Bulan Puasa, Bulan (In)Toleransi?

By Calvin Michel Sidjaja | Sep 13, 2008
   Show Original   

Saya kira Indonesia adalah negara yang tingkat toleransinya tinggi, tapi mungkin kita bisa bertanya lagi kalau konteksnya “Minoritas mengtoleransi mayoritas”

Salah satu bentuk toleransi yang “lebih baik” diikuti para pengusaha bisnis adalah penutupan usaha bisnis seperti klab hiburan malam dan restoran. Berita mengenai “razia warung makan” sudah menjadi fenomena selama bulan puasa. Para non muslim dan pengusaha bisnis HARUS bertoleransi karena ini bulan puasa, jadi dengan dasar alasan tersebut, beberapa kelompok merazia tempat makan karena mereka menganggap para pengusaha adalah setan penggoda dan mereka membela kebenaran?

Lihat berita berikut ini atau video ini tentang razia rumah makan. Saya sebetulnya kecewa atas kejadian-kejadian ini, tapi ini membuktikan bahwa mayoritas orang Indonesia memang tergila-gila atas agama, sehingga mereka tidak bisa melihat nilai ekonomi suatu hal.

Seorang famili saya yang non-muslim pernah beberapa kali mengkomplain betapa egoisnya perilaku muslim di Indonesia. Bagi yang rumahnya dekat mesjid harus menerima konsekuensi untuk mendengar suara adhzan magrib melalu pengeras suara. Berhubung dia tinggal di mayoritas orang muslim, dia akhirnya terbiasa walau berharap juga suatu saat ada kebijakan agar adhzan magrib tidak memakai pengeras suara keluar, melainkan ke dalam. Tapi dia juga mengungkapkan kekecewaannya karena pada bulan puasa seperti ini ada orang-orang Islam yang katanya “menahan napsu” tapi melakukan razia pada warung-warung makan karena dianggap menganggu.

Tapi tindakan-tindakan ini bisa ditarik benang merahnya dari kultur Indonesia yang mengutamakan “kekitaan” dan “harmoni antar sesama”. Orang lain yang berbeda pendapat umumnya dianggap pengkhianat. Andaikan 100 orang di pemerintahan melakukan korupsi, dan ada 1 orang tidak melakukan korupsi atau menentang korupsi, kemungkinan besar satu orang ini akan mengalami mandek pada karirnya.

Tapi sekali lagi, menurut saya ini selalu lazim terjadi dimana ada mayoritas dan minoritas. Orang Islam di eropa juga mendapat diskriminasi karena mayoritas negara Eropa adalah Katolik. Orang Islam di Eropa sama saja seperti non-muslim Indonesia.

Bagaimana pendapat teman-teman mengenai ini? Apakah anda setuju pada razia warung makan selama bulan puasa? Saya secara objektif mengatakan tidak setuju, karena non-muslim pun punya hak untuk hidup dan mencari nafkah selama bulan puasa. Tapi jika kita diancam dengan razia dan kekerasan, siapa yang berani?

Popularity: 12% [?]

Tags: ,

Related posts

21 Comments so far
  1. okochan September 14, 2008 5:47 pm

    Saya sependapat sama mas Calvin, memang harus ada dispensasi. Karena memang tidak semua orang yang ada di Indonesia itu muslim, dan tidak semua yang muslim itu berpuasa, misalnya yang sedang ada halangan seperti (cewek2).

    Harusnya dengan adanya warung2 yang buka itu dianggap sebagai salah satu ujian, apakah dia bisa melewatinya atau tidak. Sya sendiri bukan muslim dan saya tahu diri untuk tidak mengumbar makanan dan minuman di depan teman2 saya yang sedang berpuasa.

  2. iwan September 14, 2008 5:55 pm

    swip dhe.. benar bgt kata bu PPKN bilang thu.. kita harus saling toleransi antar umat beragama… makanya kurikulum kita harus ada PPKN he he he he….

  3. Calvin Michel Sidjaja September 14, 2008 6:07 pm

    @okochan
    terima kasih pendapatnya, saya setuju, kita sebagai non-muslim juga tahu diri untuk tidak menjadi setan untuk menggoda orang puasa untuk makan. Hate the crime, not the criminal, tapi sayang, kebanyakan tidak setuju.

    @iwan
    PPKN mungkin dibuat untuk mengakomodasi kepentingan kelompok tertentu. halah. hahahah.

  4. islam defender September 14, 2008 11:18 pm

    anda pikir tulisan anda bisa menambah orang lain benci terhadap islam?
    anda salah, tulisan anda membuat saya sadar bahwa memang orang2 kafir kayak loe ini gak ada abisnya mencaci islam. tapi tentu saja ini cuma sampah yg tdk akan memadamkan cahaya islam…

    apakah sebaiknya yang mayor mengikuti yg minor?
    apakah di bali, manado, kupang, papua klub maksiat ataw warung makan di tutup/di razia?

    tentu saja tidak karena mayoritas disana kafir!
    mereka tidak peduli tetangganya sedang berlapar dan haur dan berusaha sebaik munglun ibadah.

    anda jangan belaga naif deh.
    loe anak unpar y?
    anak katolik yg benci islam.

    allahuakbar!

  5. islam defender September 14, 2008 11:21 pm

    republik babi?
    nama itu hanya cocok untuk negara yang isinya pemakan dan keturunan babi saja.
    kayak kalian!

  6. hapsari sekar adi September 14, 2008 11:48 pm

    Haha, gila ya Vin, gw kira cuma di blognya Tephy aja bisa ditemukan seseorang yang pikirannya dangkal. Ternyata di blog lo juga ada, hahaha.

    Sumpah norak abis.

    Ps. tolong ya mas/mbak/pak/bu, baca tulisan Calvin baik-baik. Bukan pakai emosi, tapi pakai otak dan kepala dingin.

    Dan kalau berani, pasang nama anda sendiri-link anda sendiri.

    Jangan mengatasnamakan Islam deh. Because, it’s obvious, you don’t know sh!t about Islam.

    Lagipula saya orang Islam dan saya merasa anda sama sekali tidak membela Islam-atau pendapat saya. Justru bikin malu.

    Grow up!

  7. iVan Wangsa C.L. September 14, 2008 11:57 pm

    islam defender = bullshit. Just a coward.

    OK, kembali ke topk dan tidak mengurusi orang gila lagi.

    Gua sih jujur aja, ga setuju lah rumah makan ditutup. Mau makan apa gua? Di kos-an gua, cari makan rada susah. Tambah lagi pada tutup (tutup sendiri sih, ga ada razia atau apapun)

    Untungnya yang tutup cuma dikit. Maklum, banyak kampus ama sekolah (termasuk sekolah gua tentunya :)) )

  8. CATHERINE MANAME September 15, 2008 1:48 am

    Hihihihi..ada org gila jg yg msk ke blog lu ko!Ditny ttg warung mkn jwbnya malah kafir2 sgala.Bingung deh msh ada spicik ini pikiran org!!

    Rmh mkn ditutup??Jlas ga stuju..Gw mo cari mkn di mana?Yg buka aja biasanya nyediain makanannya lbh dikit, jd cpet bgt deh abis makanannya..
    Jlas aja ini mslh bsr!Contohnya: kantin Atma Jaya Pluit koq akhir2 ini cpt bgt y abis makanannya??Pdhl sbagian bsr pddknya..(y tau sendirilah!).Jd gw mkn di mana??

    Gw pikir OON bgt yg nutup rmh mkn itu..Ternyata msh byk org yg pikirannya terlalu picik..
    Coba klo smua org Indonesia punya pikiran agak luas DIKIT aj (ga usah byk2 deh!!) Kembali pd pengertian toleransi, toleransi:sikap menghargai org lain (udah dicari di kamus bhs.Ind neeh!!).Jd klo toleransi agama artinya sikap menghargai agama org lain.
    Gw rasa makna toleransi agama di bln puasa ini sdh dpt disimpulkan dg 1 kalimat: “Lu puasa, gw yg ga puasa ga akan mengganggu puasa lu (dg nawarin mkn, minum)tp lu jg hrs hargain gw yg ga puasa!(jgn melarang kbebasan utk buka usaha rmh mkn wkt puasa!!)”sbnrnya simpel aj pngertian dr toleransi agama itu dlm bln puasa ini.
    Lagian klo diliat emang pernah ada rmh mkn yg nawar2in mkn ke org yg puasa??Rugi tau nawar2in gratisan!!Jd sbnrny ga ada hubunganny rmh mkn yg terbuka dg toleransi agama thd yg puasa.
    Mohon disadari hal ini hai bpk2,ibu2,tmn2 sbangsa & stanah air yg msh berpikiran picik..Indonesia ga akan maju klo msh memelihara org2 yg spicik kalian ini!!
    Tp bgmnpun gw jg tetep ngucapin “slamat menunaikan ibadah puasa!” (ini br cth toleransi agama yg baik..)

  9. velvet September 15, 2008 1:50 am

    Berkoar tentang beratnya sebuah ujian, tetapi menolak untuk menjalani ujian tersebut?

    Klo semua ditutup dimana “ujian”nya?

    [/sarcasm]

  10. Calvin Michel Sidjaja September 15, 2008 2:17 am

    @islam defender
    untungnya anda tidak terlalu pengecut dengan mencamtumkan email anda di comment box.

    dengan menggoogle “ijan_dor@yahoo.co.id” saya bisa langsung tahu identitas anda. entah ini asli atau palsu.

    terima saja konsekuensinya karena sudah menjawab sesuatu yang kurang bertanggung jawab di blog ini, anda tidak mau berdebat dengan kepala dingin dan objektif seperti teman-teman lain kan? :)

    kalau saya mau menjelek-jelekkan islam, saya akan menulis sesuatu yang provokatif, lalu menglock postnya agar pembaca tidak bisa berdiskusi. Tapi tidak, saya sengaja membuka pertanyaan agar bisa melihat sudut pandang teman-teman dari muslim juga. Dan ah, anda sengaja menjawab agar image yang terbangun di anda mirip kelompok radikal tertentu?

    saya tidak percaya anda bahkan mengerti inti ajaran islam. saya punya banyak teman-teman muslim dan tidak ada satupun yang pikirannya sesempit anda.

    dan untuk informasi, saya katolik ktp. pada dasarnya saya agnostik. saya tidak peduli dengan agama saya. anda puas?

    komen anda mengingatkan saya pada masus blogger indonesia yang membuat “I hate indons” di situs blogspot. mengatasnamakan malaysia padahal orang Indonesia. tujuannya?

    @ivan
    yaaah gw bahkan ga percaya ini orang islam, dia kaya preman-preman yang memprovokasi kerusuhan 98 tuh

    @sari
    plus ngomongnya pake allahuakbar pula *geleng-geleng pala*, kayanya dia mau mengprovokasi sesuatu deh.

    @catherine
    pernah ada istilah maling teriak maling, yang ini kafir teriak kafir kali yaa. hahaha.

    @velvet
    bisa juga dia bukan islam bung! di internet, kita tidak pernah tahu identitas orang, apalagi orang2 provokator gini.

  11. Edna Tarigan September 22, 2008 10:27 am

    hmmm, i think this ur next spectacular article, vin.
    gue cukup lama membaca ulang tulisan lo di postingan ini. berharap menemukan sesuatu yang salah yang memancing emosi org. trnyt nihil! hanya orang2 normal lah yang bisa membaca nya tanpa marah2 atau, menghina orang lain. ok, let me go straight to the point!

    @islam defender:
    APAKAH ANDA TUHAN, SEHINGGA ANDA LAYAK MENYATAKAN ORANG LAIN ITU SEBAGAI KAFIR?
    Logika 1: kata kafir dikutip dari Al Quran, dengan segala macam penafsirannya. Point saya adalah, Al Quran yang katanya berasal langsung dr Allah untuk Nabi Muhammad. Jelas bahwa hanya Tuhan-lah yang dapat mengategorikan siapa yang kafir/tidak. Atas dasar apa manusia bisa menyatakan sesamanya kafir? Memangnya ada jaminan kalau pernyataan itu 100 % sama dgn apa yang dimaksud Allah atau bahkan Nabi Muhammad?
    Tolong jangan bawa2 Unpar. APAKAH ANDA CUKUP BANGGA DENGAN MENCOBA SUKSES DENGAN MENCARI KUNCI JAWABAN USM STAN????!!! *Malu donk sama kata2 anda sblmnya yang sok karismatik*
    saya hanya tertawa ketika membaca hasil googling anda.

    Apakah layak razia/penutupan warung makanan di lakukan sewaktu bulan Ramadhan?
    Logika 2: menutup tmpt makan sama saja dgn mengambil jatah hidup orang lain. apakah hal spt itu layak dijadikan perbuatan yang diatasnamakan agama?

    Kalo mau bawa2 toleransi, ya coba aja pikir2 lagi yaa. Gmn yang tidak berpuasa mendengar suara2 petasan di malam hari. Atau saat subuh2 di tengah tidur harus mendengar suara bedug dan teriakan2 yang pastinya mengganggu tidur.

  12. maand September 25, 2008 3:59 am

    huhu,
    susah emg Calv kl ngmongin ttg Islam di negara yang mayoritas Islam ini..
    jadi kaya ngomong sama amak SD yang berwujud bapak2 atau ibu2..
    saya sendiri bingung..
    @ Edna,
    yaya,
    sepertinya Indonesia masih membutuhkan banyak sekali orang2 berpikiran terbuka seperti anda Cx

  13. Yuliana September 29, 2008 2:22 pm

    aduh, aing lieur…@__@
    mau komen aja kok rudet sih rumusan tagsnya. mudah2an ini komen nyampe ya vin, males g urusin masalah teknis…berhubung masi pagi, otak g masi sleepy sloopy.

    iya, vin, g setuju banget, ama apa kata lo.
    setidaknya, itu pandangan g sampe dua tahun lalu, waktu masi tinggal di indo.

    satu hal yg mo g sampein, soal apa kata lo: org islam minoritas di eropa = minoritas di indo. what the hell? bikin ngakak aja lo…;)

    gini, di jerman ada 85 juta penduduk. dan dari semuanya, 1.713.551 orang turki (2007).
    1.lepas dari seorang turki cuma mau merit sama turki lainnya (ambil dr negara mereka–impor bareng sama kakak-dede, mama papa, opa oma, tetangga kalo perlu),
    2.lepas dari seorang keluarga turki bisa punya 9 anak (9 x 1.713.551!),
    3.dan lepas dari fakta kalau MEREKA ITU BANGSA PEMALAS yg ga bisa ngomong jerman krn selalu ngumpul bareng sesama turki dan yg cuma bisa makan Arbeitslosengeld II(duit buat pengangguran, 346€/bulan!) dan Wohnungsgeld (€440/bulan!!)

    …mereka suka banget berkoar2 soal KEISLAMAN mereka.
    *kaya dikit, langsung bangun mesjid. marah2 pula krn ga diizinin ngambil alih satu gereja demi ngebangun menara adzan tertinggi di Köln. wajar kali, sbg imigran seharusnya mereka toleran sama hostnya yg kebanyakan kristen. kalo mo bangun mesjid, kenapa ga pulang aja lo sana ke negeri lo.

    (walau dgn berat hati g menyalahkan ketololan pemerintah jerman juga, kok bisa izinin mereka masuk)

    *diskusi soal anti islamisme (namanya jg jerman, negara demokrasi, org boleh ngomong apapun ga kaya di indo), eeh…besoknya satu linie Straßenbahn meledak kena bom…sbg WNI, kenapa ya yg begini terasa familiar sekaliiii…”jihaaad!” a bunch of coward “%§%@

    padahal ya vin, tingkah mereka sbg muslim bikin g enek n ngakak.
    1. mereka hobi minum bir, dgn alasan bir bukan alkohol (bwahahah)
    atau, spesialisasi mereka: ‘raki’ alias arak turki tiap pagi…
    2. jarang shalat (di indo jg banyak, tp disini lebih ekstrim lg)
    3. suka ngehina bangsa lain
    contoh: kalo liat org asia, suka meludah: “Cih, blöde asien!”
    –kaya turki bukan asia aja. EU aja nolak nyambut mereka…
    mana nilai2 toleransi muslim yg katanya cinta damai?
    4. banyak ce turki punya anak diluar nikah (integrasi dgn kultur
    jerman kah? tumbennnnn…LOL)
    5. ga ikut puasa, atau kalopun iya, masi minum jg O__o
    dll dll. selanjutnya lo boleh baca blog g

    http://yuripreuss.blog.friendster.com/2008/02/

    beda ama kita yg ‘udah minoritas, ditekan pula’ di indo, krn sistem demokrasi mereka, para kraut ga bisa nekan para ‘kanacken’ (makian mereka bt bangsa turki, parental control: jangan dipake ya :)) atas apapun kelakuan mereka demi mengatasnamakan ISLAM.

    sayang ya…

  14. aar September 30, 2008 8:31 am

    Menurut saya, apa yang disampaikan oleh penulis memang benar adanya. Kenyataannya memang demikian.
    Dalam Islam, orang berpuasa karena niatnya demi Allah-nya, bukan demi dihormati atau ditoleransi siapapun. Sesungguhnya justru orang-orang yang beriman yang mampu berpuasa tanpa menuntut ini dan itu. Jika tidak sesungguhnya yang didapatkan oleh mereka hanya lapar dan haus.

    Islam Defender tidak perlu merasa bahwa tulisan tersebut sedang menyerang Islam atau sedang mengajak orang memusuhi Islam, karena jika tulisan tersebut tidak benar tentunya orang tidak akan mungkin setuju dengan tulisan tersebut, sedangkan jika hal tersebut memang benar, tanpa tulisan tersebut, semua orang juga sudah tahu. Banyak kalangan muslim sendiri menyayangkan perilaku kelompok-kelompok tersebut bukan?

    Berpuasa adalah menahan nafsu, mengalahkan ego, bukan malah membesarkan ego menuntut dihormati, dihargai, ditoleransi. Hal seperti ini tentunya bukan hal yang perlu disampaikan lagi. Sekali-kali kenapa tidak mencoba menempatkan kaki kita dalam sepatu orang lain? Jika anda dilahirkan sebagai non-muslim dan anda diperlakukan seperti itu, bagaimana pendapat anda?

    Lagipula, jika orang Islam di negeri yang mayoritas muslim ini membenarkan minoritas ditindas oleh mayoritas, maka secara tidak langsung mereka merestui penindasan minoritas muslim di negara-negara yang mayoritas non-muslim.

    “Kekerasan dalam bentuk apapun tidak bisa dibenarkan, karena kekerasan tidak pernah bisa mewakili kebenaran.”

    AAR
    http://www.adikaranggala.com

  15. dita September 30, 2008 2:23 pm

    Saya betul2 prihatin melihat razia tempat makan, yang kayanya baru ada tahun2 terakhir ini, ya? Kaya’nya waktu saya SMP/SMA belum ada, atau belum terendus TV aja?

    Puasa sendiri diwajibkan atas orang-orang beriman, biarlah menjadi pembeda antara orang yang beriman dengan yang tidak. Kalau yang nggak beriman ‘wajib’ puasa juga, sama dong dengan yang beriman. Selain itu yang muslim pun nggak semua wajib berpuasa, ada orang sakit, orang tua, ibu menyusui, perempuan haid, dll. Malah kalau warung makan diperbolehkan buka tanpa ditutup tabir, kan orang2 munafik (ngaku puasa padahal diam2 makan) juga sulit cari tempat makan yang bisa untuk dia sembunyi.

    Lagipula… kayaknya nggak begitu ngaruh ya kalau ada orang makan di siang hari di bulan puasa? Saya 5 tahun di negeri yang tidak mayoritas muslim, jadi tentunya siang2 orang lebih banyak yang makan daripada yang tidak. Tapi saya nggak jadi lebih ingin makan juga.

  16. Calvin Michel Sidjaja September 30, 2008 11:02 pm

    @yuli
    thanks postingannya yuli, komentar gw itu adalah data yang gw dapatkan dari berita2 secara umum, berhubung loe di jerman, loe bisa memberikan gambaran lebih baik.

    tapi turki yang loe sebutin itu, gw ga tahu deh, itu mirip kaya kasus indonesia-malaysia, justru orang2 yang unskilled yang terekspor keluar dan membuat image buruk bagi negara asal pengekspor manusia tersebut. orang malay dapat image indonesia negara bego karena tki2 yang kerja disana kebanyakan imigran ilegal dan ga punya skill kan walau kita punya berjuta2 orang pintar?

    demikian halnya dengan turki, koreksi bila gw salah, tapi bukannya turki itu mayoritasnya sekuler? gw yakin mereka juga ga suka ama ulah imigran asing yang bikin nama turki jadi jelek karena mereka behave buruk dengan atribut keagamaan, padahal turki sendiri sekuler.

    anyway, thanks infonya.

    @aar
    terima kasih atas komentarnya, tapi tenang saja, islam defender ini hanya orang sok tahu, mari kita anggap saja dia sebagai angin lalu, karena dia hanya meninggalkan satu komentar tanpa peduli berdebat lebih panjang lagi. dengan kata lain, dia tidak tahu dan punya rasa tanggung jawab pada apa yang dia katakan.

    @dita
    terima kasih komentarnya, anda sendiri tinggal di negara apa kalau boleh bertanya?

  17. Brahm October 6, 2008 2:59 pm

    Puasa mah puasa aja. Makan mah makan aja. Nggak bakal ngaruh, khususnya buat muslim2 yg kuat (kyk aku :P)

    Eh, Vin, mau tanya nih. Yg kamu maksud menggoogle email tuh apa? Gimana caranya? Emang informasi apa aja yg bisa diperoleh dari situ?

    Persoalan kedua, emailmu kan gratisan ya. Dlm kasus kita pakai akun free web-based mail gitu, cara cari IP address dari seorang pengirim email tuh gimana sih? Bisa bantu nggak? Soalnya aku ada kasus kurang mengenakkan jg nih.

  18. Calvin Michel Sidjaja October 6, 2008 3:26 pm

    @brahm
    menggoogle email, masukin emailnya ke google (pake tanda kutip) dan voila, kalau si pemilik email meninggalkan jejak emailnya di internet (misalnya di fs, facebook, etc) kita bisa melihat identitasnya dalam sekejap. ini namanya google stalking (lawannya: google narcisist)

    kalau pengguna email gratisan susah buat trace ip adress-nya, paling banter sih dia harus dipancing untuk komen di blog atau apa, terus kita lihat ip-nya, soalnya kalau kita trace pakai whois juga tetep aja yang teridentifikasi adalah pemilik domain

    kalau hoki, mungkin mengstalking si pemilik email via google bisa memperlihatkan identitas si pemilik email. oh ya, jangan abuse metode ini ya, gunakan pada orang yang dibenci saja :D

  19. michaeljubel October 13, 2008 11:07 pm

    ya ampun.. gua baru baca komentar2 di sini..

    @islam defender:
    malu gak sih nulis nama lo? lo yakin lo bener2 lagi nge-defend islam? awas lo ntar malah orang islamnya sendiri yang mencak2 ama lo. hehehe..

    get a life.. lalalalalala..

    btw gini deh.. islam itu agama mayoritas kan.. anggap deh 85%.. nah, kalo dipikir2 pake otak, secara statistik kita bisa bilang 85% orang beragama islam itu relatif tersebar di kota-kota besar bukan? katakanlah jakarta.. nah tempat makan yang pada ditutupin itu emang yang kerja tuh agamanya apa? apa mereka gak butuh duit buat mudik? apa mereka gak butuh duit buat beli2in orangtuanya ini itu? apa mereka gak butuh duit buat berlebaran? lalu tuh orang mo digimanain nasibnya?? jangan gara2 lo gak kuat puasa makanya lo maksa orang2 buat ngehilangin semua penghalang buat lo dongg.. ngeliat orang makan aja ngambek.. katanya puasa..

    and please, don’t act like you’re the only one that kenal sama yang namanya “puasa”..

    nih ada artikel menarik:
    http://finally-woken.com/?p=571

    ditulis orang seorang Muslim. silakan lo bersuara di sana. :D

  20. D.K November 25, 2008 11:59 am

    saya muslim, tapi saya gak suka dengan cara saudara2 saya yang berpikiran picik. toleransi beragama sudah punah. prinsip2 dalam agama sudah tak lagi dipelajari karena yang dijalankan adalah ritualitas budaya yang sudah tidak relevan lagi untuk jaman sekarang.

    meskipun dengan prinsip yang saya anut saat ini seringkali dicaci oleh saudara saya sendiri sesama muslim yang menganggap saya sudah tidak islam lagi. (islam yang mana??)

    baca kitab sucimu, dan bacalah alam semesta, jadilah saksi kuasa Tuhanmu.

  21. Asop November 25, 2008 2:59 pm

    Hoooo… saya yg muslim pun sebenernya ga setuju kalo ada razia2 kayak gitu, ngapain razia rumah makan kalo tempat mesum masih ada? Menurut saya sih mending yg ditutup itu lokalisasi, monggo aja pake kekerasan kalo perlu (kan biasanya dijaga ama preman tuh… ). Tapi kalo kekerasan HANYA untuk menutup warung dan rumah makan, saya pikir itu sia-sia..

    Tapi perlu diingat TIDAK semua umat muslim bringas seperti itu. Itu hanya segelintir saja kalo dibandingkan dengan jumlah seluruh umat muslim di Indonesia. Yang melakukan itu hanya beberapa organisasi yang saya kira “tersesat” dan “sok suci”. Tahu lah contohnya, ga usah saya sebut, yang kasus kekerasan di monas itu, tahu kan? Jujur, saya ga suka dengan organisasi seperti itu, sama sekali tidak mencerminkan Islam yang seharusnya, malah mencemarkan nama Islam dengan mencampuradukkan ajaran Islam dengan kekerasan.

    Jadi, saya hanya berharap yang non-muslim jangan berpikiran negatif tentang Islam dan kaum muslim. Coba pelajarilah dan kenali lebih baik lagi, lebih dekat lagi, dan Anda akan temukan yang sebenarnya. ^^

Leave a Comment

If you would like to make a comment, please fill out the form below.

© 2007 RepublikBabi, - Daily Blog Tips Themes