<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Saat Pendidikan Menjadi Industri dan Komoditi</title>
	<atom:link href="http://republikbabi.com/education-as-industry/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://republikbabi.com/education-as-industry</link>
	<description>welcome to random knowledge dump~</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Mar 2010 13:43:38 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Calvin Michel Sidjaja</title>
		<link>http://republikbabi.com/education-as-industry/comment-page-1#comment-1473</link>
		<dc:creator>Calvin Michel Sidjaja</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 10:00:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://republikbabi.com/education-as-industry/#comment-1473</guid>
		<description>ah terima kasih atas informasinya, saya harap mas luigi juga sekali2 membandingkan kondisi liberia dan indonesia... yaaah, setidaknya bisa menghentikan komplain tiada henti dari orang2 yang bisanya cuma bersikap apatis, dan lupa bahwa situasi negara kita masih cukup baik, terlepas dari kekurangan yang ada. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ah terima kasih atas informasinya, saya harap mas luigi juga sekali2 membandingkan kondisi liberia dan indonesia&#8230; yaaah, setidaknya bisa menghentikan komplain tiada henti dari orang2 yang bisanya cuma bersikap apatis, dan lupa bahwa situasi negara kita masih cukup baik, terlepas dari kekurangan yang ada. <img src='http://republikbabi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kampret nyasar!</title>
		<link>http://republikbabi.com/education-as-industry/comment-page-1#comment-1472</link>
		<dc:creator>kampret nyasar!</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 09:01:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://republikbabi.com/education-as-industry/#comment-1472</guid>
		<description>Iyah nih.. di Liberia.. meski serupa tapi tak sama. Secara kasat mata kita masih jauh lebih baik dari kampret2 di negeri si bau kelek disini.. hanya saja--&gt; masak sih kita menyamakan/membandingkan dengan contoh kasus yang lebih parah? :D (malu dong!)

Politisi, buat saya dan bagi banyak pribadi dari kawan2 peacekeepers disini yang datang dari banyak negara, memang dipandang masihsangat ego-centrik dengan agenda partai yang diwakilinya. Dengan menjual janji2 manis (kemudian menjadi janji busuk - lepas menjabat).. namun demikian tetep ada pengecualian - kita gak boleh mengeneralisir semuanya.

Rather than bitching around with endless complaints, let&#039;s just stab ourselves with this: &quot;Ask not what your country can do for you, rather than ask what YOU can do to your country..&quot;

Hugs and warm regards from West Africa ;D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Iyah nih.. di Liberia.. meski serupa tapi tak sama. Secara kasat mata kita masih jauh lebih baik dari kampret2 di negeri si bau kelek disini.. hanya saja&#8211;&gt; masak sih kita menyamakan/membandingkan dengan contoh kasus yang lebih parah? <img src='http://republikbabi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  (malu dong!)</p>
<p>Politisi, buat saya dan bagi banyak pribadi dari kawan2 peacekeepers disini yang datang dari banyak negara, memang dipandang masihsangat ego-centrik dengan agenda partai yang diwakilinya. Dengan menjual janji2 manis (kemudian menjadi janji busuk &#8211; lepas menjabat).. namun demikian tetep ada pengecualian &#8211; kita gak boleh mengeneralisir semuanya.</p>
<p>Rather than bitching around with endless complaints, let&#8217;s just stab ourselves with this: &#8220;Ask not what your country can do for you, rather than ask what YOU can do to your country..&#8221;</p>
<p>Hugs and warm regards from West Africa ;D</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Calvin Michel Sidjaja</title>
		<link>http://republikbabi.com/education-as-industry/comment-page-1#comment-1471</link>
		<dc:creator>Calvin Michel Sidjaja</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 09:01:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://republikbabi.com/education-as-industry/#comment-1471</guid>
		<description>eh, ini mas luigi yang lagi ikut peacekeeping ya di liberia?

terima kasih atas komennya mas, dan ya, andaikan pemerintah bisa buka mata: pendidikan adalah paling penting. Kelompok menengah mungkin bisa tahan, tapi bagiamana yang dibawah?

Mengerikan, dan ironisnya, pasti ada anak2 elit politik sekolahnya di sekolah2 luar negeri atau internasional, dan itu dibayar dari pajak orang2 yang kesulitan bayar uang sekolah.

oh ya, bagaimana keadaan di liberia? apakah sama saja dengan indonesia dalam kebijakan pendidikan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>eh, ini mas luigi yang lagi ikut peacekeeping ya di liberia?</p>
<p>terima kasih atas komennya mas, dan ya, andaikan pemerintah bisa buka mata: pendidikan adalah paling penting. Kelompok menengah mungkin bisa tahan, tapi bagiamana yang dibawah?</p>
<p>Mengerikan, dan ironisnya, pasti ada anak2 elit politik sekolahnya di sekolah2 luar negeri atau internasional, dan itu dibayar dari pajak orang2 yang kesulitan bayar uang sekolah.</p>
<p>oh ya, bagaimana keadaan di liberia? apakah sama saja dengan indonesia dalam kebijakan pendidikan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kampret nyasar!</title>
		<link>http://republikbabi.com/education-as-industry/comment-page-1#comment-1470</link>
		<dc:creator>kampret nyasar!</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 08:42:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://republikbabi.com/education-as-industry/#comment-1470</guid>
		<description>Sebagai orang tua dari 2 anak, memang harga/ongkos menyekolahkan anak di Indonesia, khususnya di Jakarta sudah semakin tidak realistis.. dimana privatisasi di sektor pendidikan adalah sebuah kesalahan besar.. pemerintah mesti sadar bahwa pendidikan adalah ujung tombak..

Investing in human capital is essential to ensure a continuous sustainability of a nation..

Gosh, I wish the really knew about it.. rather than just rhetoric.

Salam hangat dari afrika barat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai orang tua dari 2 anak, memang harga/ongkos menyekolahkan anak di Indonesia, khususnya di Jakarta sudah semakin tidak realistis.. dimana privatisasi di sektor pendidikan adalah sebuah kesalahan besar.. pemerintah mesti sadar bahwa pendidikan adalah ujung tombak..</p>
<p>Investing in human capital is essential to ensure a continuous sustainability of a nation..</p>
<p>Gosh, I wish the really knew about it.. rather than just rhetoric.</p>
<p>Salam hangat dari afrika barat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: michaeljubel</title>
		<link>http://republikbabi.com/education-as-industry/comment-page-1#comment-1469</link>
		<dc:creator>michaeljubel</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 06:43:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://republikbabi.com/education-as-industry/#comment-1469</guid>
		<description>@yonna:
hmm.. wajar aja sih kalo mrk curhat ini-itu.. kan peran pemerintah seperti yang saya bilang juga belum maksimal.. tapi bukan berarti gak ada.. hehe. mungkin sang pencurhat berharap lebih kali ya.. ya tiap orang kan beda-beda. hehe.. tapi yang pasti, pemerintah emang seharusnya bisa memberi lebih.. tapi mungkin belum aja..

@calvin:
kata-kata terakhir gua HI banget?? hahahahaha.. baguslah.. gua anggap itu sebagai pujian.. daripada gua dianggap manusia dengan tempelan &quot;TEKNIK KIMIA&quot; di jidat gw.. hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@yonna:<br />
hmm.. wajar aja sih kalo mrk curhat ini-itu.. kan peran pemerintah seperti yang saya bilang juga belum maksimal.. tapi bukan berarti gak ada.. hehe. mungkin sang pencurhat berharap lebih kali ya.. ya tiap orang kan beda-beda. hehe.. tapi yang pasti, pemerintah emang seharusnya bisa memberi lebih.. tapi mungkin belum aja..</p>
<p>@calvin:<br />
kata-kata terakhir gua HI banget?? hahahahaha.. baguslah.. gua anggap itu sebagai pujian.. daripada gua dianggap manusia dengan tempelan &#8220;TEKNIK KIMIA&#8221; di jidat gw.. hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Calvin Michel Sidjaja</title>
		<link>http://republikbabi.com/education-as-industry/comment-page-1#comment-1468</link>
		<dc:creator>Calvin Michel Sidjaja</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 10:33:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://republikbabi.com/education-as-industry/#comment-1468</guid>
		<description>btw bel, kata2 terakhir loe tuh udah HI-banget deh! hahaha.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>btw bel, kata2 terakhir loe tuh udah HI-banget deh! hahaha.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yonna</title>
		<link>http://republikbabi.com/education-as-industry/comment-page-1#comment-1467</link>
		<dc:creator>yonna</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 10:28:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://republikbabi.com/education-as-industry/#comment-1467</guid>
		<description>@Michael
oke deh, saya keki aja, toh saya pernah baca curhatan salah satu peserta olimpiade yang merasa kurang ini-itu, artinya kurang didukung gitu.

yah, they&#039;re not bad guys :)

*takut dituduh melontarkan kata2 subversif :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Michael<br />
oke deh, saya keki aja, toh saya pernah baca curhatan salah satu peserta olimpiade yang merasa kurang ini-itu, artinya kurang didukung gitu.</p>
<p>yah, they&#8217;re not bad guys <img src='http://republikbabi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>*takut dituduh melontarkan kata2 subversif <img src='http://republikbabi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: michaeljubel</title>
		<link>http://republikbabi.com/education-as-industry/comment-page-1#comment-1466</link>
		<dc:creator>michaeljubel</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 10:01:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://republikbabi.com/education-as-industry/#comment-1466</guid>
		<description>@yonna and calvin:

hehehe.. ngomongin olimpiade nih jadinya.. hmmm.. gua mo agak-agak menetralisasi, boleh ya? hehe.. gini, menurut pengalaman saya, pemerintah tidak segitu gak perhatiannya kok ama proses pematangan tim olimpiade Indonesia.. kebetulan saya pernah masuk dalam tim itu 2 kali (walaupun saya masih kurang berkualitas untuk dikirim ke luar negeri). hehehe.. nah, pelatihan dan karantinanya diurus dengan cukup baik kok. segala kebutuhan kita dibayar oleh pemerintah. dari makanan, transportasi, dan segalanya. fasilitasnya sangat memadai. bahkan kita diberikan uang saku. dan uang itu jumlahnya tidak sedikit lho.. saya tidak mengeluarkan duit sepeser pun selama pelatihan tapi pulang dari pelatihan saya bisa membawa uang jutaan rupiah. :D hehe.. jadi gak bisa segitunya juga pemerintah dianggap tidak memiliki andil dalam kesuksesan mereka. hehe.. cukup lahh.. tapi emang masih kurang dibandingin negara-negara lain. apalagi kalo ngeliat bahwa Indonesia tuh lumayan langganan dapet medali emas di olimpiade komputer dan olimpiade fisika.. jadi secara dana, sebenarnya udah ada kok perhatiannya dikittt.. hehe..

nah, tapi masih ada yang agak menyedihkan.. yaitu penghargaan terhadap mereka-mereka yang udah berprestasi di olimpiade tersebut. sebenarnya pemberian hadiah di hari kebangkitan kemaren sudah merupakan kemajuan yang SANGAT signifikan. dulu, pemenang medali emas olimpiade komputer ada yang nganggur karena tidak diterima kuliah di Indonesia padahal dia langsung diterima tanpa tes oleh NTU Singapore karena medali emasnya itu. dan dia gak diterima ama Indonesia bukan karena dia bodoh.. tapi karena seluruh waktunya HABIS buat persiapan olimpiade ampe-ampe dia gak bisa ikut SPMB. tapi makin kesini segalanya makin baik kok.. banyak penghargaan dalam berbagai bentuk yang mulai diterima oleh para &#039;atlet2&#039; olimpiade sains.. buktinya saya juga bisa kecipratan dengan bisa masuk ITB dengan referensi khusus lho. huehehehe..

jadi, mari kita dukung pemerintah kita terus ya.. kasi kritik dan saran yang baik.. hehehe.. oke yonna? oke calvin? mereka gak jahat kok. mereka cuman agak sedikit (sangat) kurang peka. mari dukung terus perubahan yang mulai mereka lakukan.. huehehehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@yonna and calvin:</p>
<p>hehehe.. ngomongin olimpiade nih jadinya.. hmmm.. gua mo agak-agak menetralisasi, boleh ya? hehe.. gini, menurut pengalaman saya, pemerintah tidak segitu gak perhatiannya kok ama proses pematangan tim olimpiade Indonesia.. kebetulan saya pernah masuk dalam tim itu 2 kali (walaupun saya masih kurang berkualitas untuk dikirim ke luar negeri). hehehe.. nah, pelatihan dan karantinanya diurus dengan cukup baik kok. segala kebutuhan kita dibayar oleh pemerintah. dari makanan, transportasi, dan segalanya. fasilitasnya sangat memadai. bahkan kita diberikan uang saku. dan uang itu jumlahnya tidak sedikit lho.. saya tidak mengeluarkan duit sepeser pun selama pelatihan tapi pulang dari pelatihan saya bisa membawa uang jutaan rupiah. <img src='http://republikbabi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  hehe.. jadi gak bisa segitunya juga pemerintah dianggap tidak memiliki andil dalam kesuksesan mereka. hehe.. cukup lahh.. tapi emang masih kurang dibandingin negara-negara lain. apalagi kalo ngeliat bahwa Indonesia tuh lumayan langganan dapet medali emas di olimpiade komputer dan olimpiade fisika.. jadi secara dana, sebenarnya udah ada kok perhatiannya dikittt.. hehe..</p>
<p>nah, tapi masih ada yang agak menyedihkan.. yaitu penghargaan terhadap mereka-mereka yang udah berprestasi di olimpiade tersebut. sebenarnya pemberian hadiah di hari kebangkitan kemaren sudah merupakan kemajuan yang SANGAT signifikan. dulu, pemenang medali emas olimpiade komputer ada yang nganggur karena tidak diterima kuliah di Indonesia padahal dia langsung diterima tanpa tes oleh NTU Singapore karena medali emasnya itu. dan dia gak diterima ama Indonesia bukan karena dia bodoh.. tapi karena seluruh waktunya HABIS buat persiapan olimpiade ampe-ampe dia gak bisa ikut SPMB. tapi makin kesini segalanya makin baik kok.. banyak penghargaan dalam berbagai bentuk yang mulai diterima oleh para &#8216;atlet2&#8242; olimpiade sains.. buktinya saya juga bisa kecipratan dengan bisa masuk ITB dengan referensi khusus lho. huehehehe..</p>
<p>jadi, mari kita dukung pemerintah kita terus ya.. kasi kritik dan saran yang baik.. hehehe.. oke yonna? oke calvin? mereka gak jahat kok. mereka cuman agak sedikit (sangat) kurang peka. mari dukung terus perubahan yang mulai mereka lakukan.. huehehehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Calvin Michel Sidjaja</title>
		<link>http://republikbabi.com/education-as-industry/comment-page-1#comment-1465</link>
		<dc:creator>Calvin Michel Sidjaja</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 03:38:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://republikbabi.com/education-as-industry/#comment-1465</guid>
		<description>hohoho gw setuju ama yonna, gw juga geli kok ngeliat sikap pemerintah yang kaya gitu, result oriented abis, tapi ga mau kasih bantuan pas proses.

Intinya sekali lagi, jangan ngarepin pemerintah, teori ini memberikan approach alternatif bahwa jika pemerintah negara sudah tidak bisa memenuhi kewajibannya, justru ini harus kita lihat sebagai kans untuk bersikap mandiri dan bersikap &quot;minta bantuan pemerintah terakhir aja deh&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hohoho gw setuju ama yonna, gw juga geli kok ngeliat sikap pemerintah yang kaya gitu, result oriented abis, tapi ga mau kasih bantuan pas proses.</p>
<p>Intinya sekali lagi, jangan ngarepin pemerintah, teori ini memberikan approach alternatif bahwa jika pemerintah negara sudah tidak bisa memenuhi kewajibannya, justru ini harus kita lihat sebagai kans untuk bersikap mandiri dan bersikap &#8220;minta bantuan pemerintah terakhir aja deh&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yonna</title>
		<link>http://republikbabi.com/education-as-industry/comment-page-1#comment-1464</link>
		<dc:creator>yonna</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 03:30:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://republikbabi.com/education-as-industry/#comment-1464</guid>
		<description>wow nice article :)

eh gue geli banget waktu nonton perayaan 100 tahun kebangkitan nasional pas juara-juara olimpiade astronomi, matematika, fisika, kimia, dll mewakili generasi muda Indonesia membawa api yang diserahkan pak SBY untuk dinyalakan di obor api raksasa menandakan semangat generasi muda Indonesia dalam berprestasi.

gelinya gini, giliran mereka menang jadi juara dan membuat harum Indonesia dibaik-baikin, tapi giliran mereka menjalani proses supaya jadi juara Olimpiade, kemana aja pemerintah? mau enaknya doang nih ya, sebel gue liatnya, giliran udah jadi juara aja langsung deh diklaim sebagai ini itu, eh emang elo berjasa ya atas kemenangan mereka?! bahkan sekolah pun, mereka harus mengeluarkan biaya mahal! geli aja liat kelakuan pemerintah yang seolah-olah telah berjasa mengantarkan kemenangan para juara Olimpiade tersebut. padahal mereka menang berkat dukungan ortu, pelatih, guru, sodara dan pihak yang mendukung kesuksesan mereka.

eh maaf jadi marah-marah, maklum lagi tanggung bulan :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wow nice article <img src='http://republikbabi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>eh gue geli banget waktu nonton perayaan 100 tahun kebangkitan nasional pas juara-juara olimpiade astronomi, matematika, fisika, kimia, dll mewakili generasi muda Indonesia membawa api yang diserahkan pak SBY untuk dinyalakan di obor api raksasa menandakan semangat generasi muda Indonesia dalam berprestasi.</p>
<p>gelinya gini, giliran mereka menang jadi juara dan membuat harum Indonesia dibaik-baikin, tapi giliran mereka menjalani proses supaya jadi juara Olimpiade, kemana aja pemerintah? mau enaknya doang nih ya, sebel gue liatnya, giliran udah jadi juara aja langsung deh diklaim sebagai ini itu, eh emang elo berjasa ya atas kemenangan mereka?! bahkan sekolah pun, mereka harus mengeluarkan biaya mahal! geli aja liat kelakuan pemerintah yang seolah-olah telah berjasa mengantarkan kemenangan para juara Olimpiade tersebut. padahal mereka menang berkat dukungan ortu, pelatih, guru, sodara dan pihak yang mendukung kesuksesan mereka.</p>
<p>eh maaf jadi marah-marah, maklum lagi tanggung bulan <img src='http://republikbabi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
