Book

[Book] Injil Yudas

Kakak saya memberikan saya kado kelulusan, dan saya memilih untuk dibelikan buku Injill Yudas. Buku ini sangat menarik untuk dibaca bagi mereka yang berpikiran terbuka dan sudah muak dengan pandangan dogmatis Vatican.

Bagi yang malas beli bukunya karena terlalu mahal atau malas membaca walau sudah punya mungkin mau membaca review ini.

Kenapa Injil Yudas ini menimbulkan kontroversi? Cukup simpel, Yudas Iskariot yang selama ini kita kenal sebagai sosok “murid terjahat” dari murid Yesus ternyata digambarkan sebagai murid yang paling mengerti ajaran Yesus sendiri.

Hal ini juga menjungkirbalikkan makna dibalik kematian Yesus. Selama ini Kristen dan Katolik mengatakan bahwa:

1. Yesus adalah anak Tuhan (huruf T besar, pencipta dunia ini, digambarkan sebagai Bapa yang baik dan berbelas kasih)
2. Yesus mati untuk menanggung dosa manusia karena Tuhan sudah murka dengan dosa-dosa manusia.

Nah, dua premis tadi sebetulnya memiliki keanehan yang luar biasa. Sebagai orang yang 15 tahun hidup di katolik dan 3 tahun hidup di kristen, saya mempertanyakan mengenai premis tersebut semenjak dulu. Mungkin beberapa dari anda juga. Misalnya, doktrin trinitas yang mengatakan bahwa Yesus adalah Bapa dan juga Roh Kudus, tapi dia merupakan orang yang berbeda. Hal ini sampai sekarang tidak bisa saya mengerti. Tapi intinya ada konsep “membunuh diri sendiri” (anak – Yesus) agar “bisa dimaafkan diri sendiri” (Bapa).

Dan yang kedua. Pertanyaan yang selalu membuat orang Kristen menjadi atheis: “Kalau Tuhan maha pengasih, kenapa di dunia ini ada kesedihan? Ada ketidakadilan?”. Biasanya hal ini bisa ditangkis dengan mudah bahwa “Tuhan selain berbelas kasih, juga adil.”

Tapi semua itu terjungkirbalik jika anda membaca injil Yudas. Dalam injil Yudas, Yesus secara eksplisit mengatakan bahwa Bapa-Nya bukan pencipta dunia ini. Tuhan pencipta dunia ini adalah produk gagal, dan dia juga jahat, itu sebabnya di dunia ini banyak kesedihan dan malapetaka. Yesus sendiri adalah wujud manusia dari Kristus, dan merupakan makhluk yang lebih tinggi dari pencipta dunia ini

Menarik bukan? Disini ada pesan kuat bahwa Pencipta dunia kita bukan “Tuhan” yang maha ini itu, apalagi berbelas kasih, tapi malah… produk gagal. Tuhan pencipta dunia ini memiliki sifat ambivalen. Dia digambarkan bukan sebagai 100% baik, tapi mungkin 100% jahat.

Apa makna kematian Yesus di kayu salib? Yesus mengatakan bahwa kematiannya bukan untuk menebus dosa manusia, tapi untuk memberitahukan kebenaran pada manusia, bahwa pada saat mati, kita akan kembali ke tempat asal dunia ini tercipta, bukan “surga” yang diciptakan oleh sang pencipta dunia ini. Yesus mengatakan bahwa pada tiap manusia memiliki kesebelumpengetahuanan (foreknowledge) akan hal ini, bahwa tiap manusia juga bisa kembali ke tempat-Nya setelah mengetahui kebenaran tersebut. Tapi kebenaran ini dibuat tumpul oleh sang pencipta dunia ini.

Nah ini juga satu hal yang menarik untuk digarisbawahi. Mari kita kembali ke beberapa dekade, dan kembali ke kejatuhan manusia di taman eden. Selama ini kita hanya tahu satu interpretasi, bahwa kita manusia, tadinya adalah sesuci “Tuhan” dan “diusir” dari taman Eden karena melanggar perintahnya, karena nenek moyang kita, Adam dan Hawa memakan buah pengetahuan terlarang.

Sekarang mari kita kaji ulang cerita ini, ada poin-poin yang selama ini luput dari pemikiran kita: “Kenapa ‘Tuhan’ tidak mau manusia membedakan yang baik dan yang benar?”.

Kata “kepolosan”, “murni”, sangat tipis bedanya dengan “dungu”, atau “tidak bisa berpikir”.

Sekarang jika kita mengambil sudut pandang ini, ular yang jahat itu malah menjadi pembela kebenaran. Dia justru memberikan pengetahuan pada Adam dan Hawa yang bodoh agar tidak dibodohi “Tuhan”. Kalau selama ini anda berpikir bahwa sang ular adalah Lucifer atau iblis lainnya, pikir ulang. Bagaimana kalau ular itu adalah Kristus?

Jika kita mau berpikir objektif, semua agama pada dasarnya adalah mitologi. Tapi karena sejarahlah mereka jadi agama dan dipercaya sebagai satu kebenaran absolut. Orang Yahudi mengatakan bahwa “Tuhan” yang benar di dunia ini cuma satu, yakni “Tuhan” mereka, sang YHVH. Tapi hal ini menjadi kontradiksi pada saat agama mereka belum jadi mainstream, di berbagai belahan dunia lain juga ada tuhan-tuhan yang disembah bangsa lain.

Jika kita berpikir tuhan pun berpolitik, maka kita bisa melihat keadaan ini lebih menarik: manusia tidak tahu seluruh kebenaran, mari kita hapus kebenaran lain, dan kita ganti dengan satu kebenaran absolut. Andaikan Kekaisaran Romawi tidak menaklukan Eropa, tapi justru kekaisaran China atau Hindu yang menjadi agama mainstream, sejarah agama dunia ini, persepsi pada sang kebenaran absolut mungkin berubah.

Ini adalah salah satu kebenaran relatif yang selama ini luput dari perhatian kita. Ada banyak sekali lapisan kebenaran yang tertutup, tapi saya akan berhenti disini agar otak anda terganggu dan menjadi penasaran untuk membaca buku ini (atau mengdownload PDF-nya). :)

Referensi
Situs Resmi National Geographic (bisa download PDF-nya gratis)
Gospel of Judas (PDF)

37 Comments

speak up

Add your comment below, or trackback from your own site.

Subscribe to these comments.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*Required Fields