In east asian culture, we have culture of addressing someone by using honorifics. If you have uncle or aunty, you are expected to address them by using certain honorific which could describe your relation to him/her. This is similar to Batak culture, each persons are assigned with certain honorific depending your relation to him/her by your parent.
I honestly think it’s very complicated, imagine if you are invited in big family gathering, you meet a new member from your long distant relative, you trace your relationship with him/her first. If you are lazy you could just use word like “uncle” or “tante”. If you are chinese Hokkien and frequently confused with the honorifics, you might want to read the article. I documented it and plan to build diagram to be used as reference soon. There is also a nice article about chinese honorific in wikipedia.
Anyway, here is the honorofic I found so far (indonesian version could be found after the english one).
MALE brother from FATHER (including cousin)
-Older:Ampe
-Younger: Ance
FEMALE sister from FATHER (including cousin)
-Older/Younger: Ako
MALE brother from MOTHER (including cousin?)
-Older/Younger: Angku
FEMALE sister from MOTHER
-Older/Younger: Ii/Iie (spelled: Ee’ee)
-Cousin: Ai (spelled Ah’ee)
HUSBAND from SISTER (Brother in law)
-Older/Younger: Cihu
WIFE from BROTHER
-Older: Anso
-Younger: Just call their name
WIFE from Uncle
-Older/Younger: Uwa/A’em
Male generations, counted by these who still inherit the surname
-Oldest: Tuako
-Second: Jiso
-Third: Saso
-Fourth: Shiso
This is most probably following the numbering system in Mandarin/Hokkien language. Since I dont speak either, I can’t tell beyond that.
Grandmother & Grandfather
-Direct descendant: Engkong (grandfather)/Amma (grandmother)
-Grandmother’s brothers: Kukong
-Written but I forgot the function: Cekong
Grandfather’s FATHER: Konco
Grandfather’s MOTHER: Ma’co
Any of you still practicing chinese Hokkien culture? Hope you don’t mind to share the information, even if you are not hokkien, I would love to know the differece in our culture since it could be used as reference.
Below is indonesian version which contains converstion and discussion from my friends at facebook.
========
Seperti halnya orang batak, orang Chinese memiliki panggilan kekeluargaan pada kerabatnya dan bisa menunjukkan hubungan antara orang yang dipanggil secara langsung. Saking ribetnya, ini saya putuskan untuk didokumentasikan biar orang-orang chinese Hokkien yang sudah tidak terlalu hidup di kultur chinese, tapi masih memanggil kerabatnya dengan panggilan chinese.
Istilah kekerabatan ini jujur sebenarnya bikin sakit kepala kalau ga dibiasakan dari kecil. Karena secara sejarah orang Chinese Indonesia agak reluctant mempraktekkan kulturnya dibawah rezim Soeharto, pengetahuan ini tidak dilanjutkan ke anak cucu, dan mereka hanya mengenal kalau tidak “om” ya “tante”.
Berhubung saya adalah satu-satunya nya genealog dalam keluarga yang menyusun pohon keluarga yang sudah hilang selama puluhan tahun, mau tidak mau ini saya catat juga. Walau tidak dipraktekkan dan terasa aneh bagi chinese yang tidak pernah menggunakannya, menurut saya, ini dianggap saja sebagai arsip sejarah dan keunikan kultur keluarga.
Istilah-istilah yang sudah saya temukan antara lain:
Saudara LAKI dari PAPA (termasuk sepupu)
-Lebih besar:Ampe
-Lebih kecil: Ance
Saudara PEREMPUAN dari PAPA (termasuk sepupu)
-Lebih besar/kecil: Ako
Saudara LAKI dari MAMA
-Lebih besar/kecil: Angku
Saudara PEREMPUAN dari MAMA
-Lebih besar/kecil: Ii
-Sepupu: Ai
SUAMI dari Saudara PEREMPUAN (kakak ipar laki-laki)
-Lebih besar/kecil: Cihu
ISTRI dari Saudara LAKI
-Lebih besar: Anso
-Lebih kecil: Nama
ISTRI dari Paman
-Lebih besar/kecil: Uwa/A’em
Saudara Laki-laki berdasarkan urutan senioritas (kakak satu, kakak dua, dst) dari penerus fam
-Paling tua: Tuako
-Kedua: Jiso
-Ketiga: Saso
-Keempat: Shiso
Kayanya ini mengikuti pola angka bahasa mandarin, berhubung saya tidak belajar bahasa mandarin, saya tidak tahu lanjutannya
Panggilan buat Kakek-Nenek:
-Cucu langsung: Engkong/Amma
-Kakek dihubungkan dari nenek: Kukong
-Ketulis satu tapi lupa fungsinya: Cekong (apaan nih, ada yang tahu?)
PAPA dari ANGKONG: Konco
MAMA dari Angkong: Ma’co
Apa ada diantara pembaca masih mempraktekkan kultur Hokkien? Mungkin anda bisa mengshare panggilan di keluarga di keluarga anda agar bisa menjadi referensi?
Panggilan antara keluarga Hokkien satu dengan yang lainnya bisa jadi berbeda vokal/dialek karena mereka menetap di wilayah berbeda-beda. Dalam kasus saya, keluarga saya lama tinggal di Makassar (nenek moyang saya dari Fujian). Menurut saya hal ini perlu didokumentasikan, karena banyak orang China di Indonesia tidak bisa menikmati kebangkitan ekonomi China karena mereka tidak bahasa mandarin. Dalam kasus saya, saya kehilangan bahasa Hokkien yang bisa dipakai di Taiwan, dan Belanda. Agak disayangkan bukan? Bahasa ibu harus kita pelajari sebagai bahasa kedua. Tapi saya yakin bukan saya saja yang bernasib begini. Ada mungkin juga tertarik membaca artikel ini.
Postingan ini sebelumnya diposting di notes saya di facebook, beberapa teman-teman saya telah mengshare informasi baru yang cukup menarik untuk dibaca (nama disamarkan atas alasan privasi):
MG at 00:59 on 27 March
oh..
uwa itu panggilan-y org Chinnese y?
kirain dr bhs jawa..
soale dsni masi pd make pnggilan uwa..
*nda ada d tag tp tetep aja komen..*Calvin Michel Sie at 01:01 on 27 March
uwa kemungkinan besar panggilan dari bahasa jawa, bahasa hokkien-nya a’em (baru dikasih tahu tadi). sepert yang saya bilang tadi, karena keluarga saya cukup diaspora, kadang2 panggilan kekerabatan dari etnis lain diambil dan dianggap dari bahasa kita (padahal bukan).AS at 01:22 on 27 March
I should get my mum to make me one of these..PHT at 06:08 on 27 March
wah, memang rumit Vin. gw juga mengalami hal yang serupa kok di keluarga gw. dan dulu kecil sampe pernah ditegur gara2 manggil semua pake om dan tante. (soalnya di keluarga nyokap ndak make beginian).sedikit tambahan…
Saudara perempuan dari PAPA juga sering disebut Kuku.
Saudara Laki dari MAMA sering disebut pake Akiu… Read moreCalvin Michel Sie at 06:31 on 27 March
@AS
pusing juga yah AS ama keluarga besar loe? hahaha@PHT
ah thanks PHT atas masukannya, itu gw jarang pake di kelaurga, tapi mungkin bisa jadi referensi.AS at 09:10 on 27 March
Huahahahha SANGAT..! Kalo mau manggil, konsultasi dulu setengah jam, ngurutin dia siapa, gw siapa, ke bokap gw gimana!! HahahahahaKI at 09:49 on 27 March
hummm nama panggilannya biasa g denger dikeluarga g,
tp keluarga g tuh smuanya khe ga ada hokkien-nya,
apa sama cara manggilnya?
*ga di-tag tetep jg komen* wakakakak XDAH at 10:29 on 27 March
Panggilan Hokkien yang masih kental tuh dari keluarga bokap.
Kalo dari keluarga nyokap semua dipanggil om dan tante..(untunglah ga bikin tambah pusing)hyakakakBiasanya:
Kakak laki2 : Mpe
Adik laki2 : Ncek
Saudara perempuan ooh
Istri dari Paman: Aem, ada juga Ngkim(tapi kyknya ini bukan Hokkian deh)
Pretty similar..cuma beda dialek aja kali vin..VAL at 10:29 on 27 March
mirip2 ma tio ciu (btw, lo tau kultur gue dr tio ciu ga? bahasanya mirip hokian..)
tapi kalo di keluarga gue, selain panggilan, masi ada seribu macam tradisi, pin. misalnya tradisi makan besar atau ciak tok yg setaun dilakuin berapa kali.. semua ada ceritanya and kisahnya juga.. hehe, lucu juga tuh buat pengetahuan, tapi butuh waktu buat nulisnya…Calvin Michel Sie at 10:43 on 27 March
@KI
oh loe ke toh, tapi gpp lah nimbrung :p@AH
saudara perempuan, O’oh-> ini maksudnya sodara sekandung?@VAL
eh iya loe tio ciu ya, kok gw sering inget loe Hakka atau Hainan yah. (btw marga loe apa sih nya)penting dicatet tu nya, biar anak loe kaga pusing kaya ortu2nya di generasi sebelumnya, hahaa
AH at 10:44 on 27 March
buat note nya dong nya…ntar bagi2 ama tradisi di hokkien.kita kembali kepada tradisi nenek moyang..harus dilestarikan yag!!hahha..kek binatang langka aje..heheheVAL at 10:46 on 27 March
gue tio ciu.. ho, marganya tjioe. bahkan masi ada nama cina. malah gue baru tau kalo lo hokian!
gue dari dulu emang suka nanya2 ke nyok si soal hubungan sodara. mampus, sodara gue buanyak abis.. kalo dibuat daftarnya, beh, bisa mabok sendiri.. i’ll try it someday…
yang keturunan blanda dan lainnya kaga dibuat sekalian, vin??Calvin Michel Sie at 10:57 on 27 March
betul, harus dilestarikan. tahu Wang Hom Lee yang sering banget muncul di ad facebook itu? dia chinese american, tapi ga belajar bahasa mandarin sebelum umur 18 loh. intinya, bagi yang udah kehilangan kultur nenek moyang, menurut gw ga ada pernah kata terlambat untuk mengconform lagi kultur tersebut@VAL
iya gw hokkien, gw juga baru tahu… dua tahun yang lalu kayanya XD, pas gw mulai nyadar pas gw nanya2 tentang sejarah keluarga besar.gw saat ini udah bikin family tree kok nya, tapi jauh dari beres, saat ini udah terkumpul 257 individu (termasuk gw) dari 4 keluarga, sebenarnya gw juga pengen investigasi keluarga jawa gw (nyokapnya oma gw), tapi informasi mengenai mereka nyaris ga ada sama sekali. plus makin parah karena orang jawa ga ada nama belakang.
btw keluarga besar loe ada family tree ga nya? kalau udah ada kan ga perlu bikin.
btw gw udah mau dikasih chinese name loh, cuma butuh informasi nama tengah buat keterangan generasi (format nama chinese kan: nama keluarga-generasi-nama)
RO at 13:47 on 27 March
ngomong2 ttg wang li hom (phonetic romanization yg betul), marga gw sama kyk dia, Ong hokiien, Wang (?) mandarin, artinya raja.di keluarga gw c masih sangat kental budaya cina (secara luas) dan hokkien (secara spesifik).
wah emang ribet banget panggilan kekeluargaan ini, setiap kali gw kerumah kerabat jauh gw sama bonyok, gw pasti nanya mereka “gw musti manggil apa ni?” abisnya bener2 ribet.
lumayan akurat c panggilan kekerabatan diatas, tapi rada jarang dipake. yg paling umum dipake paling i i (sodara cwe nyokap), susu(adik cwo bokap), jiu jiu (sodara cwo lbih besar nyokap), jiu ma (istrinya jiu jiu), a dio (suami bibi dari nyokap), gu gu (sodara cwe bokap), gu zhang (suami gu gu). diatas, belum ada 1/10 dari keseluruhan panggilan2 kekerabataan yg ada.
bener2 kompleks banget, banyak variables yg musti diperhatikan, pertama kelamin org itu, kedua garis patrilineal ato matrilineal, ketiga usia yg lebih tua atau muda dari orang tua, yg keempat (jarang terpakai)……….
Calvin Michel Sie at 13:55 on 27 March
wah makasih share-nya ong, kayanya istilah yang loe pake ga kepake di keluarga gw (beda dialek tampaknya), tapi lumayan untuk perbandingan.eh buset, ada panggilan lagi buat generasi dua/tiga diatas? berhubung kakek-kakek udah pada meninggal semua jadi gw ga terlalu tahu sih.
kalau kanji keluarga gw, Sie/Shi æ–½, artinya charity
Calvin Michel Sie at 13:55 on 27 March
btw loe wang… berarti semarga ama FW donk?RO at 13:56 on 27 March
……. hubungan dengan kakek dan nenek.ya, di indonesia, gk semua orang cinanya ngerti kebudayaan (secara luas bahasa, tradisi, lagu, etc) cina, ato bahkan mempraktekkannya. karena arkulturasi kebudayaan cina dengan kebudayaan indonesia sudah melebur. ini juga kalo dibandingkan dengan negara2 lain di asia tenggara yg demographic populasinya banyak yg cina dan melihat sebagaimana polarizednya warga negara mereka. setiap ras berkumpul dengan rasnya masing2 bicara bahasanya masing2. di indonesia hal ini tidak terlalu kelihatan, cina, jawa, batak, sunda, etc semuanya orang indonesia. apalagi di ibukota.
tapi identitas sub-culture ini menurut gw juga penting.
Calvin Michel Sie at 13:59 on 27 March
yup, makin penting karena mainland china sedang rising, kultur china mulai diapresiasi, apalagi orang sinophile dan orientalis makin banyak.di dunia global dimana orang lahir ga ada bedanya di tempat lain dan semua bisa bahasa inggris, satu2nya cara untuk menjadi unik adalah melestarikan identitas kultur yang menempel sejak lahir, imo.
RO at 14:03 on 27 March
yg namanya hokkien (atau orang cina dari fujian) itu sama semua system panggilannya. mungkin kurang familiar karena disrepancy di romanizationnya. tapi semua orang hokkien ato fujian ato minan semuanya sama.hmmmmmm….. dah jarang tuh, marga æ–½ musti “dijaga”.
Calvin Michel Sie at 14:05 on 27 March
he eh, gw satu2nya penerus fam keluarga gw, hahaha. marga ini termasuk salah satu dari 100 marga paling umum, tapi berada di kisaran 90-an, jadi masih agak lebih dikit dibandingkan marga kaya Li, Tan, Ku, etc etc.RO at 14:14 on 27 March
gk lama gw liat artikel koran ada ex-philately yg “mengumpulkan” nama2 cina yg hampir punah dgn cara memfotokopi ktpnya. salah satu dari nama itu adalah ? (harimau).
susah juga saya mengerti ttg “menjadi” unik ini. apakah org menjadi unik dengan cara melestarikan sesuatu yg dia sudah punya dari waktu dia lahir, bukan dari hal2 dia achieve sebagai makhluk intelektual. “unik” dimata org diluar kebudayaan itu, tapi “umum” dimata orang2 dalam kebudayaan tersebut.RO at 14:42 on 27 March
nevertheless, gw dukung project elo ini!!VAL at 14:58 on 27 March
wow, baru ketinggalan 4 jam infonya uda nambah segudang!
soal silsilah, gue si perna buat, vin, tapi belum lengkap. hum, baru generasi kakeknya nyokap kebawah aja udah sejibun orgnya. belum lg dari bokap. mana bokap gue punya agak ribet nyarinya lagi.. udah lost gitu nama2nya..
mungkin kalau digambar gue bakalan perlu kertas a0 gt.. hehehhe.. tapi kayaknya kalo soal personilnya, ie2 gue pasti ada yg punya deh. kan tiap undangan kawinan pasti perlu nama2 buat bikin undangan, cuma gue males nanyanya. pasti akibatnya gini, ‘wah, ngapain kamu tanya2, udah mau kawin ya? kapan kawinnya? nanti ie2 bantuin deh ngurus acaranya..’ *dueng! $%^&%$
berapa lama lo ngelengkapin ini? gila ya, selama ini gue kira lo belanda si penjajah itu doang keturunannya.. ternyata ada jawanya (sumpah ga keliatan sama sekali!)…Calvin Michel Sie at 15:04 on 27 March
@ong
heheh thankss RO!@nya
oh ada cerita menarik dan dugaan2 mengenai itu, tapi ga mungkin gw ceritain disini :pngomong2 nya, gw pake software genopro untuk bikin family tree, kalau loe mau ntar gw kirimin link-nya, sangat sangat praktis untuk bikin silsilah keluarga. total halaman buat yang udah gw buat… sekitar 30 lembar (ditempel2 jadi satu pohon gede)
oh ya undangan perkawinan dari keluarga ternyata berguna buat arsip loh, khususnya bagi orang2 yang mau identifikasi nama chinese mereka (kaya gw)
gw mulai proyek keluarga ini udah sekitar3 taonan (semenjak oma gw meninggal). kakaknya oma gw masih ada di belanda kan… tapi beliau sudah masuk panti jompo dan sudah agak pikun2
![]()
VAL at 15:06 on 27 March
kalau ada acara keluarga, idenya patrick itu sering kepake juga tuh.. pukul rata deh pokoknya, kalau cewek ie2, suaminya om, ahahahha…
habis kalau nunggu nyokap gue ngurutin, deh, lama bener.. apalagi di keluarga gue, nyokap ma bokap gue kalo diurutin itu sodara juga.. kacau deh pokoknya…Calvin Michel Sie at 15:13 on 27 March
wow, bonyok loe masih ada hubungan saudara kah? hebat juga bisa meng-trace sejauh itu.anyway thanks udah share nya~
![]()
VAL at 15:14 on 27 March
ohmaigat, 3 tahun??? lama amat????
wah, dugaan apa?? akh kamu membuat saya penasaran!! mari kapan2 ceritakan padaku….
wah, mau donk linknya! beh, kalo suru gue gambar manual si, selamat tinggal family tree. ga akan gue kerjain.
ekh, lo ga punya nama jawa n belanda juga kan?MC at 20:34 on 27 March
hohohohoho……. gue baru tahu nama2 panggilan kayak gitu. beneran… hehehehhehehe…..AF at 01:19 on 28 March
hmm, kel gw c sbenernya uda gak tll kentel klo untuk cara manggil. yg kadang masi ngikutin cm dari kel nyokap. tiap kali dkenalin sm sodara yg entah siapa, pasti gw bakal nanya dulu hubungannya apaan, hbs itu nanya cara manggilnya.. tapiii yaahh u know i know laa.. gw kan paling gak suka yg ribet2 (kec bener2 pnasaran), jadi biasanya gw gak mau tau… Read moreVAL at 09:45 on 28 March
@Angel, setuju banget! ahahahhahaha

confusing, no wonder. Batak people also have such system but not this one (as long as I know):
“Saudara Laki-laki berdasarkan urutan senioritas (kakak satu, kakak dua, dst) dari penerus fam
-Paling tua: Tuako
-Kedua: Jiso
-Ketiga: Saso
-Keempat: Shiso”
What the?? Hehehe.. kakak kesepuluh??
itu sistemnya kaya filem2 silat kayanya ;D
“kakak pertama! kakak kedua!” hahahaha
Keluarga dri papa gw hakka-hokkien, n mama gw kanton. semua panggilan yg u tulis diatas lumayan lengkap. gw pernah juga tanya2 akong gw cara penamaan sesuai tingkat dlm keluarga, n saking ribetnya ga pernah inget semua. bengong2 aja kalo pergi pesta kawin ama akong gw dikenalin k org yg hubungannya entah dari mana kemana -_-.
yang ini
Grandfatherâ
ah nice juga, thanks udah share yah an, seneng juga kalau tahu ada orang yang lain yang ngeresearch keluarga mereka