
Apakah Rusia negara maju atau negara berkembang?
Jika melihat posisi Rusia saat ini di dunia internasional, seperti keanggotaan di G8, maupun pendapatan yang mencapai 12,000 dollar (PPP), sudah pasti Rusia dikatakan sebagai negara maju. Namun masalah-masalah dalam negeri Rusia membuatnya berada dalam posisi ambigu, antara negara maju dan negara berkembang. Secara historis, Uni Soviet merupakan salah satu negara supowerpower dan menjadi hegemoni dunia, namun dengan runtuhnya Uni-Soviet, Rusia mewarisi sejumlah masalah yang membuat posisinya melemah dalam hubungan internasional. Rusia dibawah Yeltsin pernah mengalami ketergantungan pada dana pinjaman International Monetery Fund, dan mengalami krisis politik yang tidak sedikit, yang kerap dialami negara berkembang.
Jika kita melihat proses pembuatan keputusan dalam Kremlin, mungkin kita akan mendapatkan gambaran bagaimana nuansa politik elitis begitu kental di Rusia.
Terdapat faktor patrimonial-otoritraianisme dari kondisi struktural politik dalam negeri Rusia. Otoritarianisme terlihat dari sentralisme pemerintahan untuk mengontrol dan mendominasi negara dan tidak transparan pada masyarakat. Patrimonialisme adalah konsep dimana sistem didasari pada kontrol politik akan sumber ekonomi untuk memperkaya patron-klien dalam suatu pemerintahan.
Patron menjadi makin kaya dengan memberikan hadiah bagi klien, dan klien menjadi kaya dengan mendukung patron mereka. Putin membuat hubungan patron-klien dengan berbagai elit politik dan pebisnis seperti Menteri Perkembangan dan Perdagangan German Gref, Chairman dari Perushaan Minyak Rusia Gazprom, Dmitry Medvedev, Presiden Gazprom Alexei Millter dan Igor Sechin. Jika pola hubungan ini diteruskan lagi, akan tercipta jaringan kompleks patron-klien dalam pemerintahan Rusia yang mengakibatkan suburnya korupsi.
Pada tahun 2006, Rusia tercatat sebagai salah satu negara terkorup di dunia, satu-satunya anggota negara G-8 dengan peringkat ke-121 diantara 163 negara dunia, hanya satu tingkat lebih tinggi diatas Rwanda yang merupakan negara kurang berkembang.
Lingkungan politik Rusia yang patrimonial ini bisa menjelaskan lingkungan konsentrik proses pembuatan keputusan dalam Rusia, yakni pola elitis dimana hanya segelintir orang yang dekat dengan patron dapat mempengaruhi kebijakan yang dikeluarkan. Lingkaran konsentrik sendiri merupakan sebuah konsep dalam pembuatan kebijakan luar negeri yang mengansumsikan bahwa pembuatan kebijakan dipengaruhi oleh orang-orang tertentu didekat pembuat keputusan.

Ilustrasi Lingkaran Konsentrik Pembuat Keputusan Kremlin
Pada lingkaran konsentrik pertama, kita mendapatkan Putin sebagai pembuat keputusan utama, dan memiliki otoritas tertinggi dalam konstitusi Rusia. Dalam konstitusi Rusia, presiden memiliki wewenang dan superioritas terhadap legislatif Rusia, Duma. Secara strukturalis, bisa dikatakan bahwa sistem pemerintahan Rusia mendukung adanya nuansa otoritarianime, karena legislatif yang mengontrol pemerintahan berada di kendali pemerintahan.
Ada tiga faksi dalam Kremlin yang berpengaruh dalam pembuatan keputusan di Rusia, mereka adalah liberalis, teknokrat, dan siloviki.
Diantara ketiganya, Siloviki (????????, berasal dari kata kekuatan) adalah faksi paling berpengaruh dalam pemerintahan Kremlin4.
Siloviki berada di lingkaran konsentrik kedua, yang paling berpengaruh pada Putin. Siloviki terdiri dari Igor Sechin, wakil kepala adminstrasi presidensial, Viktor Ivanov, penasehat Presiden dan Nikolai Patrushev, direktur FSB. Hal ini dikeranakan para Siloviki memiliki hubungan personal yang dekat dengan Putin
Pada lingkaran konsentrik ketiga, terdapat kaum liberalis yang berpengaruh pada kebijakan dalam bidang ekonomi, yakni Menteri Perkembangan dan Perdagangan German Gref, Menteri Keuangan Alexei Kudrin
Pada lingkaran konsentrik keempat, faksi yang paling lemah diantara ketiganya, adalah kaum teknokrat. Mereka adalah Wakil Pertama Perdana Menteri dan Chairman Gazprom, Dmitry Medvedev, dan Presiden Gazprom, Alexei Miller. Mereka mendapatkan pengaruh karena memiliki monopoli atas Gazprom, yang mengontrol produksi minyak Rusia
Pola lingkaran konsentrik ini mencermikan sebuah pemerintahan yang elitis, dan tidak menyentuh rakyat, suatu pola umum dalam negara berkembang dimana proses pembuatan keputusan dalam suatu negara hanya dipegang oleh segelintir orang. Suatu badan eksekutif, idealnya dikendalikan oleh badan legislatif, sehingga kekuasaannya dapat dikontrol oleh rakyat dan wakil rakyat. Namun pola pemerintahan Rusia secara strukturalis tidak memungkinkan hal tersebut terjadi.
Duma, badan legislatif Rusia tidak dimasukkan kedalam lingkaran konsentrik, begitu pula media massa dan rakyat Rusia.
Semasa pemerintahan Putin juga, terjadi nuansa otoritarianisme yang cukup kental. Terlihat dari bagaimana Putin menggunakan kekuasaannya sebagai presiden untuk membungkam lawan politiknya, seperti Mikhail Khordokvsky, dan menggunakan instrumen kekerasan dalam mengatasi demonstrasi rakyat Rusia yang tidak setuju dengan cara-cara yang dilakukan Kremlin. Pada 15 Maret 2007 misalnya, Gary Kasparov, pecatur kelas dunia asal Rusia dimasukkan ke penjara karena mengikuti demonstrasi.
Definisi negara berkembang mungkin bisa dikaji ulang. Hal ini terlihat dari kasus Rusia. Persoalan domestik Rusia juga cukup banyak dan menyerupai negara-negara berkembang, seperti korupsi, ancaman separatisme, ketidakmerataan ekonomi, dan otoritarianisme dalam pemerintahan Putin. Hal ini menjadikan pengkajian kebijakan nasional Rusia menggunakan kerangka analisis negara berkembang.
Popularity: 32% [?]
Tags: Concentric Circle, Decision Making Process, Essay, Russia, TheoryIf you would like to make a comment, please fill out the form below.
Bapak Michel yang baik,
saya seorang mahasiswa yang sedang menulis skripsi tentang kebijakan luar negeri Rusia terhadap dukungan nuklir Iran ini ingin menanyakan kebijakan apa saja yang selama ini diambil oleh Rusia dalam mendukung nuklir Iran tersebut. yang kedua bagaimana sikap dan tanggapan dunia internasional terutama bagi kelima anggota tetap dewan keamanan PBB beserta IAEA? dan apa saja dampak yang di terima oleh Rusia maupun Iran terkait keluarnya resolusi PBB? sebelumnya saya mengucapkan terima kasih.
@wiwin
maaf agak terlambat mereply-nya. Sejauh yang saya tahu, Rusia memberikan kebijakan antara lain, menyediakan teknologi nuklir yang diinginkan iran dan berusaha meringankan sanksi DK yang didukung Inggris, perancis dan AS. pada dasarnya, rusia mendukung iran secara terbatas.
Selamat Malam Mas Calvin Michael. Mas saya mau nanya gimana mas menilai hubungan Indonesia - Rusia saat ini yang kebetulan semakin lengket saja ketika Valdimir Putin melakukan kunjungan balasan ke Indonesia beberapa waktu yang lalu. oya mas michael kebetulan saya mengakat judul buat skripsi saya tentang “Hubungan kerjasama pertahanan Indonesia - Rusia ditinjau dari perspektif Indonesia” mas michael kira2 punya bahan lengkap untuk data persenjataan militer yang dimiliki oleh Rusia yang kemudian ke Indonesia. Sebelunya terima kasih untuk data-data sebelumnya.
salam hormat bpk Michael,
saya mhsw hub. inter’l, saya juga lg menyusun proposal ttg kejasama indonesia dan rusia. menurut bpk, sejauh kesepakatan ini apa keuntungan bagi rusia dlm mnjalin kerjasama dgn indonesia?
atau pengaruh bagi rusia sendiri?
dari beberapa artikel yg saya baca, saya blm yakin.
sebelumnya terima kasih
@yeyen+muhammad abduh
sejauh yang saya tahu, Rusia memang sedang gencar memasarkan kembali arms exportnya ke negara-negara berkembang seperti Indonesia. Kalau secara simbolistis, saya menangkap adanya mentalitas perang dingin pada politik luar negeri Rusia dibawah Putin.
Rusia masih tetap harus menjaga wibawanya walau hanya sebuah declining superpower. Karena Indonesia saat ini mengalami masalah embargo militer oleh AS, Rusia menangkap peluang ini untuk mengambil market Indonesia.
Oh ya, harap dicatat, setahu saya juga, perjanjian ini adalah salah satu perjanjian puncak pertama semenjak jaman perang dingin. Pada masa itu hampir sebagian besar perlengkapan militer kita adalah tercanggih dan merupakan salah satu yang terkuat di asia tenggara, namun pada jaman Soeharto yang condong ke AS dan perkembangan ekonomi, militer menjadi tidak terlalu difokuskan, khususnya angkatan non-darat.
Saya saat ini tidak terlalu berkonsentrasi pada isu Rusia, jadi maaf kalau jawabannya agak dangkal
pak Michael,
saya lucy, mahasiswa HI semester pertama,
yang masih berusaha memahami dunia HI.
mau nanya donk,
kapan rusia menjadi a part of problem
dan kapan menjadi a part of solution
dan dalam kasus apa?
thank sebelumnya pak
regards,
Lucy
@lucy
pertanyaan anda agak aneh, untuk “rusia as part of problem” anda bisa mencoba mengkaji isu kemerdekaan kosovo.
Rusia sebagai part of solution? cobalah kaji isu israel palestina atau nuklir korea utara dimana rusia dilibatkan sebagai mediator.
slm hngt pak, langsung sja bgm dgn pola penginterpretasian pemerintahan putin dgn konsep marxis, yang msh mjd salah stu landsn ideologikal pnting dlam mmbngun rusia serta apkh pla pmbngunan rusia berdsrkan patron-klien ini akan mmpu mmbwa rusia semakin baik di kmudian hari ataukah mnjdi spt Indonesia pd masa Soeharto
saya hanya mau bertanya,
kenapa glasnot dan prestroika yg dicetuskan oleh M.Gorbachev malah menjadi salah satu penyebab kehancuran dri uni sovyet.
bagaimana tanggapan anda tentang pembunuhan litvinenko jika dilihat dari sudut pandang politik
hallo mas, (atau bapak?)
saya mhswi HI smestr 5 UPN”V” Jogja. sangat menyenangkan membaca tulisan anda karena selain menambah pengetahuan saya,juga sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas kuliah saya. saya ingin bertanya,apabila saya mengalami kesulitan dalam tugas kuliah apakah anda bersedia membantu saya? mengingat saya sangat memerlukan pendapat orang2 yang mengerti tentang HI. apabila bapak tidak keberatan,bisakah bapak mengirim jawaban melalui e-mail saya? saya menemukan blog anda ini karena sedang mencari tugas tentang kerjasama rusia dan indonesia serta hubungan rusia dan georgia. terima kasih sebelumnya.
@oya
maaf, saya blom bisa menjawab pertanyaan anda dengan detail (karena saya sedang sibuk nyiapin sidang seminar), tapi poin yang perlu dicermati mengenai kerjasama rusia-indonesia terlihat dalam kunjungan putin tahun ini. Rusia memasukkan kembali indonesia di geopolitknya karena terpengaruh oleh mental perang dingin
untuk rusia-georgia saya kurang tahu karena belum mempelajarinya lebih lanjut (bidang yang paling saya kaji adalah asia timur)
mau bantu jawab ^_^
-definisi dari a part of problem and a part of solution,sikap dan tindakan sebuah negara yg dianggap dapat menguntungkan dan merugikan pihak lain. semua tergantung pada interest negara yg bersangkutan,
contoh :
@lucy, russia “a part of problem” ada satu hal yg menarik disini yaitu.. tentang russia yg ingin kembali meraih dukungan Dunia Islam,bulan2 kemarin sempat diadakan pertemuan Islam seluruh Dunia yg dispensory Kremlin dan berlangsung disalah satu Negara Federasi Russia (lupa apa nama tempatnya) btw disatu pihak ingin mencari dukungan,dibagian lain pihak russia banyak menekan warga muslim checnya agar tidak memerdekakan diri dan ini menjadi suatu isu yg empuk bagi amerika dan barat untuk menggangu Hub russia dunia Islam. Kosovo contoh lainnya.
-Rusia sudah memasukan indonesia dalam geoStrategynya, contohnya gampang pemberian credit persenjataan 1 miliar dolar buat RI, nah ini menunjukan russia mempunya perhatian khusus pada indonesia,(malaysia mana dapet mrk dibawah commonwealt inggris) dimasa depan hub ini dapat lebih menguntungkan kedua pihak.
Calvin Says “Rusia memang sedang gencar memasarkan kembali arms exportnya ke negara-negara berkembang seperti Indonesia”
iya sejak terlepas dari keterpurukan ekonomi akhir 1990an mereka mulai kembali mengadakan eksport persenjataan seperti juga arab yg monokultur dalam eksport minyak,russia juga sama monokultur dalam eksport persenjataan militer tujuan negara berkembang, kalo Gas alam russia mayoritas eksport ke negara2 eropa<— pemasok utama gas alam eropa adalah russia langsung dari pegunungan caucacus,ural..
-Faktor indonesia yg beralih pada persenjataan russia selain faktor embargo barat adalah produk russia mempunyai kualitas yg sepadan+tidak ada embargo+pembayaran lebih ringan+kondisi pemerintahan indonesia yg berganti2 dan cenderung kecewa dengan barat dalam hal Pembelian peralatan militer.
pembelian era megawati (mengikuti jejek bapaknya) :
1. Sukhoi 27 = 2 biji
2. sukhoi 30 = 2biji
3. Mi-35 = 2biji
4. mi-2 = lupa berapa, tapi yg jelas proses pembeliannya bermasalah
5. Ak-100 series = lewat program AK2000.
era SBY rencana kedepan, pembelian 6 pesawat SU 27 dan 30 biar genap 1 squadron. 2 kapal selam. artileri dan radar.
(biayanya sebgain besar dari kredit $ 1 M )
slm hangt pak, rezim putin sllu mengundng kontroversial, khususnya dlm orientasi poltik luar ngri rusia trhadap negra-ngara sekitar. konsep near abroad yang masih menjadi salah satu warna dalam orientasi politik luar negeri rusia. apakah pemerintahan Putin masih meneruskan kebijakan ini, dan bagaiamana kelompok patron-klien menyikapinya.
saya mahasiswa hub. int’l UNPAD denag menulis skripsi mengenai kebijakan putin dalam upaya pelunasan hutang luar negerinya. mudah-mudahan bapak dapat membantu saya terimakasih
@fauzi
sori, saya bukan pengkaji Rusia, anda bisa menemukan lebih banyak tulisan berkualitas daripada yang saya miliki. Anda mendingan cek situs presiden Rusia atau google aja semua berita yang memiliki judul Putin di situs berita internasional.
salam kenal mas ato pak neh???
saya vicka mahasiswa hubungan internasional,,saat ini saya sedang menulis skripsi tentang “Hubungan Kerjasama Rusia-Indonesia dibawah Pemerintahan Vladimir Putin”.yang ingin saya tanyakan adalah sebenernya bagaimana seh pengaruh politik luar negeri rusia terhadap indonesia dan kepentingan apa yang ingin dicapai oleh rusia dalam menjalin hubungan kerjasama dengan indonesia??kalo sekiranya bapak ato mas punya bahan lengkap,,bisakah dikirim ke email saya??terimakasih sebelumnya
selamat malam bapak michael.,
saya adalah mahasiswa H’I semester 1.,
saya mau bertanya duonx.,
sebenarnya, bagaimana seey crutanya sampai Cina bisa duduk di anggota tetap dewan keamanan PBB?!
padahal khan mereka tidak ikut dalam perang dunia I dan II.,
apakah hal tersebut karena campur tang Rusia agar mereka memiliki teman dalam anggota tetap DK PBB. mengingat ketiga anggota DK tetap yang lain adalah musuh-musuh rusia. hal ini juga mengingat Cina adalah salah satu negara komunis terbesar didunia.
atas jawaban bapak, saya ucapkan terima kasie.,
@ecko
coba anda baca sejarah PD II. China masuk sebagai pemenang PDII, itu sebabnya mereka jadi DK PBB.
selamat malam Mas Calvin..saya mau nanya-nanya tentang rusia ni,,saya ada niat mau ambil rusia buat topik seminar,,tetapi buat cadangan doang kalau judul utama saya ditolak..
saya ada baca buku dari Kompas judulnya “Bangkitnya Rusia” terbitan april 2008..buku itu bagus bgt , dan karna buku itu saya jadi tertarik dengan Rusia..menurut mas nih, kan di rusia tuh masa jabatan presiden berturut-turut tuh dua kali,tetapi boleh jadi presiden lagi setelah diselingi satu kali oleh orang lain..nah disini Putin saya lihat punya Plan seperti itu..(menurut saya mas)..
nah apakah tidak mungkin kalau Putin bisa jadi diktator baru di Rusia kelak??terus meneurut anda,kebangkitan Rusia ini apakah bisa menjadi security dilemma bagi AS??seperti apa jika iya?
terus gimana peran Siloviki disini dalam mempengaruhi PLN rusia?
klo ada data2 rusia share dung,,oke??ke email saya..
hehehe..
@reza
maaf mas reza, untuk saat ini saya tidak bisa berkata banyak karena saya sudah tidak pernah mengkaji rusia lagi. Dengan naiknya presiden baru dari Rusia, ada kemungkinan terjadi sedikit perubahan konstelasi kekuatan, tapi konsentrasi kekuatan bukan pada Putin lagi.
Saya tidak terlalu paham (dan kurang tertarik) mengkaji wilayah eropa. Saya lebih bisa banyak berbicara mengenai Asia timur dan asia tenggara.
mas calvin bisa ga kasi tau dmn say bs mencari draft kerjasama pertahanan rusia-indonesia. please klo bole lwt email saya aja. tanks b4.
halo mas,
mas, saya mau tanya mas punya bahan2 ttg woman trafficking di Asia Tenggara serta dasar perlindungan hukumnya gak?
kalau ada, saya boleh minta referensinya tidak?
sebelumnya terima kasih banyak y, mas….
@chandra
anda mungkin mau mencoba melihat artikel ini
http://www.un.org/Pubs/chronicle/2003/issue2/0203p34.html
salam…
rusia merupakan satu-satunya negara eropa yang yang beraliran tidak sepaham dengan dunia namun beberapa tahun yang lalu memang ada beberapa arus politik yang di mainkan oleh Rusia (calvin) dan dunia eropa dan amerika berwas-was. tetapi politik dalam negeri dan luar negeri calvin tetap dijaga ketat oleh beberapa negara dibelahan dunia ini. perkembangan sampei sekarang bagaimana bung, kalo ada info baru tolong kirimkan ke @mail saya. terima kasih. wasalam
sayangnya saya sudah lulus dari universitas dan tidak akan menulis hal yang terlalu HI dalam jangka waktu yang tidak bisa ditentukan. Mohon maaf.
menarik sekali calvin. :)
agak OOT dikit, tapi abis baca komen2 di atas, kayaknya banyak yah yang sependapat kalau Putin bakal naik lagi, apalagi rancangan perpanjangan masa jabatan Presiden jadi 6 tahun sudah disetujui. bbrp waktu lalu baru baca artikel tentang politik LN dan DN medvedev, dan diambil kesimpulan bahwa di arena LN dia lebih agresif dari putin dan lebih liberal di DN. menarik sekali.
me: berharap lo nulis ttg HI lagi. :D
@sherwin
tunggu ampe gw kuliah lagi atau lanjutin s2. Dalam situasi sekarang ini, gw percuma nulis sesuatu tentang HI.