Postingan ini sebenarnya adalah lanjutan dari postingan saya mengenai Intrex dan Pemilu di Unpar, soalnya substansinya agak penting.
Seperti yang saya katakan di postingan sebelumnya, ada satu Stand dari ASEAN Secretariat, dan mereka membagikan souvenir gratis, seperti kartu pos, dan buku kisah rakyat negara anggota ASEAN dan China yang memiliki ilustrasi bergambar dan tampaknya ditujukan untuk anak-anak.
Sebenarnya sih saya tidak terlalu tertarik mengambil buku ini, soalnya ilustrasinya cupu abis (baca = ngga menarik). Entah ASEAN secretariat ngirit dana atau apa, tapi ilustrasinya, menurut saya, kurang menarik deh.
Tapi ada satu halaman yang membuat teman-teman saya jadi heboh, soalnya di bagian cerita rakyat Malaysia, ada cerita Bawang Merah Bawang Putih. Selama ini yang saya tahu, cerita BMBP ini kan cerita rakyat dari Indonesia, tapi ternyata ini memang milik Malaysia-kah?
Kalau memang begitu, kok Malaysia tidak marah ya pas tahun 2006 kemarin ada pemutaran shitnetron Bawang Merah Bawang Putih di Indonesia?
Mungkin selama ini orang-orang Indonesia terlalu sombong untuk mengakui bahwa terlalu banyak kultur Indonesia yang memang berasal dari Malaysia?
Anyway, hal ini agak mengagetkan saya, tapi mudah-mudahan bisa mengingatkan orang Indonesia bahwa pada dasarnya Malaysia dan Indonesia memang serumpun. Mudah-mudahan saja hal ini tidak menimbulkan kehebohan seperti perang gara-gara Rasa Sayange.
Popularity: 29% [?]
Tags: ASEAN, Indonesia, Malaysia



















Using
dalam masalah Bawang Merah Bawang Putih ini sebenarnya gue mau tau peran ASEAN itu gimana? Soalnya kan kita tadi sama2 liat kalo cerita rakyat itu ada di buku terbitannya ASEAN. Kalo memang di ASEAN ada kerjasama bidang kebudayaan, knp si ASEAN bisa luput soal gini? *dan bisa-bisa malah menimbulkan permasalahan baru buat Indonesia dan Malaysia!*
Using
gw lebih heran lagi na, kok sebelum cerita ini diterbitin, Indonesia malah meng-iyakan agar BMBP ini dijadikan milik malaysia. Logikanya, kalau buku ini terbit, otomatis Indonesia pasti juga tahu donk. Gimanani diplomat Indonesia di sekretariat Asean? Atau emang pada dasarnya, ada beberapa cerita rakyat dan budaya yang memang sama…?