Book

Ayat-Ayat Cinta, Kok Filmnya Dalam Bahasa Indonesia?

Ayat Ayat Cinta
Tampaknya blogosphere di Indonesia sedang heboh dengan peluncuran film Ayat-Ayat Cinta. Kemarin saja di dashboard wordpress.com yang memantau blogosphere wordpress berkonten Indonesia, ada 4 postingan bertitel Ayat-Ayat Cinta. Kenapa heboh? Soalnya filmnya sudah keluar di Internet. Kebobolan atau disengaja nih? Secara nama file-nya .vob (format DVD). Anda menggoogle dengan string ”Download film Ayat-ayat cinta” saja akan menghasilkan link-link yang anda butuhkan.

Berbubung saya lebih memilih nonton di bioskop, saya rasa saya akan mengdownload film ini nanti saja. Toh kalau bagus siapa tahu DVDnya keluar jadi saya tidak usah buang-buang bandwidth.

Saya sudah membaca novel ini pas Januari yang lalu, dan saya sangat menikmati tiap detik membacanya, walau pemeran utamanya klise abis, ada cowok seperfek gitu ya hari ini? Dan menurut saya ini cerita harem yang disamarkan dengan brilian melalui tema religius (coba bandingkan dengan Love Hina, sama-sama cerita harem, tapi ini anime).

Trailer film ini entah kenapa sinetron abis. Kata-kata paling terdengar adalah “KAMU MEMPERKOSA (spoiler)!” (diikuti bunyi gamparan dan adegan kekerasan). Tapi musiknya oke juga, berirama agak-agak timur tengah gitu. Satu hal yang paling mengganjal adalah, kok film ini dibuat dengan bahasa Indonesia ya? (Trailer menunjukkan adegan Fahri diinterogasi oleh polisi Mesir dengan bahasa Indonesia. Hah?). Kan konteks cerita ini di Mesir? Saya harap kalau seandainya film ini diekspor untuk festival film internasional semua percakapan yang harusnya bahasa arab benar-benar diucapkan dalam bahasa Arab, bukannya bahasa Indonesia.

Saya mengerti mungkin produsernya mau menghemat biaya dan waktu karena toh audiens film ini adalah orang Indonesia, tapi menurut saya, untuk alasan artistik, semoga mereka tidak melupakan bahwa ini harusnya film berbahasa asing.

Terlepas dari itu semua, saya harap fimnya menarik. Belum pernah sepanjang sejarah hidup saya, ada film lokal yang begitu ingin saya tonton (selain Kala, yang entah kenapa tidak mendapat popularitas yang layak, padahal saya belum sempat nonton. :()

7 Comments

speak up

Add your comment below, or trackback from your own site.

Subscribe to these comments.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*Required Fields