
Kebudayaan Yahudi adalah salah satu kebudayaan yang saya pelajari di waktu luang selain hobi saya untuk menekuni kebudayaan lain seperti budaya Asia (Jepang), Eropa (Yunani), dan Timur Tengah (Jewish, Mesopotamia, Persia, dll). Minat saya pada paleografi membuat saya tertarik mempelajari kebudayaan Jewish.
Kata “Yahudi” sendiri sebenarnya agak susah merepresentasikan kata “Jewish”, karena dari berbagai info yang saya baca di internet, kita mengenal adanya “Jewish” dan “Penganut Judaisme”. Makna kata Jewish bisa berarti penganut Judaisme atau orang Jewish (etnis). Karena secara historis Indonesia tidak mengadakan kontak sejarah dengan Israel secara langsung, maka kedua kata tersebut tidak diserap dalam bahasa Indonesia. Saya cukup bingung untuk memakai kata tersebut, karena makanya terasa kurang akurat.
Alkitab di Indonesia pun terlalu banyak menggunakan kata serapan dari bahasa arab daripada bahasa Hebrew seperti kata “Allah” untuk merepresentasikan “YHVH” (Tuhan-nya Jewish).
Ada banyak ketidakkonsistensian dalam alkitab versi Indonesia, beberapa kata yang diserap dari bahasa Inggris seperti “Luke” menjadi “Lukas” (yang malah menjadi akurat, karena kata dalam bahasa arab juga Lukas), tapi kata seperti “Eve” malah diambil menjadi “Hawa” (yang dalam bahasaHebrew dan arab adalah Hawwa), tapi uniknya, nama Yesus bukan ditulis sebagai “Isa”, tapi “Yesus”, serapan dari “Jesus”. Hmm, saya jadi penasaran bagaimana proses penerjemahan alkitab versi Indonesia. Andaikan mau, Alkitab Indonesia ini mungkin bisa menulis Yesus sebagai Isa.
Yang cukup menarik, kata “Hebrew” diserap melalui bahasa arab, dan biasanya direferensikan sebagai “Bahasa Ibrani” dalam bahasa Indonesia. Kalau dalam bahasa Hebrew sendiri, “Hebrew” disebut sebagai Ivrit. Mungkin lebih tepat bila kata Hebrew diserap sebagai Hibru ya? Tapi sekali lagi, kita tidak ada kontak langsung dengan orang Yahudi secara signifikan, itu sebabnya kata-kata tersebut diserap melalui bahasa arab. Di negara-negara barat, Hebrew mempertahankan bentuknya, coba bandingkan “bahasa Ibrani” dengan “Hébreu” (Perancis), “Hebräisch” (Jerman), atau “ebraϊkόs” (Yunani).
Apa gunanya mempelajari bahasa Hebrew? Tentu saja karena asal mula kitab suci berasal dari Jewish, dan saya jadi ingin membaca seperti apa aslinya. Saya rasa banyak kebenaran dan detail yang hilang karena alihbahasa. Bisa dikatakan ini adalah ambisi pribadi dan idealis: saya tidak percaya pada karya hasil terjemahan.
Karena saya menyukai kebudayaan Jewish, mohon maaf apabila postingan dan pendapat saya agak subjektif. Yang saya agak sesalkan mungkin adalah posisi Indonesia yang tidak mau membuka hubungan diplomatik dengan Israel, walau alasannya bisa diterima, Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.
Ada citra dan wibawa yang mau dijaga pemerintah Indonesia bahwa mereka tidak bisa menerima keberadaan Israel selama Israel sendiri tidak mau mengakui keberadaan Palestina. Sebagai informasi tambahan, diplomat Israel ternyata sudah sering mendekati diplomat Indonesia pada forum internasional seperti PBB, tujuannya tentu saja agar Indonesia mau membuka hubungan diplomatik dengan Israel.
Tapi sayang sekali, wibawa dan hubungan baik dengan negara OKI tampaknya lebih penting, setidaknya itulah yang saya tangkap. Tapi dampaknya untuk diplomasi Indonesia di timur tengah juga tidak maksimal. Bagaimana mungkin kita bisa membantu perdamaian antara Israel-Palestina kalau kita bahkan tidak memiliki hubungan resmi dengan Israel? Logikanya, tanpa ada hubungan diplomatik, bagaimana Indonesia memberikan pengaruh pada Israel? Mungkin pertanyaan itu yang harus dijawab. Saya sih merasa sebal karena tidak bisa menemuan les bahasa Hebrew di Indonesia, padahal saya sangat berminat. :(
Nah, judul postingan ini mungkin terasa menganggu, tapi itu pertanyaan penting. Percaya tidak percaya, ternyata ada juga komunitas Yahudi di Indonesia. Jumlahnya sekarang mungkin tidak lebih dari 20 orang, saya yakin jumlah ini akan berkurang menjadi 0 kedepannya, pemerintah Indonesia toh melakukan diskriminasi dengan hanya mengakui lima agama. Oh ya, bagi anda-anda yang memiliki darah keturunan belanda, tidak tertutup kemungkinan bahwa anda pun mungkin memiliki darah Jewish.
Andaikan kelompok ekstrimis seperti *** mengetahui keberadaan mereka, mungkin mereka akan dibantai ya? Kan mereka benci sekali yang namanya perbedaan pendapat dan pluralisme.
Tapi apakah orang Indonesia pada umumnya anti-semitik? Apakah anda setuju Indonesia suatu hari membuka hubungan diplomatik dengan Israel, terlepas masalah Palestina?
Seorang teman saya pernah mengatakan tanpa adanya Jewish pun kita sudah cukup disibukkan dengan masalah rasisme yang lain, kalau ditambah Jewish? Mungkin situasi malah jadi lebih kacau.
Popularity: 16% [?]
Tags: Israel, LanguageIf you would like to make a comment, please fill out the form below.
Hehehe.. Vin, pernah baca Alkitab tahun 1970an? Alkitab tahun segitu jauh lebih “Arab” dari Alkitab sekarang. di Alkitab itu, nama John diterjemahkan dengan kata Yahya dan sekarang kita udah pakai Yohanes. Kitab Pengkhotbah diterjemahkan dengan nama Al-Chattib. Khatib! hehe…
Imagine that.
Anyway, ada lho pelajaran Bahasa Ibrani, Yunani, bahkan Aramaic. Silakan masuk sekolah tinggi teologia. Hahahahaha…
wah serius? menarik tuh bel, thanks infonya. gw malah jadi pengen ngelihat alkitab tahun 1970-an, proses pengeditannya pasti memiliki cerita yang menarik karena pastinya ada perang kata serapan dari barat atau dari arab.
sekolah tinggi teologia?? haaah malas ah, lebih enak ngeles, tapi mungkin akan gw pertimbangkan kalau lagi ga ada kerjaan. asik juga ngebayangin bisa bahasa ibrani dan aramaic.
(ehh salah,,yang sebelumnya hapus aja vin..thx)
Actually, Abdurrahman Wahid pernah bilang kalo Indonesia seharusnya membuka hubungan diplomatik dengan Israel apabila Indonesia serius ingin membantu resolusi konflik Israel dan Palestina.
Bingung juga vin… sekedar informasi, sikap Indonesia pernah merugikan, terutama dalam bidang olahraga. Gw inget banget, Indonesia waktu itu (karena masih ada Angelique Widjaja dan Wynne Prakusya yg masih oke mainnya) udah tinggal 1 langkah lagi masuk grup dunia Piala Tenis Beregu Putri (semacam Uber) Fed Cup.
Yah, gara2 lawannya Israel, Indonesia mengundurkan diri dan ujung2nya Indonesia di-banned sama Federasi Tenis Internasional selama 1-2 tahun.
Anyway, gw pribadi setuju kalo kita buka hubungan diplomatik ama Israel…tp mungkin agak berat juga sih, terlalu banyak “bias” di Indonesia buat itu terjadi .. but hey, never say never right?!?!
@calvin: ya serius lah. Hehe.. alkitab keluaran LAI tahun 1974 juga masih kaya gitu. udah ejaan baru tapi nama-namanya masih kaya gitu. coba aja dicari di perpustakaan. hehe.. oke vin, gua tunggu ya gelar M.Th di belakang nama lo. Huahahaha..
@mahel: hah, seriusan Indonesia mundur gara-gara mau lawan israel? tindakan terbodoh yang pernah gua dengar. lawan israel so whatt??????? huh. kalah sebelum berperang.
@jubel
ga sebegitunya juga sih bel, gw udah nyari info mengenai kursus bahasa ibrani, masa ga ada alternatif selain kuliah teologi, cape deh, masa gw ngulang S1 dan S1-nya teologi?? ih cape dee… :))
oh iya gua mau nambahin.. di alkitab versi lama itu kita masih pake Sulaiman (sekarang Salomo).. btw gua malah jadi penasaran sekarang.. di situ Abraham diganti jadi Ibrahim gak ya? duh, dulu masih kecil jadi blum ngerti. hahaha..
wah. twisted. hahaha..
betewe nama yesus dan maria ditulis apa tuh? jangan2 Isa dan mariam?
@ michaeljubel dan calvin
iya ya, kalo ga salah kan dulu maria itu referred as “Maryam” .. which is sama gt kayak di Al-Quran..ck ck ck ck.. cuma beda terjemahan aja udah beda ya impactnya
@ michaeljubel
iyah, makanya gw sebel bgt..sekedar info.. tim Indonesia waktu itu lagi kuat2nya..soalnya Angelique Widjaja ama Wynne Prakusya prestasinya lagi bagus2nya… tp yaaa gt d… sayang bgt emang
kalo ga salah dulu waktu sepakbola juga pernah kejadian.. Indonesia tinggal 1 langkah lg kualifikasi ke Piala Dunia..tp karena lawannya Israel, terus mundur (tp gw lupa exactly kejadiannya)..
baru2 ini Iran juga ngelakuin hal yang sama di Olimpiade Beijing… Perenang Iran ngundurin diri karena ada perenang Israel… tp belakangan sih juru bicara tim Iran tuh bilang kalo perenang tersebut ngundurin diri murni karena alasan kesehatan..
to the point
wah, menjalin hub dgn israel sy pribadi sih ok ok aja tp bagaimana dengan Komunitas Muslim Indonesia ??? sebgaian besar pasti menolak, alasan utama : palestine
baca lg deh UUD 1945, baik isi maupun prembule kan disebutkan penjajahan diatas dunia harus dihapuskan,,,,, nah soal Israel dan palestina lo tau sendiri kan.
@loli lala
yaah seperti yang saya pernah ungkapkan sebelumnya, tampaknya bukan hanya politik luar negeri Indonesia yang kurang pregmatis, tapi sebagian penduduknya juga.
Shalom,
I’m Yaakov Baruch from Indonesian Jewish Community, who said we only have 20 Jews in Indonesia? we have hundred in Indonesia.
Regards
Rabbi Yaakov Baruch
http://www.yaakovbaruch.multiply.com
that’s very nice to hear rabbi Yakov, perhaps you could elaborate us about this? The news about jewish in Indonesia is rarely heard, perhaps because the sentiment of anti-semitic held by many conservatives here. I think it’s pity since presence of jewish community could enrich our culture and uniqueness as pluralistic country.
@mahel+ calvin
wao… ga sportif banget ye… indonesia ngambek cuma gara2 lawannya israel… bikin malu ikatan atlit Indonesia aja.. gimana atlit kita mau maju kalo ketemu lawan Isrel aja langsung cabut.. beu…
May G-d bless Israel, Indonesia and other nations. B’ezrat HaShem