoba membela dan menjawab sebisanya. Tapi apakah semua pertentangan nyata itu telah terjawab dengan baik? Dan apakah masuk akal? Apakah menjawabnya kembali hanya dengan iman? Menafikan akal sebagai karunia Tuhan kepada manusia?

Dari sedikit uraian diatas tidak heran kalau ajaran-ajaran Kristen memang semakin ditinggalkan penganutnya. Termasuk anda bukan?

Oh, ya saya seorang muslim. Bukan maksud saya mencela pribadi Yesus sebagai seorang panutan. Tidak sama sekali. Dalam Islam Yesus atau dalam logat Islam Isa adalah seorang Nabi ( utusan allah) suci. Kami mengormati nabi Isa as. Bahkan kalau anda tak percaya, boleh anda lihat dalam kitab suci agama kami, Al-qur’an. Riwayat Nabi Isa tergambar dengan jelas, beliau adalah salah satu dari lima Rasul pilihan Allah (Ulul azmi). Kenapa karena dia salah satu Nabi penerima wahyu Allah yang tercacat dalam bentuk kitab suci. Bukan anak Allah. Kami umat Islam meyakini satu hal, bahwa Allah (Tuhan Bapak mungkin menurut anda) tidak beranak dan tidak diperanakkan. Allah adalah satu-satunya Tuhan yang kami sembah.. Karena selayaknya pencipta alam semesta ini memang satu. Tuhan dengan segala ke sifat ke Maha-an Nya tidak butuh siapa-siapa lagi untuk mengatur seluruh makhluk ciptaan-Nya. Dalam hal ini Nabi hanya bertugas menyampaikan seluruh wahyu-wahyu Tuhan kepada umat manusia. Tugas inilah yang
diemban Nabi kami Nabi Muhammad Saw, bukan sebagai Tuhan kedua atau ketiga. Dan kami tak ragu lagi dengan hal itu.

Mengenai anggapan anda tentang orang muslim, yang radikal, tidak demokratis, tidak toleran, tidak menerima kritikan. Anda sadarkan kalau hidup di negara yang mayoritas muslim. Bagaimana menurut anda ? tidak aman, tidak nyaman, anda tak dapat sekolah, keluar rumah, anda dianiaya? Tuduhan itu tidak sepenuhnya benar bukan? Apakah umat Kristiani sendiri memiliki sikap menerima kritikan. Anda ingat kan tragedi abad pertengahan? Siapa yang mengintimidasi atau membunuh cerdik-cerdik pandai seperti Copernicus, Galileo Galilei? Gereja menghukum mati orang-orang yang dianggap menyebarkan faham-faham yang berbeda dengan mereka. Tentang novel atau komik-komik yang berisi tentang Nabi kami, itu bukan kritikan tapi lebih cendrung sebagai pelecehan, penghujatan tanpa dasar. Kata-kata cabul, mesum tak pantas di pakai dalam bahasa kritikan. Siapa yang takkan marah jika seorang yang dicintainya di perlakukan seperti itu. Apakah anda tidak akan marah jika hal tersebut terjadi pada orang-orang yang
anda junjung tinggi, yang anda jadikan tauladan hidup. Kalau anda jawab kita harus toleran, seperti yang terjadi di negara-negara barat ketika Tuhan anda Yesus dilecehkan dalam gerakan anti chrits, gereja setan, game-game, karikatur-karikatur. Pelecehan itu begitu terang dan jelas. Salah satunya seperti Marylin Manson, anda pasti tahu penyayi rock top itu. Rekaman lagunya begitu mudah diperoleh di manapun termasuk Indonesia. Sekali lagi, itu toleran? Demokrasi? Menghargai kebebasan berpendapat? Atau, tidak berdaya. Atau lebih parahnya, tidak peduli.

Umat Islam teroris? Siapa yang menteror siapa? Siapa yang memperkosa hak azazi manusia dengan begitu jelas di dunia sekarang ini? Menginvasi negara orang lain dengan terang-terangan demi alasan yang tidak adapat dibuktikan. Oh, alasanya mengejar teroris? Teroris atau minyak? Jawab yang jelas! Anda tahukan berapa banyak warga sipil yang harus kehilangan nyawa mereka dalam aksi itu? Saya katakan, banyak! Anda tahukan siapa yang terlibat dalam perang dunia I dan II? Semuanya adalah bangsa-bangsa yang melontarkan istilah teroris itu. Korbannya jangan dihitung lagi mas, puluhan juta. Kebayang ngak ada mayat manusia puluhan juta?

Umat Islam tradisional, terkebelakang? Kami akui, tuduhan itu memang tak sepenuhnya salah. Itu merupakan PR besar bagi umat Islam didunia saat ini. Namun jika kita melihat sejarah kebelakang. Pada abad pertengahan ketika eropa/kristen dalam keadaan seperti yang anda tuduhkan tadi (terkebelakang), umat Islam justru dalam masa gemilangnya (tidak pelu saya jabarkan lebih panjang, anda pernah belajar sejarahkan?). Hal itu di akui oleh ahli sejarah anda sendiri. Bahkan hal tersebutlah yang menjadi salah satu penyebab utama bagi buat bangsa eropa untuk menyadari ketertinggalannya dan mulai berubah (Renasaince).

Mas Calvin, jika anda memang seorang yang berpikiran terbuka (open minded), anda tentu tidak keberatan untuk mengenal pemikiran-pemikiran lain tentang “cara/jalan hidup”
( way of life ) selain dari yang anda yakini selama ini bukan? Dalam hal ini yaitu Islam. Tidak adanya ruginya, hitung-hitung menambah wawasan anda. Dan melihat uraian saya diatas, anda pasti ingin tahu apakah dalam Islam sendiri tidah terdapat pertentangan-pertentangan seperti yang saya sebut di awal tadi. Mungkin dengan mengenal agama kami, anda akan lebih mencintai agama anda sendiri. Bukannya saya meyakini agama anda. Bukan. Tapi kadang kita jadi lebih mencintai milik kita sendiri ketika ketika telah kita membandingkannya dengan milik orang lain (ini bukan filsafat lho). Dan secara pribadi hal itu pernah saya lakukan. Saya semakin mencintai agama saya (Islam) setelah mengenal agama anda (Kristen). Atau, Islam menjadi pilihan anda?

Megenai agnostik? Di zaman penuh ilmu pengetahuan sekarang ini yang namanya agnostik itu hanya untuk orang-orang yang malas berpikir. Apakah memang sudah seluruh agama yang anda pelajari secara mendalam, sehingga berani mengatakan seluruh agama itu hanyalah rekayasa pemikiran manusia? Kalau jawabannya sudah, berarti bohong tuh. Dan Ateis? Basi mas. Ateis sudah lama mati. Ilmu pengetahuan sekarang membuktikan keberadaan Tuhan. Tidak percaya? Cari aja sendiri. He..heh..heh. Sedikit tentang orang yang ngak percaya sama surga dan neraka. Misalkan kita logikakan begini. Ketika suatu saat, orang yang beragama mati dan ternyata surga itu ada, dia akan masuk surga, beruntunglah dia. Tapi kalau ternyata memang surga itu tidak ada, di tidak akan apa-apa, ya kan? Tapi coba kalau orang yang ngak percaya sama surga mati, dan ternyata surga itu ngak ada, ya dia memang aman sih, tapi kalau ternyata surga ada?, Wah bisa gawat tu mas. Jadi kasarnya mendingan percaya pada adanya surga daripada
ngak percaya , tul ndak?

Udah sekian dulu mas Calvin. Terimakasih, senang berkenalan dengan anda. Kapan-kapan kita tukar pikiran lagi yah?

Wassalam.

PS : Untuk lagu Ahmad Dani yang berjudul “Andai Sorga dan Neraka Tak Pernah Ada”, itu berasal dari inti sari ibadah dalam Islam. Sesungguhnya ibadah seseorang itu akan diterima di sisi-Nya jika ia bersifat ikhlas/ tanpa pamrih. Dia beribadah benar-benar hanya karena Allah semata. Tanpa mengharapkan balasan berupa surga atau karena takut masuk neraka. Tapi Tuhan takkan pernah lupa akan semua pengabdian hamba-Nya untuk itulah sorga dan neraka di ciptakan, bukan sebagai tujuan untuk beribadah.

Jawaban saya adalah:

Halo mas Alief, ini jawaban saya atas pertanyaan2 mas Alief seputar kekristenan. Saya sendiri tidak akan mengatakan saya ahli, tapi ini adalah jawaban berdasarkan buku2 yang saya baca, oh ya saya sendiri memiliki dasar pandangan bahwa semua agama di dunia merupakan evolusi dari agama kuno dan mitologi kuno sejak peradaban Sumeria-Babilonia. Saya tentunya memiliki pengetahuan yang lebih terbatas dibandingkan mas Alief, tapi mudah-mudahan ini bisa menjawab pertanyaan anda.

Kematian Kristus: Yahweh+El+Sinkretisme
Mengenai pertanyaan anda seputar kematian Kristus di kayu salib dan apa hubungannya dengan keselamatan, saya juga berpendapat bahwa hal ini memang cukup nonsense jika anda memikirkan bahwa tuhan perjanjian lama dan Tuhan perjanjian baru adalah satu entitas yang sama.

Namun pada dasarnya Yahweh dan Tuhan penuh kasih yang diperkenalkan oleh Yesus merupakan dua hal yang tidak serupa. Yahweh sering dianggap sebagai tuhan jahat, picik, dan mau membodohi manusia. Hal ini terlihat dari mitologi penciptaan perjanjian lama dimana Yahweh justru merasa tidak menginginkan manusia menjadi pintar, tapi menjadi bodoh. Yahweh sendiri merupakan dewa petir babilonia yang diadopsi menjadi tuhan utama bangsa yahudi. Yahweh sendiri nantinya akan digambungkan dengan El, dewi bumi Babilonia (dari mitologi Ugaritic kalau tidak salah), sehingga akan memperlihatkan sosok2 kontradiktif: di satu literatur dia diperlihatkan penuh kasih, di sisi lain dia diperlihatkan mendukung pembunuhan (Mesir).

Makna penyaliban Yesus sendiri memang masih kontroversial. Bagaimanapun juga kita harus mengerti konteks kekaisaran romawi saat itu: untuk menyatukan seluruh bangsa yang berbeda agama, dibutuhkan solusi praktis agar mereka mengakui legitimasi kekaisaran romawi.

Jadilah Yesus disinkretismekan dengan Apollo, Horus, Aion, Attis, Dionysious, dan sosok-sosok setengah-dewa lainnya untuk alasan kepraktisan. Entah kenapa Yesus memiliki muka bule. Tidak boleh dilupakan, emporium Romawi terdiri dari berbagai suku bangsa dan kultus yang berbeda-beda, jika ada satu agama minoritas yang memiliki sistem dan pandangan berbeda, harus diseragamkan dengan agama pusat agar mereka tidak berontak.

Momen kematian Yesus yang tepat menjadi momen yang dipakai untuk membuat dogma dan bisa membuat kepatuhan bagi penduduknya. Kekristenan pada dasarnya adalah sinkretisme agama romawi dan yahudi. Hal ini bisa dilihat dari ritual-ritualnya seperti misa ekaristi yang diadopsi dari kultur Dionysius, atau penyaliban dan kebangkitan Yesus yang di-apotheosis-kan dan disinkretismekan dengan Sol, dewa matahari Romawi. Pada dasarnya segala doktrin yang menurut anda nonsense itu adalah proses sejarah karena berbagai kepentingan penguasanya.

Yesus Sebagai Pemberitahu Kebenaran
Saya sendiri lebih suka melihat Yesus seperti Buddha. Dalam Injil Yudas dan dokumen-dokumen Nag Hammadi ditulis bahwa Yesus disalib bukan untuk menghapus dosa dunia. Konsep ini jauh lebih masuk akal jika kita pikirkan lagi. Pencipta dunia ini, Yahweh, adalah tuhan pencipta dunia materi yang lebih rendah dari Tuhan yang tak terhingga.

Dalam Kabbalah kita menemukan adanya empat level dunia: dunia kausalitas, dunia ide, dunia astral, dan dunia materi. Tuhan tertinggi menurut ajaran Kabbalah adalah Ein Sof Aur, tuhan yang tidak bermanifestasi ke dunia nyata, namun dia memiliki tiga manifestasi: Ein Sof-Barbello-Kristos, dan 12 Aeon (Aeon memiliki arti ‘waktu yang sangat lama’, identik dengan 1000 tahun, dan bisa diidentikkan dengan dua belas arktipe sifat).

Aeon termuda bernama Sofia, yang dipanggil juga Hikmah dalam bahasa arab, ingin meniru apa yang dilakukan Ein-Sof-Aur dan Barbello, menciptakan anak. Dia lalu melahirkan sosok buruk rupa bernama Yldabaoth yang nantinya menciptakan dunia dari materi yang lebih rendah.

Yldabaoth ini sering dianggap berbeda atau sama dengan Yahweh dan Lucis Ferre /Helel tergantung anda membaca literatur yang mana. Namun semuanya menekankan bahwa pencipta dunia materi lebih rendah daripada Tuhan yang sesungguhnya, yang jauh lebih tinggi. Hal ini juga terlihat dari beberapa teks di perjanjian baru dimana penguasa dunia “ini” (mengacu pada dunia materi tempat kita tinggal) bukanlah Yesus, melainkan entitas lain.

Anda mungkin juga bisa membaca Corpus Hermeticum untuk membuat perbandingan dengan Kabbalah, dan Hermetisme. Semuanya menekankan kesamaan bahwa Yesus datang ke dunia ini agar manusia mencapai Gnosis, karena pada dasarnya manusia adalah bagian dari Tuhan itu sendiri. Ini sangat mirip dengan konsep microcosmos dan macrocosmos.

Manusia Lahir Saja Sudah Berdosa? Tanya Vatican
Secara radikal, manusia sebenarnya tidak berdosa sewaktu lahir di dunia ini, karena pada dasarnya roh manusia adalah hal agung yang ditaruh dalam sebuah kuburan yang bisa mati, dan membuat mereka tertipu bahwa mereka terbatas.

Doktrin dosa asal yang ditanamkan Vatican memiliki dasar kepentingan politik untuk menguasai cara berpikir rakyatnya. Dengan membuat doktrin bahwa manusia berdosa, dan hanya institusi gereja yang mampu menyelamatkan, maka orang akan berbondong2 datang ke gereja.

Gnosis artinya pengetahuan yang didapatkan dengan kontak pribadi dengan Tuhan dan mendapat kebenaran dari Tuhan dalam alam pneumatik.

Hal ini menjadi ancaman bagi gereja Roma. Konsep Gnosis mengkritik hierarki gereja ortodoks yang kaku dan lebih mirip teokrasi. Mereka sendiri lebih menganggap maria Magdalena sebagai penerus Yesus, bukannya Petrus.

Tapi apakah ini benar atau salah? Kita tidak akan pernah tahu karena tradisi Gnostikisme dihancurkan bersama seluruh dokumen yang sudah ada karena dianggap melakukan Heresi (Heresy, yang arti aslinya dalam bahasa yunani adalah memilih). Sarjana selama ini hanya mengetahui gnostikisme melalui adversus Haeresus.

Santa Claus: No Comment
Untuk Santa Claus/Santa Nicolas saya sendiri tidak terlalu tahu kecuali itu merupakan evolusi dari St. Nicolas. Saya sendiri lebih menganggap bahwa Sinterklas dan Piet Hitam adalah kristalisasi dari oposisi biner yang terjadi di eropa: kulit putih dianggap superior, dan kulit hitam dianggap inferior.

Tritunggal: Tiga adalah Sakral
Untuk konsep tritunggal, sebenarnya ini sampai sekarang menjadi kontroversi, karena tidak pernah disebutkan secara eksplisit di Al-Kitab. Ini semua berakar dari asumsi.

Tapi anda tentunya tahu bahwa angka tiga selalu diidentikan dengan kesakralan. Tritunggal sendiri bisa diparalelkan dengan Kabbalah: Ein Sof (Bapa) – Barbello (Roh Kudus) – Kristos (Yesus). Roh kudus sering juga dianggap sebagai Sofia, pendamping Kristus (yang diidentikkan sebagai Maria Magdalena, istri Yesus), ataupun trinitas dalam paganisme yunani: Zeus-Hera-Herakles/Atena/makhuk setengah-dewa lainnya, ataupun mesir: Osiris-Isis-Horus.

Sebetulnya saya merasa agak aneh dengan sinkretisme yang dilakukan gereja katolik, karena penyembahan Maria ibu Yesus (yang juga di-apotheosis-kan) memiliki akar dari mesir.

Kultus Isis, dewi mesir, diekspor oleh Romawi dan menjadi salah satu kultus terbesar Romawi. Isis dianggap sebagai dewi yang membumi, dia dianggap sebagai ibu sempurna, pendamping sempurna, dan diperlihatkan selalu menggendong/menyusui Horus. Berangkat dari tradisi penyembahan Isis selama berabad-abad, Maria ibu Yesus disembah sebagai Ratu Surgawi, menggantikan Isis, dan Yesus sebagai Horus.

Tapi ini yang cukup membingungkan, di kultur lain, sosok Isis sering identik dengan Sofia, sang pendamping Yesus, dan juga dianggap sebagai Roh kudus. Tapi Katolik tidak mencampuradukkan Maria dengan Roh Kudus, tapi hanya sebagai Isis. Mungkin karena takut dianggap inses, karena pendamping bisa identik dengan Istri. Hal ini memang cukup membingungkan.

Vulgaritas
Mengenai vulgaritas dalam perjajian lama, saya sendiri tidak tahu kenapa hal-hal tersebut justru dimasukkan dalam kitab yang dianggap suci. Tapi sekali lagi, alkitab sendiri baru jadi sekitar abad ketiga, injil sinoptik baru muncul sekitar 40 tahun kematian Yesus, jadi tidak ada yang akurat. Kalau menurut orang yang mengaku lebih mengenal Tuhan di gereja saya, hal tersebut dimasukkan agar menjadi pelajaran bahwa mereka yang tidak menyembah peraturan Yahweh akan tertimpa kemalangan dan melakukan perbuatan-perbuatan bejat.

Injil vs Sains
Injil tidak ilmiah? Anda bisa mengatakan demikian karena kita hidup di masa dimana rasio, fisika, matematika, dan studi empiris adalah kebenaran sejati. Tapi sekali lagi saya berpandangan bahwa kebenaran di dunia ini relatif, apa yang kita anggap kebohongan dari suatu hal mungkin bisa jadi hal yang kita anggap benar, tapi berbeda sudut pandang. Saya berpandangan bahwa Tuhan dan Kebenaran adalah berlian dengan sudut tak terbatas: tidak ada yang bisa melihatnya dari sisi yang sama. Walau banyak kontradksi dalam kekristenan, saya menganggap semuanya adalah evolusi dari agama-agama purba, tidak perlu dianggap sebagai masalah besar.

Mempelajari Islam? Mengkritik Islam? Hmm…
Salah satu faktor yang membuat saya enggan mempelajari Islam lebih jauh lagi adalah kekhawatiran saya karena bukan berlatar belakang islam, saya memiliki latar belakang Katolik dan Kristen, jika saya mengkritik Kristen dan Katolik, itu bisa dibenarkan karena saya tidak puas dengan apa yang saya alami. Tapi jika saya mengkritik Islam, yang notabene agama mayoritas tempat saya tinggal dan saya tak pernah hidup di dalamnya?

Besar kemungkinan saya akan dicerca sebagai orang sok tahu dan dianggap menyebarkan propaganda. Dan Brown setidaknya, tidak diberikan fatwa oleh Paus saat menulis Da Vinci Code, tapi coba lihat Shalman Rushdie yang sampai sekarang darahnya masih dihalalkan. Apakah Islam dan pemuka agamanya memang tidak mau dikritik, dan jika dikritik bereaksi dengan lumayan destruktif? Katolik dan Kristen konservatif walau lumayan kolot, tapi setidaknya tidak mengeluarkan reaksi serupa.

Jika saya mengkritik Islam, saya hanya akan mencerca kelompok konservatif dan radikalnya saja, yang tidak jauh berbeda dengan Vatican pada jaman kegelapan gereja, kata-kata mereka tidak boleh dibantah, dan mereka dianggap sebagai polisi moral, memiliki kebebasan untuk menentukan yang baik dan benar.

Menurut saya ini sebetulnya tidak masalah karena toh yang menciptakan sistem ini adalah penduduknya. Saya sendiri hanya terganggu karena kelompok tertentu tidak mendukung kebebasan beragama dan berekspresi lebih tinggi lagi seperti pernikahan antar orang yang berbeda agama, ataupun penghilangan identifikasi agama di ktp. Wilayah privat justru diatur negara. Hubungan Tuhan-Manusia diatur oleh orang-orang yang merasa memiliki superioritas dan legitimasi. Kondisi ini agak mengenaskan, tapi tidak terlalu masalah.

Umat Islam teroris? Kristen radikal dan kristen teroris pun ada. Anda tahu poin saya, saya tidak mengatakan bahwa islam adalah agama yang mengajarkan teror, tapi interpretasi sepihak dan diatur oleh sosok-sosok kharismatik menciptakan misintrepatasi. Arab Saudi misalnya, negara yang memiliki kota suci islam seperti Mekkah dan Madina, justru merupakan salah satu negara dengan tingkat pelanggaran HAM tertinggi, khususnya terhadap perempuan. Kenapa perempuan yang diperkosa tidak dibela, melainkan dihukum cambuk? Tapi sekali lagi, bagi saya, yang salah adalah manusianya, bukan agama.

Apakah Al-Quran menurut anda pribadi, sebuah produk buatan manusia atau dari Allah? Alkitab, bagi saya pribadi adalah hasil konsensus dari sekelompok manusia atas kepentingan politik. Saya tidak akan menganggap alkitab sebagai suatu buku tanpa cela karena itu menghilangkan kekritisan.

Teman-teman saya banyak yang muslim, mereka juga mengatakan bahwa islam radikal, FPI membuat nama Islam tercoreng.

Saya sebagai orang mengenal kepribadian teman-teman saya yang islam moderat sudah bisa membedakan mana yang benar dan yang salah.

Jika anda mengatakan bahwa orang eropa yang identik dengan Katolik dan Kristen melakukan perang dunia dan pembunuhan, memang benar.

Anda tahu Gospel, Gold, dan Glory yang menjadi dasar imperalisme eropa? Gospel dan penyebaran agama dibutuhkan agar bisa mengontrol pihak yang mereka jajah lebih cepat. Dengan mengendalikan cara berpikir, masyarakat lebih mudah untuk dikontrol. Bukankah sudah saya katakan bahwa Agama pada dasarnya adalah hegemoni intelektual? Apakah ada cara yang lebih bagus untuk mengkotak-kotakkan orang selain dengan apa yang mereka percayai? Orang Yahudi menjadi minoritas yang ditindas berabad-abad, dan ironisnya mereka juga tidak belajar sejarah, mereka yang tadinya victim, sekarang menjadi victimizer. Sekarang tinggal kembali ke pribadi tiap orang, apakah mau belajar dari sejarah atau mengulang sejarah.

Kebenaran: Falsifikasi dan Verifikasi
Saya sendiri agnostik dan menganggap kebenaran itu tidak bisa dibuktikan atau disangkal. Apa bedanya konsep Tuhan dan Ufo yang sama-sama ekstraterrestial? Kenapa terjadi mukjizat? Kenapa manusia hidup? Kenapa hanya bumi yang memiliki kehidupan? Apakah galaksi ada batasnya? Siapakah yang menciptakan galaksi? Apakah signifikansi manusia yang hidup tujuh puluh tahun dengan dunia yang mungkin sudah berjalan triliunan tahun lamanya?

Pertanyaan-pertanyaan mengenai hakekat manusia-lah yang membuat saya memutuskan untuk menjadi agnostik. Saya sendiri menganggap bahwa kebenaran itu relatif, dan hidup terlalu singkat untuk menemukanya. Ateisme? Ateis adalah orang-orang yang menolak untuk mengetahui. Mereka mengfalsifikasi kebenaran dengan bukti yang sudah ada saja, hanya berargumen dengan apa yang bisa ditangkap panca indra saja. Tapi itu tidak masalah karena itu adalah pilihan. Justru karena seseorang menjadi agnostik, dia jadi bisa bertanya dan keluar dari sistem berpikirnya selama ini.

Surga~Neraka
Surga? Neraka? Kitab suci Kristen menulis di kitab kejadian bahwa makhluk pertama di bumi bukanlah Adam dan Hawwa sang homo sapiens pertama, melainkan nefilim. Nefilim yang diterjemahkan sebagai raksasa di ejaan Indonesia cukup akurat, karena memang di berbagai mitologi, ada referensi dimana kelompok dewa tua dikalahkan dewa muda, lalu dewa tua tersebut dilempar ke neraka/underworld atau semacamnya.

Dan kenapa anehnya, justru tempat mereka dibuang justru diparalelkan dengan bumi? Saya menganggap bahwa bumi itu sendiri mungkin adalah neraka karena makhluk yang terlahir di dunia ini segalanya terbatas, memiliki tubuh materi yang bisa lapuk.

Jika anda melihat mitologi-mitologi kuno, hampir sebagian besar tuhan mereka memiliki sifat manusia, dan tidak memiliki batas dengan manusia, tapi lama kelamaan mereka memiliki ruang suci dan segala hal yang suci-suci, sehingga manusia biasa perlu perantaraan pendeta.

Surga? Bagi saya surga menurut ajaran Kristen sangat aneh, karena kebahagiaan didapatkan dengan menyembah tuhan siang dan malam, penghilangan emosi dan kebahagiaan lain. Tapi tentu saja ini menjadi interpretasi terbuka.

Saya pribadi lebih berharap surga itu tidak ada, dan kalau kita mati kita kembali menjadi bagian dari alam, tidak lebih dari udara, air, dan pohon. Jika saya boleh diberi kesempatan, saya sendiri mau pindah ke Buddha, agama yang paling universal.

Bicara tentang Islam, saya sendiri agak tertarik mendiskusikan penamaan T/tuhan di kitab suci Kristen yang dipanggil sebagai Allah.

Islam mengatakan tiada Tuhan selain Allah, sedangkan di Kristen saya diajari bahwa Allah saya bernama Tuhan. Entah ini kesalahan sejarah atau mungkin sebuah sinkretisme antara Islam Indonesia dan Kristen Indonesia, sosok Allah-Tuhan yang ada di Al-Quran dan Al-Kitab dianggap sebagai entitas yang sama.

Makna Allah yang ada di Al-Kitab menjadi memiliki arti yang sama dengan God dalam bahasa Inggris, padahal belum tentu gereja di eropa dan amerika mau mengganti nama God mereka dengan Allah. Sudah ada alkitab literal translation yang menerjemahkan sesuai aslinya (tuhan diberi nama sebagai Yahweh dan Elohim), tapi sampai sekarang tidak dipakai, mungkin karena orang sudah tidak peduli mengenai asal muasal apa yang mereka sembah sebagai kebenaran.

Oh ya, saya sendiri ingin bertanya, apakah masyarakat pre-Islam di Arab melakukan penyembahan kepada obyek-obyek langit seperti bulan dan bintang? Apakah anda memiliki sumber bacaan mitologi arab sebelum masuknya Islam? Hal ini dikarenakan saya ingin melihat agama-agama kuno apa saja yang disinkretismekan dan menjadi dasar konsep Allah dalam islam.

Saya saat ini tidak terlalu berminat mengasosiasikan diri dengan sebuah agama tertentu secara eksklusif, karena toh mereka semua memiliki akar sejarah, dan saya lebih menikmati mencari kebenaran dengan mempelajari sejarah evolusi agama modern yang kita kenal sekarang ini.

Salam,

Calvin

3 Comments

speak up

Add your comment below, or trackback from your own site.

Subscribe to these comments.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*Required Fields