[Misc] Post-Traumatic-Disorder Pasca Sidang Skripsi
Dua minggu terakhir ini saya tidak sempat mengupdate blog saya secara berkala karena persiapan ujian skripsi. Ya, pada tanggal 13 Juni, pada hari jumat kemarin, saya akhirnya melewati sidang skripsi. Hasil akhir dari skripsi saya adalah… 7,75. Saya dapat B.
Saya sempat shock karena hasil akhir ini, dosen saya, teman saya semuanya mengatakan, kualitas saya sebagai manusia tidak dilihat dari nilai skripsi. Ya, saya sudah berusaha berpikir demikian. Saya sempat mengalami Post-Traumatic-Disorder pasca sidang skripsi. Adegan mengerikan itu berputar berkali-kali di kepala saya seperti video, membuat otak saya susah relaks.Anda bisa membayangkan seperti apa suasana sidang saya sampai-sampai bisa membuat adegan yang agak traumatis? Wah pokoknya mengerikan, ditambah lagi volume dan intonasi dosen penguji yang agak sulit dikategorikan “konstruktif”.
Ada banyak hal yang ingin saya ceritakan, tapi saya belum ada waktu untuk mengposting semuanya, maklum, saat ini internet saya diputus, jadi agak malas mengupdate blog. Saya rasa saya akan mengupdate blog ini lagi seperti biasa setelah mengurus revisi skripsi dan hal-hal teknis lainnya. Otak saya agak malas memikirkan hal lain karena dosen pembimbing saya juga mau pergi minggu depan, jadi saya harus berpacu dengan waktu.
Oh ya, saya juga cukup mengikuti berita mengenai kunjungan Kevin Rudd ke Indonesia, tidak pernah berpikir saya akan menulis sesuatu mengenai Australia di blog ini, tapi mungkin kedepannya saya akan menulis beberapa hal mengenai Australia di bawah kepemimpinan Kevin Rudd.Menurut saya dia pribadi yang menarik, dan kalau saya boleh katakan, agak sinofil (pecinta segala hal berbau China). Dia fasih berbicara bahasa Mandarin, dan dia mengatakan untuk meningkatkan studi Indonesia di Australia. Cukup menarik! Tampaknya beliau ingin memperdalam hubungan Indonesia-Australia pada tahap kultural.
Apa mungkin akan terjadi perubahan PLN australia yang sebelumnya dekat dengan Amerika, menjadi condong ke ASEAN dan Asia secara umumnya? Tiga hari terakhir ada juga tulisan dari sang PM di kompas, mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat penting untuk Australia.
PM Rudd tampaknya sedang mendekati Indonesia dan berusaha meningkatkan kerjasama perekonomian, tapi sekali lagi, Etna pernah menulis di blognya mengenai ciri-ciri PLN Indonesia. Karena pada saat ini kita sedang mengalami masalah dengan kenaikan harga, ada kemungkinan Indonesia justru menerima tawaran dan pendekatan Australia dengan tangan dingin, karena kita sedang sibuk mengatasi semrawut ekonomi.Salah satu yang perlu dicatat adalah pelemparan wacana mengenai komunitas Asia Pasifik.
Dengan bertambahnya wacana komunitas Asia Pasifik, bertambahlah lagi kemungkinan masa depan Asia selain EAC (East Asian Community). Apa mungkin ini simbolisme bahwa Australia tidak ingin diabaikan dalam proses integrasi Asia Timur secara keseluruhan? ASEAN sendiri mengatakan bahwa mereka mendukung selama Australia bisa menyediakan proposalnya.Menurut saya ini hanya lip service, karena ASEAN sudah punya agenda sendiri. Wacana komunitas Asia Pasifik bisa menjadi kenyataan kalau diplomasi Australia menjadi sangat agresif dan bisa melobi semua diplomat ASEAN yang sudah menyiapkan EAC.
Tapi tentu saja ini hanya prediksi, siapa yang tahu kalau ternyata arah integrasi kita berubah menjadi Asia-Pasifik ketimbang EAC? Dan akhir kata untuk teman-teman yang sedang mengerjakan Skripsi, selamat berjuang, moga-moga anda beruntung dan diuji oleh dosen yang sesuai substansi skripsi anda. ![]()
Popularity: 28% [?]
Tags: ASEAN, Australia, Misc, UNPARRelated posts
Subscribe to this blog's RSS feed















