Pada 4 April 2008, saya berkesempatan untuk ke Paris van Java dan membeli buku yang sudah lama saya incar: Dan Hujan Pun Berhenti.
Novel ini ditulis oleh Farida Susanty yang namanya mungkin tidak asing lagi bagi kita, karena pada tahun 2008, Farida mendapatkan penghargaan “Penulis Muda Berbakat” dari Khatulistiwa Literary Awards 2007. Terus terang sudah lama saya ingin membeli buku ini tapi berhubung agak susah dicari (stock di Gramedia Taman Anggrek habis mulu). Nah berhubung saya baru saja menyelesaikan novel ini setelah 5 jam membaca non-stop, saya rasa tidak ada salahnya untuk langsung menulis kesan saya pada novel ini.
Pada awal cerita, kita diperkenalkan pada sosok Leostrada Miyazao yang biasa dipanggil Leo. Seorang anak keturunan Indonesia-Jepang-Perancis, gantengnya bukan main. Tinggi 181 cm, atletis, populer, dll. Tapi sebenarnya memilki kepribadian yang super labil. Semenjak kematian Iris, satu-satunya teman yang ia percayai, Leo melihat dunia adalah sebuah tempat yang penuh dengan pengkhianatan. Dia sendiri hanya memiliki teman bernama Adi, Kevin, David, dan Luthfi. Mereka berlima membuat geng benama “Bunch of Bastards”.
Keluarga Leo sendiri adalah orang Jepang, seorang ekspatriat, dan mungkin keiretsu (系列/konglomerat). Dia berasal dari keluarga kaya, namun amat problematic. Ayah dan ibunya selingkuh dan Leo sendiri suka dipukuli oleh ayahnya, sehingga ada suatu titik dia merasa tidak tahan lagi, dan kabur dari rumah, tinggal di apartmen yang dibiayai oleh Cashey, kakaknya. Hidup Leo yang suram perlahan menemukan harapan saat dia berkenalan dengan Spizaetus Caerina, yang dipanggil Spiza. Mereka berdua memiliki satu kesamaan: sama-sama ingin mati.
Hidup Leo mulai berubah saat dia mulai akrab dengan Spiza. Leo melihat sosok Iris yang ia sayangi dalam diri Spiza. Namun ternyata, pada pertengahan cerita, kita akhirnya menemukan lagi benang masa lalu yang menghubungkan Leo-Iris-Spiza. Suatu benang yang akhirnya membuat Leo dan Spiza mungkin sebenarnya belum bisa bersama, setidaknya sampai mereka berdua meninggalkan masa lampau yang menyedihkan itu.
Dari sinopsis tersebut, bagaimana kesan pertama anda? Gelap sekali? Suram? Faktor inilah yang menjadikan novel Farida terasa berbeda dari novel-novel lainnya. Kita bisa melihat betapa kompleksnya hati seorang Leo, dipandang sebagai anak ter-cool di sekolahnya, tapi diwaktu yang sama, kepalsuan itu harus ia bayar dengan tidak bisa mempercayai siapapun, bahkan ibunya.
Saya juga sempat menganalisis pola-pola karakter yang paling dominan di novel ini secara cepat, yakni Leo, Iris, dan Spiza. Leo dan Spiza memiliki role tragic hero, karakter utama yang biasanya memang digambarkan memiliki masa lampau tragis. Iris secara tidak langsung merupakan “Damsel in Distress“, sosok perempuan yang biasanya digambarkan lemah, innocent, dan dicintai oleh pemeran utama pria.
Ketiga peran ini tergambarkan dengan sangat baik dari awal sampai akhir oleh Farida. Leo yang membenci dunia, Iris yang sebenarnya ingin Leo bahagia, dan Spiza yang merasa bersalah pada Iris dan Leo.
Banyak pelajaran yang bisa kita refleksikan dari novel Farida, yaitu tentang mempercayai orang. Kenapa? Karena manusia selalu tidak menyadari betapa berharganya sesuatu sampai mereka kehilangan hal tersebut selamanya. Itulah pesan berharga yang bisa kita ambil. Leo butuh kehilangan dua orang yang paling berharga dalam hidupnya sebelum ia menyadari bahwa semuanya bisa diperbaiki. Tapi butuh keberanian untuk untuk maju dan mengakui bahwa kita ingin berubah.
Akhir kata, saya sangat merekomendasikan novel ini bagi anda-anda yang butuh bacaan segar. Farida, selamat berjuang dengan progress penyelesaian novel kedua-mu, mari kita sebagai penulis-penulis muda memperkaya tema persastra-an Indonesia yang sudah dijejali dengan gelombang mainstream bernama klise dan shitnetron!
Trivia:
- Judul serupa novel ini, “and the Rain Left Off” merupakan salah satu chapter dari manga Bleach, lebih tepatnya, chapter 182, dimana karakter utamanya, Ichigo Kurosaki, berpisah dengan Kuchiki Rukia.
- Ada yang merasa nama Spizaetus Caerina mirip kaya nama latin dari suatu spesies? Yup, Spizaetus adalah nama sejenis burung elang.
- Terdapat dua nama yang dicetak berbeda: pada halaman pertama novel ini, nama yang tercetak adalah “Farida Susanti” sedangkan di kover tercetak “Farida Susanty“
- Kalau judul ini diterjemahkan ke bahasa Jepang, mungkin judulnya 雨が止まる (Ame ga Tomaru) ya?
- Novel ini harganya 41 ribu, tapi kenapa ga pakai kertas HVS sih? Grasindo, kejamnya kalian. Bau kertas burem tuh ga enak banget!

Popularity: 14% [?]
Tags: Book







Using
Makasiiih banget ya!
Thanks 4 your review…
Buat trivia2nya juga… hehehe… thanks thanks!