Article

Dewi Lestari: Ingin Jadi Cicak Di Dinding

Oops, jangan berpikir yang aneh-aneh dulu kalau melihat judul tulisan di atas. Cicak di Dinding adalah salah satu track dari album terbaru Dewi Lestari, Rectoverso yang sedang saya ulang-ulang di playlist saya.

Beberapa hari yang lalu saya ke Mal Kelapa Gading bersama teman-teman saya. Saya tidak melewatkan kesempatan ini untuk membeli dua album yang saya incar, pertama adalah OST Berbagi Suami yang sudah amat langka, dan yang kedua adalah Rectoverso, album terbaru dari Dewi Lestari.

Teman-teman yang mengenal saya dengan baik mungkin tidak menyangka saya membeli album seperti ini, karena kebanyakan tahu saya lebih banyak mendengarkan lagu klasik, instrumental, dan jazz daripada musik lainnya. Tapi setelah mendengarkan sampler di situs rectoverso, saya jadi tergoda untuk mencicipi musik yang disuguhkan mbak Dee, dan dia sekarang masuk dalam daftar pemusik Indonesia favorit saya setelah Utha Likumahuwa, Vina Panduwinata, dan Maliq n d’essential

Rectoverso, menurut mbak Dee, seperti dua sisi cermin, bisa berdiri sendiri tapi merupakan satu kesatuan, tapi dapat dinikmati secara terpisah dan lebih utuh bila dinikmati secara bersamaan.

Sebagian besar lagu rectoverso menggunakan latar belakang orkes dan instrumen gesek yang diperformasikan oleh Magenta Orchestra (yang juga ikut andil dalam OST Berbagai Suami).

Musik-musik dalam album ini sangat lembut, dan kalau boleh saya katakan, memiliki efek menenangkan, sangat pas dengan nuansa hijau yang mendominasi kover albumnya.

Agak sulit mendeskripsikan warna musik pada album ini selain “menenangkan”, karena ada campuran pop, jazz, elektronika, ambient, orchestra, etc. Yang pasti semuanya dikemas dengan rapi dan membuat musik-musik di album ini sangat cocok bagi mereka yang menyukai musik santai dan melepas lelah. Album ini mirip seperti music-music lounge yang memiliki efek relaks bagi pendengarnya.

Lima track yang paling saya sukai dalam album ini adalah “Curhat Untuk Sahabat”, “Malaikat Juga Tahu”, “Aku Ada”, “Cicak di Dinding” dan “Tidur”.

Akhir kata, saya mengucapkan selamat kepada mbak Dewi Lestari dengan perilisan karya artistik ini, yang bisa berdiri sendiri namun merupakan satu kesatuan. Anda bisa menyentuh orang lain melalui tulisan, nyanyian dan kedua-duanya. :)

16 Comments

speak up

Add your comment below, or trackback from your own site.

Subscribe to these comments.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*Required Fields