Google
 

Ancaman Nuklir Dari Myanmar?

Calvin Michel Sidjaja on May 19th, 2007

Belum tuntas persoalan nuklir Korea Utara dan Iran, mungkin beberapa tahun mendatang kita akan menemukan masuknya aktor baru dalam perpolitikan nuklir, yakni Myanmmar.

Rusia berencana untuk membangun reaktor pengembangan nuklir di� Myamar, yang seperti kita ketahui, sedang berada di bawah kepemimpinan Junta militer. Hal ini mungkin akan menimbulkan masalah dikemudian hari, karena ada potensi Myanmmar mungkin juga akan mengembangkan senjata nuklir dan bisa menambah ketegangan kawasan, khususnya di Asia Tenggara. Rusia memang dikenal sebagai negara yang cukup terbuka dalam menjual teknologi nuklirnya. Rusia menjadi negara yang tidak mengenal diskriminasi dalam penyebaran teknologi nuklir. Jika suatu negara mampu membayar, maka Rusia akan menyediakannya.

Kita harus berterimakasih pada ASEAN karena sudah berhasil mencegah meletusnya perang besar selama 40 tahun berdiri, namun dunia berubah, dan ASEAN pun harus berubah. Apa kita perlu menunggu sampai pembuat keputusan Myanmar membuat negara tersebut menjadi Korea Utara baru di kawasan ASEAN?

Namun tentu saja, kita bisa bersikap skeptis akan hal ini. Myanmmar adalah salah satu negara termiskin di dunia, dan tidak menjadi ancaman yang terlalu berarti karena tingkat perekonomiannya yang terendah di dunia. Semua negara di dunia memiliki hak yang sama untuk mengembangkan teknologi nuklir, namun jika dimiliki oleh pihak-pihak yang dapat mengancam kawasan, mungkin ada perlunya kita menjaga hubungan baik dengan negara tersebut, apalagi jika mereka berpotensi menjadi ancaman.

Popularity: 8% [?]

Tags: , , ,

Related posts

2 Responses to “Ancaman Nuklir Dari Myanmar?”

  1. Masalah nuklir ini semakin lama semakin mengerikan. Aku yakin teknologi nuklir semakin lama semakin murah. Sementara bahayanya ga berkurang. Mengerikan kalo ada yang khilaf. Dunia bisa hancur dalam sekejap.

  2. tapi menurut saya, kepentingan ekonomi mengalahkan segalanya. Saya tidak yakin ada negara yang mau perang nuklir terjadi, karena konsekuensiya, selalu ada perdamaian setelah perang. Dan jika perang usai, dunia hancur, kemana kita mau mengekspor? Dengan siapa kita mau bekerja sama? Atas hal2 seperti itulah saya berpendapat, perang nuklir kemungkinannya ada, namun kecil kemungkinan terjadi.

Trackbacks/Pingbacks

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>