<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Indonesia Follows China: The Great Firewall and Sexuality Control</title>
	<atom:link href="http://republikbabi.com/indonesia-follows-china-the-great-firewall/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://republikbabi.com/indonesia-follows-china-the-great-firewall</link>
	<description>welcome to random knowledge dump~</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Mar 2010 18:55:02 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: D.K</title>
		<link>http://republikbabi.com/indonesia-follows-china-the-great-firewall/comment-page-1#comment-1073</link>
		<dc:creator>D.K</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 04:42:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://republikbabi.com/indonesia-follows-china-the-great-firewall/#comment-1073</guid>
		<description>intinya bangsa ini belum dewasa, blum cocok masuk dalam tataran demokrasi. ada bagusnya gaya pemerintahan soeharto yaitu demokrasi terpimpin. yang ngeyel digebuk, yang penurut didorong lebih maju. tetapi juga dengan catatan, bervisi untuk menjadikan bangsa ini menjadi lebih dewasa hingga akhirnya bisa berkompetisi dengan bangsa yang lain.

bangsa indonesia setelah kepemimpinannya ibarat anak yang sibuk mencari identitas ketika ditinggal pergi ortunya. ngepas-pasin sama demokrasi tp jadi carut marut gak keruan. setiap orang membuat tafsiran sendiri apa itu demokrasi.

umur sudah lewat akil balik tp belum juga dewasa.

sejauh sebuah prinsip tidak bersinggungan/menyakiti seseorang yang lain maka bagaimana pun juga kita harus hormati karena ada cara yang pandang yang tersendiri bagi seseorang untuk hidup nyaman dengan prinsip yang dianutnya, jadi hormatilah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>intinya bangsa ini belum dewasa, blum cocok masuk dalam tataran demokrasi. ada bagusnya gaya pemerintahan soeharto yaitu demokrasi terpimpin. yang ngeyel digebuk, yang penurut didorong lebih maju. tetapi juga dengan catatan, bervisi untuk menjadikan bangsa ini menjadi lebih dewasa hingga akhirnya bisa berkompetisi dengan bangsa yang lain.</p>
<p>bangsa indonesia setelah kepemimpinannya ibarat anak yang sibuk mencari identitas ketika ditinggal pergi ortunya. ngepas-pasin sama demokrasi tp jadi carut marut gak keruan. setiap orang membuat tafsiran sendiri apa itu demokrasi.</p>
<p>umur sudah lewat akil balik tp belum juga dewasa.</p>
<p>sejauh sebuah prinsip tidak bersinggungan/menyakiti seseorang yang lain maka bagaimana pun juga kita harus hormati karena ada cara yang pandang yang tersendiri bagi seseorang untuk hidup nyaman dengan prinsip yang dianutnya, jadi hormatilah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lourentz</title>
		<link>http://republikbabi.com/indonesia-follows-china-the-great-firewall/comment-page-1#comment-1072</link>
		<dc:creator>Lourentz</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 16:52:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://republikbabi.com/indonesia-follows-china-the-great-firewall/#comment-1072</guid>
		<description>Betul sekali. Setiap aturan selalu ada sisi baik dan buruknya, tidak terkecuali HAM.
Mengenai cadar, jilbab, etc, saya ingin memberi pendapat (pendapat pribadi lho), saya sering mendengar orang mengatakan bahwa mereka yang memakai cadar, jilbab, etc adalah KORBAN dari penindasan, pemaksaan, penganiayaan, kediktaktoran, pelecehan, keterbelakangan, pembodohan, pelanggaran HAM, dsb. Oke, yang jelas saya tidak tahu alasan mereka kenapa memakai cadar, etc dan saya juga kurang mengerti tentang apa itu Islam. Lantas, apa benar tuduhan2 itu?, terus terang, temen saya yang Islam ko ga kayak gitu ya... sama seperti yang dibilang ^^Yuli. Trus kalau yang pakai cadar,etc karena kehendak mereka sendiri, apa iya itu melanggar hak asasi diri dia sendiri?, kalau melanggar, melanggar dimananya?, karena ga sepaham dengan kita?. HAM memang harus dihargai dan diimplementasikan, namun harus berhati-hati karena HAM seseorang dapat &quot;bersinggungan&quot; dengan HAM orang lain.

Lalu, sejauh mana HAM ini diberikan &quot;kebebasan&quot; untuk dijalankan?, apa ga ada aturan yang mengatur HAM?.
Keberadaan hukum yang mengatur penerapan HAM juga diperlukan untuk menghindari &quot;efek samping&quot; dari HAM itu sendiri, yaitu penggunaan HAM yang &quot;bebas tak terbatas/freedom&quot; (kalo ga bisa2 orang bugil dijalan dibilang &quot;itu hak dia bugil&quot;, padahal orang gila..xixi..)

Lebih lanjut, HAM yang mana yang akan kita implementasikan?, menurut siapa?, Saddam Hussein (dengan close-minded nya)?, George Bush (maksain pendapat, kalo ga nerima, perang)?, Stalin (sama rasa sama rata/ga enak buat orang kaya)?, John Howard (bantu-bantu di timor2 padahal ada maunya)?, atau saya sendiri, Lourentz (hmm.. yang jelas suka kembang tahu yang ngider di daerah maranatha)??, boleh.. ;-)

NB: kalo suatu ketika HAM dah &quot;dicampur&quot; dengan pendapat/paham pribadi/golongan..., dijamin ga bakal ada ujungnya.. :-p


Lourentz</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Betul sekali. Setiap aturan selalu ada sisi baik dan buruknya, tidak terkecuali HAM.<br />
Mengenai cadar, jilbab, etc, saya ingin memberi pendapat (pendapat pribadi lho), saya sering mendengar orang mengatakan bahwa mereka yang memakai cadar, jilbab, etc adalah KORBAN dari penindasan, pemaksaan, penganiayaan, kediktaktoran, pelecehan, keterbelakangan, pembodohan, pelanggaran HAM, dsb. Oke, yang jelas saya tidak tahu alasan mereka kenapa memakai cadar, etc dan saya juga kurang mengerti tentang apa itu Islam. Lantas, apa benar tuduhan2 itu?, terus terang, temen saya yang Islam ko ga kayak gitu ya&#8230; sama seperti yang dibilang ^^Yuli. Trus kalau yang pakai cadar,etc karena kehendak mereka sendiri, apa iya itu melanggar hak asasi diri dia sendiri?, kalau melanggar, melanggar dimananya?, karena ga sepaham dengan kita?. HAM memang harus dihargai dan diimplementasikan, namun harus berhati-hati karena HAM seseorang dapat &#8220;bersinggungan&#8221; dengan HAM orang lain.</p>
<p>Lalu, sejauh mana HAM ini diberikan &#8220;kebebasan&#8221; untuk dijalankan?, apa ga ada aturan yang mengatur HAM?.<br />
Keberadaan hukum yang mengatur penerapan HAM juga diperlukan untuk menghindari &#8220;efek samping&#8221; dari HAM itu sendiri, yaitu penggunaan HAM yang &#8220;bebas tak terbatas/freedom&#8221; (kalo ga bisa2 orang bugil dijalan dibilang &#8220;itu hak dia bugil&#8221;, padahal orang gila..xixi..)</p>
<p>Lebih lanjut, HAM yang mana yang akan kita implementasikan?, menurut siapa?, Saddam Hussein (dengan close-minded nya)?, George Bush (maksain pendapat, kalo ga nerima, perang)?, Stalin (sama rasa sama rata/ga enak buat orang kaya)?, John Howard (bantu-bantu di timor2 padahal ada maunya)?, atau saya sendiri, Lourentz (hmm.. yang jelas suka kembang tahu yang ngider di daerah maranatha)??, boleh.. <img src='http://republikbabi.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>NB: kalo suatu ketika HAM dah &#8220;dicampur&#8221; dengan pendapat/paham pribadi/golongan&#8230;, dijamin ga bakal ada ujungnya.. :-p</p>
<p>Lourentz</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yuli</title>
		<link>http://republikbabi.com/indonesia-follows-china-the-great-firewall/comment-page-1#comment-1071</link>
		<dc:creator>Yuli</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 09:59:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://republikbabi.com/indonesia-follows-china-the-great-firewall/#comment-1071</guid>
		<description>Sekedar nimbrung ^^ Soal cadar, jilbab, etc. saya juga selalu menganggap itu adalah (jelas!) bentuk pemenjaraan terhadap kaum wanita, bentuk penindasan hak asasi wanita. Pernah sekali saya utarakan pendapat ini ke teman perempuan saya yang beragama Islam, tapi dia malah berpikir beda. Menurut dia perempuan berjilbab adalah hal yang mulia, yang sampai saat ini, dia masih menanti panggilan hati untuk melakukannya.

Jadi, kesimpulannya, karena pemikiran seperti itu sudah ditanamkan sejak mereka lahir dan juga melihat generasi2 sebelumnya, mereka menganggap hal itu sebagai hal yang lumrah, bukan bentuk pelanggaran hak asasi.

Hmmm...bisa bilang apalagi. Lha wong (yang menurut saya) korbannya aja enjoy. Hehehe :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sekedar nimbrung ^^ Soal cadar, jilbab, etc. saya juga selalu menganggap itu adalah (jelas!) bentuk pemenjaraan terhadap kaum wanita, bentuk penindasan hak asasi wanita. Pernah sekali saya utarakan pendapat ini ke teman perempuan saya yang beragama Islam, tapi dia malah berpikir beda. Menurut dia perempuan berjilbab adalah hal yang mulia, yang sampai saat ini, dia masih menanti panggilan hati untuk melakukannya.</p>
<p>Jadi, kesimpulannya, karena pemikiran seperti itu sudah ditanamkan sejak mereka lahir dan juga melihat generasi2 sebelumnya, mereka menganggap hal itu sebagai hal yang lumrah, bukan bentuk pelanggaran hak asasi.</p>
<p>Hmmm&#8230;bisa bilang apalagi. Lha wong (yang menurut saya) korbannya aja enjoy. Hehehe :p</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
